Kemah Desa STPMD “APMD” Di Desa Ekowisata Pancoh: Kedesaan, Kerakyatan, Kemasyarakatan.

Sebanyak kurang lebih 36 mahasiswa STPMD “APMD” Yogyakarta mengikuti kegiatan Kemah Desa yang dilaksanakan pada 5–8 Mei 2026 di Desa Ekowisata Pancoh, Padukuhan Pancoh, Kalurahan Girikerto. Peserta berasal dari berbagai perwakilan program studi, UKM, dan HMJ yang diberangkatkan bersama dari kampus menggunakan bus.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai ruang belajar bersama bagi mahasiswa untuk memahami nilai kedesaan, kerakyatan, dan kemasyarakatan melalui pengalaman hidup langsung di tengah masyarakat. Kemah desa juga menjadi wadah bagi mahasiswa lintas prodi, seperti Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pembangunan Sosial, dan D3 Pembangunan Masyarakat Desa untuk saling mengenal, belajar, dan berproses bersama melalui konsep *bounding, learning,* dan *sounding*.

Setibanya di lokasi, peserta diarahkan untuk tinggal bersama induk semang selama empat hari. Setiap rumah ditempati sekitar tiga hingga empat mahasiswa yang dibagi secara acak. Selama tinggal bersama induk semang, peserta tidak hanya makan dan beristirahat bersama keluarga induk semang, tetapi juga membangun komunikasi, beradaptasi, dan mengenal kehidupan masyarakat desa secara lebih dekat.

Malamnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai kedesaan, kerakyatan, dan kemasyarakatan yang disampaikan oleh Ketua STPMD “APMD Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si. Materi tersebut menjadi bekal awal bagi peserta untuk memahami kehidupan desa sekaligus memperkuat perspektif mereka dalam melakukan eksplorasi sosial di hari-hari berikutnya. Kegiatan malam itu kemudian dilanjutkan dengan sesi bersama Bapak Fatih Gama Abisono Nasution, S.IP., M.A. yang membahas pentingnya membangun rasa percaya diri, berpikir positif, dan membuka diri ketika berada di lingkungan baru serta saat berinteraksi dengan masyarakat.

Berbeda dengan kegiatan kemah pada umumnya yang identik dengan outbound, Kemah Desa STPMD “APMD” justru mengajak peserta untuk membaur langsung dengan masyarakat. Mahasiswa mengikuti aktivitas keseharian warga yang mereka temui di lingkungan dusun. Beberapa peserta turut pergi ke sawah, berkebun, memetik cabai, membantu proses penyerbukan pohon salak agar berbuah, mencari rumput untuk pakan ternak, hingga membersihkan kandang sapi yang menjadi bagian dari proses pengelolaan biogas milik salah seorang warga.

Melalui pengalaman tersebut, peserta diajak untuk mengamati, memahami, dan mengeksplorasi kehidupan masyarakat dari berbagai sudut pandang. Setiap malam setelah salat Isya, peserta mengikuti sesi story telling untuk menceritakan pengalaman yang telah mereka ikuti sekaligus menyampaikan analisis serta temuan yang diperoleh selama berinteraksi dengan warga.

Selain itu, pada malam kedua peserta juga mendapatkan materi dari sejumlah tokoh masyarakat, mulai dari pengelola desa wisata, ketua kelompok kandang “Gawe Rukun”, hingga pelaku UMKM setempat. Materi tersebut semakin memperluas pemahaman mahasiswa mengenai potensi dan dinamika kehidupan masyarakat desa.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diarahkan untuk menghasilkan karya berupa video story telling dan tulisan analisis berdasarkan perspektif program studi masing-masing. Hasil eksplorasi tersebut kemudian dipresentasikan pada malam puncak kegiatan.

Di hari terakhir diisi dengan berbagai agenda mulai dari sarapan bersama keluarga induk semang dan aktivitas bersama masyarakat sejak pukul 07.00 WIB. Setelah itu peserta mengikuti diskusi bersama Kepala Desa Girikerto di Pendopo, dilanjutkan koordinasi penyusunan cerita pengalaman berdesa dan bermasyarakat.

Pada siang hingga sore hari, peserta menyusun cerita dan membuat konten berupa video, tulisan, dan media sosial di wilayah padukuhan. Malam harinya dilaksanakan presentasi cerita dan konten hasil eksplorasi peserta di Pendopo Camping. Sekitar 10 peserta mempresentasikan hasil temuan dan analisis mereka di depan seluruh peserta lainnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan api unggun santai yang diikuti seluruh peserta dan panitia. Suasana keakraban terasa ketika peserta berkumpul bersama sambil melakukan refleksi, menuliskan pengalaman selama kegiatan, berbagi cerita, serta membakar jagung bersama di malam terakhir Kemah Desa STPMD “APMD” Yogyakarta (N)