APMD dalam jaringan Indonesia Wifi

wifi-idDalam rangka mendukung program percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, di bidang ICT telah disiapkan dan dibangun jutaan titik jaringan internet nirkabel (WiFi/ Hotspot) secara nasional di berbagai lokasi untuk mendukung kebutuhan informasi digital bagi masyarakat.

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk., sebagai salah satu penyedia jaringan (provider) wifi/hotspot telah bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” dalam implementasi jaringan wifi/hotspot di kampus melalui jaringan Indonesia Wifi (@wifi.id).

Indonesia WiFi merupakan jaringan akses wireless broadband yang menjadi media untuk menikmati layanan internet berkecepatan tinggi serta berbagai layanan multimedia lainnya. Menggunakan teknologi Wireless Fidelity (WiFi) terbaru berdasarkan pada spesifikasi IEEE 802.11 yang populer digunakan untuk menghubungkan antar komputer, smartphone, laptop dan perangkat lainnya, serta menghubungkan komputer dan perangkat lain ke internet atau ke jaringan kabel (ethernet) LAN. Teknologi ini sudah dilengkapi dengan sistem kontrol dan monitoring terpadu menjadikan Indonesia WiFi dapat menyalurkan lebih dari satu layanan broadband dengan tingkat kualitas masing-masing yang dapat dijaminkan.

Implementasi awal dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. dalam jaringan internet nirkabel tersebut diharapkan menjadi pendorong provider telekomunikasi lainnya untuk mengimplementasikan jaringan nirkabel di kampus.

Dengan tersedianya jaringan wifi/hotspot tersebut maka masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya dapat menikmati dan memanfaatkan secara positif untuk kemajuan negara Indonesia.

Aneka Kegiatan Memeriahkan DIES NATALIS Ke-47

festival kuliner daerah
festival kuliner daerah

Tahun 2012 ini, STPMD “APMD” genap berusia 47 tahun. Puncak perayaan ulang tahun digelar Sabtu, 17 November 2012, dengan agenda utama Laporan Tahunan Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin, S.Sos., M.Si. dan Pidato Dies oleh Prof. Slamet PH., MA., M.Ed., MA., MLHR., Ph.D. Dalam Pidatonya, Prof. Slamet menyampaikan harapannya agar STPMD “APMD” mulai merencanakan pengembangan kelembagaan, untuk menjadi Institut atau Universitas. Ketua STPMD “APMD” menyambut baik harapan yang disampaikan oleh Prof. Slamet ini, “Iya, kita memang harus mulai memikirkan program pengembangan itu!” demikian dikatakannya seusai acara.
Sebelum acara puncak, serangkaian kegiatan telah digelar, antara lain : Bakti Sosial berupa pembagian sembako dan pengobatan gratis, Lomba pidato Bahasa Inggris, Lomba Debat dan Lomba Stand Up Comedy, Ziarah ke makam para pendiri, jalan sehat, lomba tenis meja, lomba bakiak, lomba egrang, Lomba memindahkan belut, Lomba Teka Teki Silang Bahasa Jawa, Festival Kuliner Daerah, Pelatihan Sistem Informasi Desa dan Siklus Tahunan Desa, Seminar Nasional dan Launching Buku, Serta Malam Tirakatan.
Kegiatan-kegiatan tersebut digelar dengan melibatkan segenap Dosen, Karyawan dan mahasiswa STPMD “APMD”. Kemeriahan mewarnai suasana Dies Natalis ke-47 di tahun 2012 ini.

POSDAYA Binaan “APMD”: Produksi Tempat Sampah dari Bambu secara Massal

Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) Binangun Sejahtera di Kecamatan Sentolo Kulonprogo, salah satu POSDAYA yang didampingi oleh Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta akan segera memproduksi tempat sampah dari bambu secara massal. Menurut rencana, akan diproduksi sebanyak 12.000 – 15.000 keranjang sampah, yang akan dibagikan kepada setiap kepala keluarga di Kecamatan Wates Kulonprogo. Hal ini untuk memenuhi permintaan Bupati Kulonprogo yang ingin menyukseskan gerakan kota bersih, sekaligus untuk mengapresiasi  karya-karya warga masyarakatnya.

Selain usaha produktif membuat barang kerajinan, POSDAYA Binangun Sejahtera juga sudah merintis terbentuknya Taman Bacaan Masyarakat, PAUD, Bimbingan Belajar, Majalah Dinding, Jamban Keluarga, pembuatan pupuk organik, dan berbagai bentuk usaha pemberdayaan yang lain.

Selain di Kecamatan Sentolo, STPMD “APMD” juga melakukan pendampingan POSDAYA di Kecamatan Lendah (Kulonprogo), Kecamatan Tepus dan Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunung Kidul. Dalam waktu dekat, APMD juga akan melakukan pendampingan POSDAYA di Kecamatan Kraton dan Kecamatan Pakualaman wilayah Kota Yogyakarta.

Gerakan pembentukan POSDAYA yang dimotori oleh Yayasan DAMANDIRI digalakkan untuk membantu pengentasan kemiskinan dan untuk mendukung pencapaian MDG’S 2015. POSDAYA berfokus pada empat pilar pemberdayaan, yaitu pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan hidup, meskipun bisa juga dikembangkan di bidang-bidang lain seperti bidang keagamaan dan seni-budaya.

Gerakan POSDAYA mengajak peran serta Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Keuangan atau Bank. Dengan upaya sinergis ini, diharapkan masyarakat yang mandiri, melalui keluarga-keluarga yang mandiri akan  segera terwujud.

“Sebagai perguruan tinggi yang konsisten menaruh perhatian pada pembangunan masyarakat desa dan ingin menjadi perguruan tinggi yang terpercaya sebagai pelopor pembangunan masyarakat desa, APMD Jogja berkepentingan untuk mendukung sepenuhnya program POSDAYA ini!” ungkap Drs. Hardjono, M.Si., Penanggungjawab pendamping POSDAYA  yang sekaligus Kepala P3M di STPMD “APMD” Yogyakarta.

“APMD” Semakin Dipercaya Pemerintah Daerah

Semakin banyak pemerintah daerah yang mengirimkan aparat dan anggota masyarakatnya untuk belajar di STPMD “APMD” Yogyakarta. Belum lama ini, Pemda Sarolangun Prov. Jambi mengirimkan para camat dari kabupaten tersebut untuk mengikuti paket bintek kepemimpinan lokal dengan tema “Revitalisasi Kecamatan di Era Otonomi dan Desentralisasi”. Bintek ini digelar sejak tanggal 7 s.d. 11 Maret 2012 , di Hotel Whiz, Jl Dagen No.8 Malioboro, Yogyakarta. Para pemateri dalam acara tersebut ialah dosen-dosen STPMD “APMD”, antara lain : Drs. Jaka Tri Widaryanta, M.Si.; Drs. Sutoro Eko Yunanto, M.Si.; Drs. Y.B. Widyohari Murdiyanto, M.Si. dan Drs. Hardjono, M.Si. Acara bintek ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang diselenggarakan oleh STPMD “APMD” bagi para kepala desa se-Kabupaten Sarolangun  pada bulan November 2011 yang lalu.

Selain pemerintah Kab. Sarolangun, beberapa pemerintah daerah lainnya, yaitu : Kabupaten Dairi SUMUT, Serdang Bedagai SUMUT, Batubara SUMUT, Muaro Jambi, Sangasanga Kaltim, Paser Kaltim, Minahasa Tenggara, Polewali Mandar dan Polewali Mamasa Sulawesi Barat juga pernah mengirim aparat pemerintah dan masyarakatnya untuk mengikuti pelatihan di STPMD “APMD”. “Kabupaten Polewali Mandar sudah sepuluh kali mengirimkan aparatnya mengikuti pelatihan di STPMD ‘APMD’,” demikian dikatakan Wakil Ketua III sekaligus Kepala Pusat Pembaharuan Desa Berkelanjutan (PPDB), Drs. YB. Widyohari Murdiyanto, M.Si.

“Berbagai pelatihan tersebut merupakan manifestasi dari perhatian khusus STPMD “APMD” pada pembangunan masyarakat desa. Concern ini dikedepankan sebagai standing position dalam rangka merespon perkembangan sosial, budaya, dan politik yang semakin meminggirkan masyarakat desa.” demikian dikatakan Habib Muhsin, S.Sos., M.Si., Ketua STPMD “APMD”.

Program pendidikan formal jenjang studi D3,S1 dan S2 yang diselenggarakan oleh STPMD “APMD” juga diminati oleh masyarakat daerah. Pemerintah daerah Kabupaten Paser-Kalimantan Timur, pada tahun 2011 yang lalu , memfasilitasi pengiriman 54 putra-putri daerah. Demikian juga pemerintah Kab. MAPPI-Papua, mengirimkan 19 putra-putri daerah. Bahkan pemerintah Negara Timor Leste juga telah menandatangani MoU kerjasama dengan STPMD “APMD” dan telah mengirimkan mahasiswa tugas belajar. Pihak swasta pun ternyata juga menaruh kepercayaan kepada STPMD “APMD”. PT. KALTIM PRIMA COAL, misalnya,  mengirimkan putra-putri daerah Kutai Timur dan memberikan beasiswa penuh untuk belajar di STPMD “APMD”.

“Semakin maraknya pembangunan di daerah, otonomi daerah, dan pemekaran daerah merupakan faktor utama banyaknya peminat putra-putri daerah untuk kuliah di APMD. Selain itu,   biaya kuliah di STPMD “APMD” masih sangat terjangkau sehingga mahasiswa daerah masih berkesempatan mendapatkan proses pembelajaran yang berkualitas, dengan biaya yang tidak mahal,” ujar  Theodorus Wuryantono, Kepala HUMAS sekaligus Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru.***

“APMD” Kembangkan Kerjasama Luar Negeri

Baru-baru ini, ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Habib Muhsin, S.Sos., M.Si. menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan salah satu universitas swasta terkemuka di USA, Brigham Young University (BYU). Kerjasama yang dijalin meliputi program pertukaran pengajar dan peneliti antar kedua perguruan tinggi, sharing ilmu dan pengetahuan yang dikembangkan oleh masing-masing perguruan tinggi, dan pengembangan program-program pelatihan di kedua perguruan tinggi. Mengawali kerjasama, di tahun 2012 ini, kedua perguruan tinggi melakukan penelitian bersama di lereng Merapi, tentang dampak erupsi Merapi di bidang sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Bukan hanya kali ini saja, STPMD “APMD” menjalin kerjasama dengan luar negeri. Kerja sama dengan pemerintah Timor Leste bahkan sudah dirintis  sejak tahun  2009 yang lalu. Hampir setiap tahun, pemerintah Timor Leste mengirimkan mahasiswa tugas belajar. Untuk mempermudah pengurusan dokumen keimigrasian bagi mahasiswa yang berasal dari luar negeri, APMD membuka unit pelayanan khusus dokumen keimigrasian.

Selain kerjasama luar negeri, kerjasama dengan berbagai pihak di dalam negeri juga terus dikembangkan. Berbagai pemerintah daerah di Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan STPMD “APMD”. Kerjasama yang dikembangkan antara lain dalam bentuk pengiriman mahasiswa tugas belajar, penyelenggaraan pelatihan pengembangan SDM daerah, dan penelitian pengembangan potensi daerah. Tahun 2012 ini, pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang-Papua, mengirimkan lima mahasiswa tugas belajar. Hal yang sama pernah dilakukan pemerintah Kabupaten Mappi-Papua dan Kabupaten Paser-Kaltim, yang masing-masing mengirimkan 19 dan 54 putra-putri daerah untuk belajar di APMD di tahun 2011 yang lalu.

Beberapa pemerintah daerah yang lain mengirimkan aparatnya untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SDM di APMD. Beberapa pemerintah daerah tersebut antara lain : Kab. Sarolangun-Jambi, Kab. Dairi SUMUT, Serdang Bedagai SUMUT, Batubara SUMUT, Muaro Jambi, Sangasanga Kaltim, Paser Kaltim, Minahasa Tenggara, Polewali Mandar dan Polewali Mamasa Sulawesi Barat.

Kerjasama dengan pihak swasta juga dijalin, antara lain dengan PT. KALTIM PRIMA COAL, sebuah perusahaan tambang terkemuka di Kalimantan Timur, yang setiap tahunnya mengirimkan beasiswa bagi mahasiswa APMD yang berasal dari wilayah sekitar tambang.

“Ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan di STPMD sangat khas, dan sangat berpihak kepada kelompok masyarakat marginal, terutama masyarakat desa. hal inilah mengundang minat berbagai pihak yang memiliki visi-misi serupa, untuk menjalin kerjasama dengan kami!” demikian diungkapkan oleh Theodorus Wuryantono, kepala Humas dan kerjasama STPMD “APMD” Yogyakarta.

International Consortium For Social Development 2012 ICSD.

Student Forum ini dilaksanakan oleh 3 Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan Pekerjaan Sosial/Kesejahteraan Sosial di Yogyakarta, yakni Jurusan Sosiatri STPMD APMD,  Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga, Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM, dan yang didukung oleh Kementerain Sosial Republik Indonesia, Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia, Yayasan Damandiri, dan Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 29 Juni 2012 jam 08:00-16:00 di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan dibuka Langsung oleh Dekan Fakultas dakwah UIN Sunan Kalijaga, Dr. H. Waryono, M.Ag.

Student Forum merupakan rangkaian dari acara International Consortium for Social Development Asia and Pacific (ICSD-AP) 2012, yang saat ini sedang melaksanakan konferensi se-Asia Pasifik di Royal Ambarukmo, Yogyakarta, mulai tanggal 27-30 Juni 2012. Konferensi Internasional ini secara khusus bertujuan untuk menginisiasi sebuah diskusi yang membahas langkah-langkah pembangunan sosial ke depan pasca MDGs, yang didesain sebagai sebuah forum akademik dan juga forum kebijakan. Sebagai forum akademik, konferensi ini memungkinkan terjadinya dialog bagi para peneliti dan mahasiswa untuk berbagi dan mendiskusikan teori, metode, pendekatan dan program-program pembangunan sosial yang saat ini di implementasikan dengan kerangka MDGs, juga sangat potensial dapat melahirkan pendekatan dan program baru. Sebagai forum kebijakan, konferensi ini ditujukan untuk melakukan dialog antara pengambil kebijakan di Asia Pasifik dengan melibatkan lembaga-lembaga pembangunan internasional.

Students Forum sebagai salah satu forum akademik dalam konferensi internasional ini menjadi wadah atau forum bagi para mahasiswa ilmu kesejaheraan sosial seluruh indonesia untuk berdiskusi, membangun relasi dan mengungkapkan visi mereka tentang pembangunan sosial pasca MDGs. Secara khusus, Students Forum ini bertujukan untuk, 1) Meningkatkan kesadaran akan kebutuhan dan isu-isu pembangunan di Asia Pasifik, 2) Dialog dan membangun relasi yang berkelanjutan diantara pelajar dan mahasiswa, dan 3) Mengajak peserta untuk membangun visi bagi penguatan pembangunan sosial di seluruh dunia.

Untuk mencapai tujuan tersebut ada dua kegiatan yang dilakukan yaitu:

Session I, 09.00 AM-11.30 WIB : Seminar nasional dengan tema “Sumber Daya Manusia; Kesehatan dan Pendidikan, dan Intervensi berbasis Komunitas dan Usaha Mikro”. Para narasumber dalam sesi ini adalah mahasiswa yang memenangkan beasiswa Damandiri. Hasil dari seminar ini adalah rekomendasi mahasiswa Kesejahteraan sosial seluruh Indonesia untuk pengembangan pembangunan kesejahteraan sosial di indoensia. Sesi ini dihadiri oleh 73 orang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai jurusan/program studi ilmu kesejahteraan sosial/pekerjaan sosial di seluruh Indonesia, seperti IAIN Ar-Raniri Aceh, Universitas Indonesia Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Unpad Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UGM, Unej Jember, dll.

Session II, 02.00 PM-04.00 WIB: Talk Show. Sesi kedua ini dihadiri oleh 300 peserta dengan menghadirkan mahasiswa dan para pakar pembangunan sosial dari berbagai negara seperti Canada, USA, Autralia, Sudan, Korea Selatan, Philipina, India, Vietnam, Indonesia,  dll untuk mendiskusikan hasil dari student forum dan konferensi internasional.

Pendidikan Vokasi Diperluas Hingga S-3

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membuka pendidikan vokasi atau kejuruan hingga di perguruan tinggi.

Mendikbud Mohammad Nuh berkata, pendidikan vokasi tidak boleh berhenti hingga SMK. Karena itu, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud diperintahkan untuk menyusun Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUUPT) untuk menambahkan program vokasi hingga magister (S-2) dan doktor terapan (S-3). Nuh menerangkan, sebelumnya jenjang pendidikan vokasi di Indonesia sebatas community college (komunitas akademik) dan politeknik. Namun, lanjut Nuh, aturan yang baru mendatang bisa memberikan kesempatan bagi anak didik SMK untuk mendapat gelar akademik yang lebih tinggi.

“Potensi anak SMK ini sayang sekali jika dibiarkan sampai di sini saja. Maka, kita beri kesempatan mereka berkreasi dengan ilmu lebih tinggi,” ujar Nuh saat membuka Lomba Kompetisi Siswa SMK (LKS SMK) Ke-20 di Jakarta, kemarin.

Melalui kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) juga dimungkinkan bagi orang yang punya profesionalitas seperti orang yang berpendidikan hingga S-2 atau S-3 bisa diekuivalenkan setara dengan S-2 dan S-3. Dengan demikian, terang mantan Menkominfo ini, tidak ada diskriminasi antara pendidikan vokasi dengan pendidikan akademik.

Nuh menyatakan, untuk menjaring siswa yang berprestasi, pemerintah menggelar LKS SMK. LKS bertujuan mengadu kemampuan siswa SMK dalam 50 bidang kejuruan. Mendikbud mengimbuhkan, LKS juga untuk menanamkan dua hal yakni membangun tradisi dan budaya berprestasi melalui kompetisi. Selain itu, melalui LKS juga bisa melihat keunggulan SMK yang satu dengan yang lainnya, serta melihat apa yang dibutuhkan di dunia kerja.

Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, LKS SMK ke-20 ini digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. Pesertanya mencapai 992 siswa. Namun, lanjut Hamid, para pemenang LKS SMK ini akan dilatih secara khusus untuk dapat mengikuti World Skill Competition (WSC) di Jerman pada 2013. Ajang WSC tersebut merupakan lomba yang digelar dua tahun sekali dan diikuti puluhan negara dari seluruh dunia.

“Mudah-mudahan peringkat Indonesia semakin membaik. Pada 2011 Indonesia mendapat rangking ke-16 dari sebelumnya yang hanya meraih rangking ke-21. Tahun depan Indonesia rangkingnya harus membaik,” tandasnya.

Hamid menerangkan, 992 siswa SMK yang menjadi peserta lomba akan didampingi oleh beberapa mitra industri, asosiasi industri, 66 delegasi teknik, dan para guru. Dengan digelarnya LKS tahun ini diharapkan benar-benar menjadi sarana untuk menyemangati generasi emas bangsa yang semakin kompetitif dan manusia berkarakter. Dia menjelaskan, LKS positif untuk menciptakan generasi yang memiliki inovasi, kompetitif, dan karakter sehingga akan dilaksanakan setiap tahun. (neneng zubaidah/koran si)(//rfa)

sumber : Okezone.com.

Ilmu Komunikasi STPMD Latih Jurnalis Muda Temanggung

SEJUMLAH pengurus majalah dinding dan buletin SMA di Temanggung berkumpul di arena “Temanggung Book Fair 3”, di Pendopo Pengayoman, rumah dinas Bupati Temanggung, Selasa, 19 Juni 2012. Mereka secara khusus mendapat pelatihan dari Prodi Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.

Kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Ilmu Komunikasi kali ini menurunkan tiga dosen dan seorang mahasiswa, dengan materi antara lain: menulis berita, teknik wawancara, fotografi jurnalistik, dan manajemen media. Dosen yang mengisi materi pelatihan yang berlangsung di luar ruangan, di bawah pohon rindang tersebut, antara lain, Ade Chandra, S.Sos, M.Si, Habib Muhsin, S. Sos, M.Si, dan Drs Tri Agus Susanto. Sementara seorang mahasiswi, Stara yang sudah sering menulis di media massa di Yogyakarta, juga menceritakan pengalaman dan trik-trik menjadi penulis artikel.

Ade Chandra mengawali dengan teknik menulis berita dan pengantar tentang fotografi jurnalistik. Dijelaskan secara sederhana bagaimana ‘senjata’ para wartawan menulis berita yaitu menggunakan 5W dan 1 H. Habib Muhsin melanjutkan dengan materi teknik wawancara. Beberapa tips diberikan kepada siswa bagaimana persiapan, pelaksanaan dan setelah wawancara. Sementara Tri Agus Susanto menjelaskan tentang manajemen media. Awak redaksi dan usaha dalam sebuah media tak boleh saling merasa paling penting. Semua penting demi kemajuan media yang bersangkutan.

Peserta, sebanyak 37 siswa, datang dari berbagai SMA, SMK, STM, dan MAN di seluruh Temanggung. Mereka umumnya pengurus penerbitan sekolah, namun ada juga siswa yang belum mempunyai penerbitan apapun di sekolah mereka. Mereka sangat antusias bertanya dan menyampaikan pengalaman mereka menerbitkan media. Salah seorang peserta dari STM Pembangunan Maron, yang sudah menerbitkan buletin STEMBA, menanyakan mengenai bagaimana menggairahkan dunia jurnalistik bagi siswa SMA.

Pertanyaan peserta ini menjadi diskusi menarik. Salah satu tujuan dari pelatihan jurnalistik untuk siswa SMA ini adalah agar pelajar di Temanggung mengenal dan menyenangi dunia jurnalistik. Kurangnya gairah masyarakat Temanggung dalam dunia membaca dan menulis, salah satunya ditandai dengan minimnya toko buku dan penerbitan dari kota tembakau ini. Bahkan grup-grup media besar di Indonesia belum berani membuat koran semacam radar atau tribun seperti di kota-kota lain.

Pelatihan Jurnalistik untuk SMA, diyakini menjadi awal dari bergairahnya dunia jurnalistik di Temanggung. Mohamad Saadi, seorang jurnalis, panitia “Temanggung Book Fair 3” yang bekerjasama dengan Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” menyelenggarakan pelatihan jurnalistik, mengaku senang dengan kegiatan ini. Diharapkan tahun depan bisa diadakan lagi, dan di Temanggung tentunya sudah muncul para jurnalis muda dan penerbitan baru, entah koran, majalah atau tabloid. (*)

Drs. Tri Agus Susanto, M.Si
Sekretaris Prodi Ilmunkomunikasi
STPMD “APMD” Yogyakarta
Sumber.

Dibuka, Beasiswa untuk 10 Putra-putri Terbaik Papua!

Senin, 18 Juni 2012 | 15:04 WIB

KOMPAS.com — Kesempatan emas ini adalah milik anak-anak Papua, yaitu beasiswa tingkat sarjana (S-1) untuk 10 putra/putri terbaik asal Papua. Ayah dan ibu calon penerima beasiswa ini harus asli berasal dari Papua. Para calon penerima beasiswa ini harus memiliki prestasi akademis cemerlang, berkepribadian terpuji, serta memiliki jiwa kepemimpinan tinggi dan ketertarikan menempuh pendidikan di bidang teknik, baik di universitas maupun akademi jurusan teknik sampai semester ke-8 dan tidak dapat diperpanjang. Bagi yang berminat, program beasiswa ini terbuka bagi calon mahasiswa yang membutuhkan bantuan dana untuk melanjutkan pendidikan hingga sarjana. Adapun syarat-syarat mengikuti proses seleksi penerimaan beasiswa ini antara lain: …dst

http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/18/15043586/Dibuka.Beasiswa.untuk.10.Putra-putri.Terbaik.Papua

Lulusan STPMD Sampai Timor Leste

Pada Sabtu, 26 Mei 2012 lalu, STPMD “APMD” Yogyakarta mewisuda 129 lulusan yang terdiri dari 8 lulusan Diploma tiga, 102 Sarjana (S1), dan 19 lulusan Pascasarjana (S2). Hingga saat ini STPMD “APMD” telah berhasil meluluskan 14.633 lulusan. Para lulusan ini tersebar di seluruh penjuru tanah air dan negeri tetangga (Timor Leste). Mereka menekuni berbagai profesi seperti: PNS, Anggota legislatif, TNI, Polri, Pegawai swasta, Dosen, Peneliti, Jurnalis, Pelaku Media, LSM, Penggerak/ pemberdaya masyarakat serta wiraswasta, dll.

Dalam sambutannya, Ketua STPMD ‘APMD’, Habib Muhsin, S.Sos, M.Si mengatakan wisuda bukanlah puncak dari perjuangan. “Di hadapan saudara terbentang berbagai persoalan bangsa yang berat dan kompleks, seperti lapangan pekerjaan, korupsi, kemiskinan, ketidakberdayaan masyarakat, menurunnya nilai–nilai kebangsaan dan lain sebagainya. Di tangan saudara sebagai agen perubahan, diharapkan mampu memberikan solusi terbaik bagi bangsa,” tambah Habib Muhsin.

Habib Muhsin juga menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis, seperti tindak kekerasan terhadap diskusi di kampus. Ia yakin pendidikan mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar. STPMD “APMD” diharapkan mampu membentuk pola pikir dan perilakumahasiswa yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman.

Lulusan STPMD “APMD” dengan profesi apapun yang ditekuni tidak sekadar menekankan dimensi pikiran (intelektual), mengabaikan dimensi yang menyangkut budi pekerti (kekuatan batin, karakter). Selain itu, wisudawan diharapkan bukan generasi yang mengidap split personality (kepribadian yang pecah), lemah dalam mensikapi persoalan dan mudah terombang ambing.Untuk itu mandat sebagai “pelopor pembangunan masyarakat desa” harus melekat dalam diri alumni kampus ini di manapun berada.

Secara khusus Ketua STPMD ‘APMD’ memberikan langsung ijazah dan penghargaan kepada lima wisudawan dengan IPK tertinggi. Mereka adalah Exwan Novianto Shut, M.Si pascasarjana Ilmu Pemerintahan (3,79), Minardi SIP dari Ilmu Pemerintahan (3,88), Johan Nasruddin Firdaus SIKom dari Ilmu Komunikasi (3,68), Sr. Sebastian S S.Sos dari Ilmu Sosiatri (3,65), dan Melkisedek Tapehen Amd dari D3 Pembangunan Masyarakat Desa (3,84)

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas, Ir. M. Barori M.Si, mengingatkan sivitas akademika STPMD “APMD” bahwa pada tahun 2015 mendatang kampus tercinta akan berusia lima puluh tahun atau setengah abad yang biasa disebut ulang tahun emas. “Sehubungan dengan ulang tahun emas STPMD “APMD” tiga tahun mendatang, saya ingin mengingatkan dan mengajak kita semua, marilah kita jadikan ulang tahun emas STPMD “APMD” sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Tentu saja, perubahan demi meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan di kampus kita,” tambah Barori.

Drs. Tri Agus Susanto, M.Si
Ketua Panitia Wisuda STPMD “APMD” TA 2011/2012