PELATIHAN Bagi MAHASISWA BARU

Sudah menjadi program rutin dari STPMD”APMD”, bagi mahasiswa baru yang telah melaksanakan registrasi akan dilanjutkan dengan mengikuti berbagai macam pelatihan. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa baru memiliki wawasan dan ketrampilan dasar untuk mengikuti proses-proses selanjutnya terutama di dalam kegiatan kuliah yang akan datang. Selain itu dengan mengikuti pelatihan-pelatihan ini mahasiswa baru akan berinteraksi satu dengan yang lain baik secara individual maupun kelompok. Dengan demikian mahasiswa baru akan mulai beradaptasi dengan situasi kampus yang multikultural.

Setiap mahasiswa baru akan mendapatkan satu paket pelatihan yang terdiri dari pelatihan Siklus Tahunan Desa, pelatihan SPSS (Statistical Package for Social Science) dan Pelatihan Bahasa Inggris.

Pelatihan ini dibagi dalam beberapa angkatan. Setiap angkatan diikuti oleh 75 mahasiswa baru. Pelatihan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2 (dua) minggu. Untuk pelatihan  angkatan pertama dimulai pada tanggal 17 Juli 2017. Fasilitator dalam pelatih an ini terdiri dari dosen-dosen yang memiliki kompetensi dan pengalaman untuk masing-masing bidang. Pelatihan dilaksanakan dengan metode caramah, diskusi dan praktek. Diharapkan dengan metode yang dialogis mahasiswa baru akan dapat berpatisipasi penuh dalam setiap materi pelatihan yang diikuti.

KALENDER AKADEMIK T.A. 2017/2018

WISUDA DIPLOMA III, SARJANA DAN MAGISTER

Pada tanggal 26 Mei 2017 STPMD “APMD”  mewisuda 102 lulusan. Wisudawan periode ini terdiri dari lulusan Prodi PMD (D3) 1 wisudawan, pridi Ilmu Komunikasi (S1) 19 wisudawan, prodi Ilmu Sosiatri (S1) 11 wisudawan, Prodi Ilmu Pemerintahan (S1) 46 wisudawan dan Prodi Ilmu Pemerintahan (S2) 25 wisudawan.

Pada kesempatan ini Ketua STPMD”APMD” Habib Muhsin S.Sos, M.Si menekankan bahwa generasi penerus tidak hanya sebagai penonton masa depan tetapi sebagai pemain masa depan. Kerja keras menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang makin berat dan kompleks seperti persoalan kemiskinan, terbatasnya lapangan kerja, ketidakberdayaan masyarakat, perilaku korupsi, maraknya tindakan kekerasan, menurunnya nilai-nilai kebangsaan dan ketidakadilan, serta ancaman keutuhan NKRI. Selanjutnya Habib Muhsin berharap bahwa wisudawan akan dapat menjadi seorang entrepreneur di berbagai bidang. Selain itu sebagai kader bangsa harus memiliki karakter yang kokoh serta mengedepankan aklak yang mulia di atas semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. Karakter yang kokoh ini bercirikan semangat patriotik, jiwa nasionalis, jati diri yang mengakar, berwawasan luas, kecerdasan yang mencerahkan, kepedulian yang merekatkan, serta keteguhan untuk bersatu yang semua ini dinaungi nilai-nilai Pancasila dalam bingkai NKRI.

Sementara itu Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas Yogyakarta,  Ir.M. Barori, M.Si, menegaskan bahwa dalam implementasi Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa membutuhkan pengawalan dan peran serta STPMD”APMD”. Oleh karena itu inovasi perlu terus dikembangkan, konsolidasi dilakukan untuk memperteguh standing position akademik dan sosial.

Seminar Internal Program Studi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial Kesiapan Generasi Muda Menghadapi Tantangan Zaman 18 Mei 2017

Seminar ini merupakan kegiatan rutin tahunan (setahun sekali) yang dilakukan oleh Prodi Ilmu Sosiatri/ Pembangunan Sosial dalam rangka memberikan wawasan ,khususnya, kepada mahasiswa tentang berbagai fenomena yang actual dan krusial dalam masyarakat. Tahun ini Prodi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial mengambil tema “Kesiapan Generasi Muda Menghadapi Tantangan Zaman”. Tema ini dianggap penting karena mengingat permasalahan-permasalahan generasi muda yang semakin membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.

Dari aspek sosial budaya, nampak bahwa kaum muda cenderung makin mengidolakan dan mempraktekkan budaya asing dan meninggalkan bahkan mencampakkan budaya luhur yang adiluhung. Dari aspek iptek, banyak kaum muda sekarang begitu mengagungkan gawai dan internet, bahkan menelan mentah-mentah postingan yang masuk tanpa filter dan nalar yang jernih yang pada gilirannya mengejawantah pola pikir, rasa dan perilaku yang tidak pas dengan situasi, kondisi dan ajaran serta warisan bangsa yang agung. Dari aspek ekonomi pola hidup hedonis, konsumeristis makin menjiwai kalangan kaum muda. Bahkan tidak jarang kaum muda terjerumus dalam narkoba, seks bebas dan sejenisnya.

Mahasiswa sebagai calon  penerus dan pengelola bangsa dan negara perlu disiapkan seawal dan sebaik mungkin menghadapi tantangan zaman. Perubahan social, ekonomi dan politik serta iptek yang begitu cepat haruslah dibarengi dengan ketajaman dan kejernihan oleh pikir dan rasa serta dibarengi dengan ketrampilan yang memadai.

Seminar internal kali ini melibatkan pembicara Drs. Suprapto ,S.U dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Gadjah Mada, F Pranawa, SH  dari Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta, dan Dra. MC. Candra Rusmala D, M.Si dari prodi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial STPMD “APMD”.

KERJASAMA ANTARA PROGRAM STUDI DI ILMU SOSIATRI/PEMBANGUNAN SOSIAL DENGAN LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK YOGYAKARTA

Pada tanggal 18 Mei 2017 telah ditandangai kesepakatan kerjasama antara Program Studi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial STPMD “APMD” dengan Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta. Kesepakatan Kerjasama ini dilatarbelakangi oleh kepentingan atau kebutuhan dari dua institusi ini untuk memaksimalkan kinerja dan sumber daya masing-masing. Dalam kerjasama ini disepakati bahwa bentuk kerjasama dapat di bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian. Dengan demikian ke depannya dapat dilaksanakan kuliah tamu, praktikum serta penelitian yang dilaksanakan bersama antara Prodi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial dengan Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta. Bahkan dimungkinkan tenaga-tenaga sukarelawan dari mahasiswa prodi Ilmu Sosiatri untuk kepentingan kedua belah pihak.

Penandatangan ini dilakukan oleh  Drs. AY. Oelin Marliyantoro, M.Si selaku Ketua Program Studi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial STPMD”APMD” dengan  Nyadi Kasmorejo dari Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta.

Proposal Kelompok PKM STPMD “APMD” Siap Diadu dalam PKM-GT

Perkembangan zaman yang begitu pesat, menuntut sesorang terus melakukan hal-hal yang mutakhir pada bidangnnya. Begitu juga dengan mahasiswa, tidak hanya mengembangkan kemampuan akademiknya namun juga kemampuan dalam bidang non-akademik. Berdasarkan hal tersebut setiap tahun Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi mengadakan program yang dinamakan Program Kreativitas Mahasiswa.

Pada Februari 2017, Tiga kelompok mahasiswa STPMD “APMD” Yogyakarta mengikuti kompetensi tersebut:
1. Septiana Bekti Endrayani dalam karyanya Roti Berjamur menjadi Souvenir Menarik;
2. Novia Putri Pangesti dalam karyannya Boneka Cantik Ramah Lingkungan dari Serabut Kelapa;
3. Andreas Bagas dengan Camilan Bikin BeTe atau Camilan Bergizi Kekinian Benalu Teh. Ketigannya mengikuti PKM pada bagian Gagasan Tertulis.

PKM Gagasan tertulis sendiri merupakan proposal yang berisikan ide dari mahasiswa, belum terealisasi dan nantinya akan ada realisasi dari proposal tersebut, dengan catatan tertentu. Dibimbing langsung oleh Ir. Rini Dorojati M.S. salah satu dosen STPMD “APMD” mereka bertiga mengaku mendapat ilmu yang bermanfaat dari penulisan PKM Gagasan Tertulis. Dari proses pembentukan gagasan hingga penulisan proposal.

Kendala juga dihadapi, Septi salah satu peserta menuturkan terdesaknya waktu dalam pembuatan proposal sehingga membuat proposal PKM- GT yang dibuat dirasa kurang maksimal(red).

Harapan mereka dengan proposal yang telah dikirim dapat terpilih, selain itu sumbangsih untuk masyarakat dalam  menciptakan hal-hal yang mutakhir guna menghadapi era globalisasi.

(Andreas BW/STPMD “APMD” Yogyakarta)

Pradiksar Resimen Mahasiswa Mahakarta Yudha Ke XL

Kamis 16 Februari 2017, kampus STPMD “APMD” Yogyakarta kedatangan 22 Satuan Resimen Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi baik PTN maupun PTS. Kedatangan satuan menwa ini untuk mengikuti karantina di kampus STPMD “APMD” sebelum mengikuti Diksar Menwa Mahakarta Yudha ke XL di Rindam IV Diponegoro. Diksar diselenggarakan selama 2 (dua) minggu mulai tanggal 17 Februari 2017. Salah satu personel panitia Resimen Mahasiswa yang bernama Elisabet,  mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 22 Satuan Resimen Mahasiswa yang terdiri dari 20 Satuan Resimen Mahasiswa dari Yogyakarta dan 2 Satuan Resimen Mahasiswa dari Surabaya. Peserta yang  mengikuti Diksar sejumlah 250 peserta. Dari 250 peserta ini terdapat depalan ( 8 ) calon Menwa atau Camen yang berasal dari Unit Satuan Ganesha STPMD “APMD” Yogyakarta.

Tujuan dari karantina ini untuk mempersiapkan camen mengikuti Pendidikan Dasar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Elisabet yang mengatakan “kegiatan hari ini untuk mempersiapkan para camen mengikuti Diksar Menwa Mahakarta Yudha agar siap secara  fisik dan mental.”

Upacara pelepasan dilaksanakan di Auditorium STPMD “APMD” Yogyakarta yang dihadiri oleh Ketua STPMD “APMD”  Yogyakarta, Habib Muhsin S.Sos., M.Si.,  Wakil Danmen Mahakarta Bapak H. Purwanta, S.IP., MM. dan Wakil Ketua III STPMD “APMD” Bapak Drs. Widyo Hari Murdianto, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut bapak Habib Muhsin S.Sos., M.Si meyampaikan kebanggaannya karena STPMD “APMD” Yogyakarta dipercaya menjadi tempat karantina Pradiksar calon Menwa. Selamat dan sukses untuk peserta Diksar. (Tea-Humas)

LOKAKARYA SIKLUS TAHUNAN DESA

Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD “APMD” menyelenggarakan Lokakarya Siklus Tahunan Desa, pada hari Selasa dan Rabu tanggal 10 dan 11 Januari 2017, di Gedung Pasca Sarjana STPMD “APMD” Yogyakarta. Ketua Prodi PMD Drs. Hardjono, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan, lokakarya ini untuk membekali dosen-dosen STPMD “APMD” khususnya dosen Prodi PMD Jenjang Program Diploma III sebagai pengampu mata kuliah yang menekankan pada pembangunan masyarakat desa serta mengaplikasikan UU No 6 tahun 2014 tentang Desa.

Lokakarya ini diselenggarakan karena semua desa di Indonesia telah melaksanakan Siklus Tahunan Desa sebagai konsekuensi dari implementasi UU Desa No 6 tahun 2014 namun masih mengalami berbagai kendala, sehingga akan mempengaruhi proses pembangunan masyarakat desa. Peserta lokakarya diberi wawasan pelaksanaan Siklus Tahunan Desa meliputi Perencanaan Pembangunan Desa, Pengelolaan Aset Desa, Pengelolaan Keuangan Desa, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, dan Penyusunan Peraturan di Desa.

Pemateri diambil dari praktisi yakni Wahyu Anggoro Hadi, S.Farm., Apt. yang menjabat sebagai Lurah Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul yang saat ini sedang menempuh Program Pasca Sarjana Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, dan Masrukhan S.Sos. M.Si, Kabid Pemerintahan Desa Pemda Kabupaten Magelang (alumni STPMD “APMD”).

Penyelnggaraan Lokakarya ini juga membahas kendala-kendala yang dihadapi oleh perangkat desa saat melaksanakn Siklus Tahunan Desa dan menampung gagasan para peserta untuk mencari solusi demi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pers IMaKo Prodi IK STPMD “APMD” Gelar Pelatihan Jurnalistik Dasar

jurnalistikdasarYogyakarta–  Divisi Pers Ikatan Mahasiswa Komunikasi (IMaKo) dari Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD “APMD”) Yogyakarta, pada (11/11/2016) menggelar Pelatihan Jurnalistik Dasar.

Kegiatan yang juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Anniversary IMaKo ke-28 ini, digelar di Ruang M. Soetopo STPMD “APMD” dengan pemantik materi, Y.B. Margantoro (Redaktur Senior Harian Bernas Yogyakarta) dan Tri Agus Susanto (Dosen Ilmu Komunikasi STPMD “APMD”).

Tema yang diusung dalam kegiatan yang berlangsung pada pukul (08.30-11.00 WIB) ini adalah “Membangun Kreativitas Mahasiswa dalam Dunia Jurnalistik”. Pak Margantoro mengawali materinya dengan menjelaskan secara gamblang satu persatu beberapa kata yang dirangkai dan diangkat menjadi tema kegiatan tersebut.

Menurutnya, kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta, mengevolusi, sesuatu yang tak lazim dan baru. “Jika mahasiswa tidak memiliki daya kreativitas, maka mahasiswa tersebut akan kalah dalam persaingan,” katanya.

Sedangkan untuk jurnalistik, dia menjelaskan, terdiri dari tiga arti, yaitu: Jurnal, Jurnalis dan jurnalistik. “Jurnal adalah buku harian yang digunakan untuk mencatat setiap aktivitas. Kemudian jurnalis atau wartawan adalah orang yang kerjanya mencari, mengolah, dan menginformasikan suatu kejadian atau peristiwa ke publik melalui media tertentu. Kemudian daripada itu, lanjutnya, jurnalistik adalah ilmu tentang kewartawanan. Biasanya jenjang pendidikan untuk jurnalistik adalah sampai S-3,” bebernya.

Direktur Lembaga Pelatihan Jurnalistik Bernas (LPJB), juga dosen tidak tetap pada beberapa PTS di Yogyakarta ini mengatakan, selain guru, jurnalistik juga adalah pintu masuk untuk kemudian menjadi pribadi yang mumpuni dan tenar.

“Misalnya adalah Adam Malik, Ir. Suekarno, Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, dan bahkan mantan presiden RI dua periode, Jenderal TNI Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pun dulu semasa menjadi mahasiswa pernah menyelami dunia jurnalistik melalui Lembaga Pers dikampusnya,” katanya.

Selain itu, pemantik materi kedua, Tri Agus Susanto, ketika mengawali penyampaian materi menceritakan pengalaman dirinya mulai jatuh cinta dengan aktivitas jurnalistik. Diakuinya, dia mulai menyenangi aktivitas jurnalistik ketika baru masuk ke jenjang perkuliahan. “Saya sangat tertarik dengan aktivitas jurnalistik. Saking ketertarikan saya terhadap aktivitas ini, semasa di bangku perkuliahan, beberapa nilai saya pada mata kuliah lain pernah jatuh akibat saya biasanya lebih fokus ke ranah jurnalistik. Saya juga pernah diikutkan di beberapa lomba terkait jurnalistik dari pihak kampus saya,” bebernya.

Dalam pemaparan materi, Pak TASS (panggilan akrab), yang belakangan ini lebih sering menyumbangkan tulisannya di www.indexberita.com ini menjelaskan secara satu persatu tentang nilai atau kelayakan suatu berita, yang meliputi: (1) Significance (penting); (2) Magnitude (besar); (3) Timeliness (waktu); (4) Proximity (kedekatan); (5) Promicence (tenar/name make news); (6) Human Interest (manusiawi); (7) Keanehan; dan (8) Kelanjutan;.

“Contoh dari berita kelanjutan adalah misalnya seperti: Kasus Korupsi Nazaruddin beberapa saat lalu, Kasus Jessica, dan Kasus Ahok yang kemungkinan dalam minggu ini bakal diperkarakan dan pemberitaannya akan berseliweran di hampir semua madia,” urainya.

Kemudian untuk aspek kedekatan, lanjut pak TASS, terdiri dari dua macam yaitu: kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. “Contoh dari kedekatan psikologis adalah misalnya: Jika di hari yang sama terjadi ketabrakan yaitu di jalan Ringroad Utara, Yogyakarta terjadi ketabrakan yang menewaskan 7 korban jiwa, dan di Afrika terjadi ketabrakan juga dengan motif yang sama dan menewaskan 17 korban jiwa, maka yang pasti diberitakan oleh Koran harian bernas jogja (misalnya) adalah yang terjadi di Yogyakarta,” jelas pak TAAS, yang juga sedikit humoris.

Selain itu, dijelaskan berupa contoh-contohnya juga tentang apa itu hard news dan soft news, wawancara tidak terencana dan terencana, dan lain-lain. Para mahasiswa, yang bukan saja dari STPMD “APMD”, tapi juga berasal dari beberapa kampus luar, yakni: dari Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta juga diberi waktu untuk bertanya. Antusias dari para mahasiswa terlihat ketika itu.

Di akhir kegiatan, Ade Chandra, M.Si, selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” mengapresiasi antusias dari para peserta kegiatan. Diharapkannya untuk ke depan, para mahasiswa lebih turut terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Kegiatan ditutup dengan pemberian beberapa cendera mata kepada kedua pemateri. (Herman E. Degei, Anggota Divisi Pers, IMaKo, STPMD “APMD” Yogyakarta)

Kuliah Tamu bertema “Keterbukaan Informasi Publik dan Implementasi Open Government” oleh Ir. A Hamid Dipopramono M.Si.

15027477_1833487040198057_7375055673667502360_nProdi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta, Senin (7/11) mengadakan Kuliah Tamu bertema “Keterbukaan Informasi Publik dan Implementasi Open Government” oleh Ir. A Hamid Dipopramono M.Si. Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) RI.
Hamid menjelaskan peran dan fungsi KIP. Lembaga ini mengurusi semua informasi lembaga publik, sedangkan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) hanya mengurusi lembaga penyiaran yaitu TV dan Radio. Jika KPK sering kita lihat menangkap koruptor, peran KIP adalah mencegah dengan cara setiap lembaga publik harus transparan, tak ada informasi yang dirahasiakan.
14917033_1833487126864715_2106321866894009975_oKIP belum lama ini menyidangkan sengketa tentang dokumen TPF Munir. Dalam amar putusan KIP antara lain menyebutkan kalau isi dokumen tersebut merupakan informasi yang harus dibuka dan diumumkan ke publik.
KIP juga melakukan MoU dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk mendorong keterbukaan informasi desa sebagai salah satu badan publik. Keterbukaan informasi diyakini akan meningkatkan pengetahuan masyarakat desa, memicu daya kritis yang pada akhirnya mendorong partisipasi pembangunan. Desa sebagai badan publik telah menjadi perhatian KIP, sesuai dengan UU KIP dimana badan publik wajib memberikan informasi publik.