Kuliah Lapangan Strategi Pembangunan Desa Berkelanjutan di Destinasi Wisata Kebon Empring

Mahasiswa peserta Mata Kuliah Strategi Pembangunan Desa Berkelanjutan Program Studi Pembangunan Sosial STPMD “APMD” melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di destinasi wisata pasar Kebon Empring, Srimulyo, Piyungan, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik lapangan dan penguatan pemahaman pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.

         Pasar Kebon Empring dipilih karena dinilai sebagai salah satu best practice pengelolaan wisata berbasis komunitas yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi secara berkelanjutan. Secara ekonomi, keberadaan pasar dan aktivitas wisata yang dikelola masyarakat setempat mampu meningkatkan pendapatan warga dan menggerakkan ekonomi lokal. Secara sosial, kegiatan wisata mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, memperkuat partisipasi warga, serta membangun social bonding antar masyarakat. Sementara secara ekologis, pengelolaan wisata dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian sungai dan kelestarian kawasan sempadan sungai.

         Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bibit pohon aren sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan wisata. Penyerahan bibit dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah Dra. Widati, lic.rer.reg. kepada pengelola wisata setempat ibu Titik Ai-Luh.

         Ibu Widati selaku dosen mata kuliah menyampaikan bahwa pembangunan desa berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang peningkatan ekonomi semata, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mampu menjaga relasi sosial dan kelestarian ekologinya secara seimbang. Kuliah lapangan ini diharapkan dapat memperkuat perspektif mahasiswa mengenai pentingnya pembangunan desa yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan (N).