Wisuda April 2026 STPMD APMD: Menjadi Sarjana Rakyat yang Berpihak pada Rakyat

YOGYAKARTA, – Sebanyak 87 wisudawan dan wisudawati dari berbagai daerah di Indonesia resmi dikukuhkan dalam Wisuda April 2026 Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD”. Momentum ini tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi awal dari fase pengabdian nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam pembangunan desa dan pemberdayaan rakyat.
Para lulusan yang berasal dari beragam latar belakang sosial dan geografis diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Lebih dari itu, mereka didorong agar kehadirannya dapat memberikan dampak konkret dalam pembangunan daerah dan desa, yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan ketimpangan.
Dalam sambutannya, Ketua STPMD “APMD” menegaskan bahwa gelar sarjana yang disandang oleh para wisudawan bukanlah sekadar simbol akademik, melainkan mandat moral untuk berpihak kepada rakyat. Ia mengingatkan bahwa kampus ini dikenal sebagai “kampus sarjana rakyat”, sehingga setiap lulusannya harus memiliki keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan masyarakat kecil.
“Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berjuang dari tempat yang membosankan namun bermakna. Ada yang lulus, ada yang lolos. Saya berpesan, berbicaralah tentang rakyat. Rakyat itu memiliki dua pengertian, yaitu wong deso dan wong cilik. Sejak zaman Yunani hingga hari ini, rakyat jelata kerap direndahkan oleh elit, oleh mereka yang merasa besar dan terpelajar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa justru dari rakyatlah sumber kebaikan dan kebajikan itu berasal. Oleh karena itu, seorang sarjana rakyat harus mampu mengedepankan nilai kebaikan di atas sekadar kebenaran formal.
“Sarjana rakyat itu mengutamakan kebaikan daripada kebenaran. Syukur-syukur kita bisa mempertemukan kebaikan dan kebenaran, yang kemudian kita sebut sebagai kebajikan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan 17 menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal dalam perjuangan panjang untuk rakyat. Ia menegaskan bahwa alumni STPMD “APMD” harus tampil sebagai pelopor pembangunan desa, yang mampu hadir di garis depan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“Wisuda ini adalah langkah awal perjuangan kita untuk rakyat. Kampus ini adalah kampus kerakyatan, sehingga saudara-saudara memikul tugas yang tidak ringan. Ketika berhadapan dengan masyarakat, Anda harus menjadi pelopor terdepan di desa. Kuncinya adalah konsistensi dalam perjuangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Keluarga Alumni (KAPEMADA) dalam pernyataannya menyoroti bahwa para lulusan kini telah memasuki fase pengabdian sesungguhnya. Dunia nyata, menurutnya, menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan ruang kelas.
“Kita sebagai alumni menghadapi banyak tantangan, dan tugas kita adalah mencari solusi atas tantangan tersebut. Kaum marjinal harus selalu kita bela sebagai bentuk ideologi pembebasan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa orientasi pendidikan di STPMD “APMD” tidak berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan pada pembentukan kesadaran kritis dan keberpihakan ideologis kepada kelompok yang selama ini terpinggirkan.
Wisuda kali ini juga mencerminkan keberagaman Indonesia, dengan para lulusan yang datang dari berbagai daerah, membawa pengalaman dan perspektif yang berbeda. Modal sosial ini diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun jejaring pengabdian yang lebih luas dan kolaboratif di berbagai wilayah.
Dengan bekal akademik dan nilai-nilai kerakyatan yang ditanamkan selama masa studi, para wisudawan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi juga tetap teguh dalam prinsip keberpihakan kepada rakyat.
Pada akhirnya, wisuda April 2026 ini bukan hanya seremoni akademik, melainkan penegasan komitmen bahwa pendidikan tinggi harus kembali pada hakikatnya: mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk ketidakadilan. Para sarjana rakyat dari STPMD “APMD” kini ditantang untuk membuktikan bahwa ilmu yang mereka miliki benar-benar hidup dan bekerja di tengah rakyat.