Selamat Datang Doktor Pemberdayaan Masyarakat di Kampus Pembangunan

Sejak Kamis, 31 September 2017, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ”APMD” Yogyakarta secara resmi telah memiliki  satu lagi  dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dengan gelar Doktor, yaitu Dr. Yuli Setyowati, M.Si. Bu Yuli, demikian beliau biasa disapa, menyusul Dr. R. Widodo Tri Putro, M.Si., Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si., dan Dr. Supardal, M.Si. , yang telah terlebih dahulu menyelesaikan studi S3-nya. Berbeda dari tiga doktor sebelumnya yang menekuni bidang Administrasi Publik dan Ilmu Pemerintahan, Dr. Yuli Setyowati menyelesaikan studi S3 di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Studi S1 Ilmu Komunikasi diselesaikannya di Kampus UGM, jentang S2  Ilmu Komunikasi diselesaikannya di Kampus UNS Solo, dan dilanjutkan dengan jenjang studi S3 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat juga di Kampus UNS Solo dengan mengambil minat utama Corporate Social Responsibility (CSR).

Doktor Yuli Setyowati menyelesaikan Studi S3 dengan disertasi berjudul “Model Pemberdayaan Masyarakat “Kampung Preman” dalam Masyarakat Komunikatif Guyub Rukun (Program CSR PT. Sarihusada di Yogyakarta) ”.

Penelitiannya dilakukan di Kampung Badran Yogyakarta, yang telah lama dikenal dengan stigma “kampung preman”. Ketertarikan Dr. Yuli Setyowati melakukan penelitian tersebut dikarenakan adanya perubahan sangat signifikan yang terjadi di “kampung preman” tersebut. Situasi paradoks itulah sebagai pemantik untuk melakukan penelitian dalam rangka penyelesaian studi S3nya.

Disertasi tersebut telah dipertahankan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Universitas Sebelas Maret pada tanggal 31 Agustus 2017, di hadapan 9 orang Dewan Penguji, dengan predikat Cumlaude (dengan pujian). Predikat cumlaude dapat diraih karena IPK 4,00 dan waktu studi empat tahun. Disertasi tersebut dapat diselesaikan dalam bimbingan Prof. Dr. Widodo Muktiyo (promotor), Prof. Dr. Mahendra Wijaya, MS (co-promotor 1), dan Dr. Rum Handayani, M.Hum (co- promotor 2).

Disertasi ini juga telah menghasilkan enam tulisan, yaitu dua tulisan di jurnal internasional terindeks Copernicus, satu jurnal nasional terakreditasi, dan tiga prosiding seminar internasional. Adapun tulisan-tulisan tersebut sebagai berikut:

  1. The Agent of Change’s Communication Role in “kampong preman” Community Empowerment, di Academic Research International Journal.
  2. “Kampung Preman” Community Empowerment in Communicative Action Theoretical Study, di Advances in Social Sciences Research Journal.
  3. Tindakan Komunikatif Masyarakat “kampong preman” dalam Proses Pemberdayaan di Jurnal Nasional Terakreditasi ASPIKOM
  4. The Empowerment and Change of Public Stigma, prosiding Seminar Internasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2016.
  5. Participation Dynamics of The “kampong preman” Society in The Empowerment Process, prosiding Seminar Internasional Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
  6. Participative Leadership in “kampong preman” Community Empowerment, prosiding Seminar Internasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2017.

Waktu studi empat tahun diawali dengan  proses kuliah selama dua semester dengan menempuh 12 mata kuliah. Sebagai lanjutannya, ada tujuh tahap yang harus dilalui Dr. Yuli Setyowati untuk dapat meraih gelar doktornya. Tujuh tahapan tersebut meliputi Ujian Kualifikasi tulis, Ujian Kualifikasi lisan, Ujian Kelayakan proposal (ujian komprehensif), Ujian Seminar Proposal, Ujian kelayakan hasil disertasi, Ujian Tertutup, dan terakhir Ujian Terbuka Promosi Doktor.

IPK yang telah diraih dalam dua semester awal dapat dipertahankan oleh Dr. Yuli Setyowati dalam tahap-tahap selanjutnya hingga tahap terakhir di Ujian Terbuka Promosi Doktor.

Dengan telah selesainya studi S3, Dr. Yuli akan bisa segera kembali ke Kampus Pembangunan, untuk memperkuat barisan “Pembela Desa” di STPMD”APMD”pada umumnya dan di Program Studi Ilmu Komunikasi pada khususnya. Bidang studi pemberdayaan masyarakat ini sangat sesuai dan mendukung visi dan misi, baik Program Studi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” maupun STPMD “APMD”.

 

 

”Selamat Datang Doktor Pemberdayaan Masyarakat di Kampus Pembangunan!”

Tiga Ratus Pengelola Kampung dari Kabupaten Raja Ampat Belajar di STPMD

Lebih dari tiga ratus pengelola kampung se-Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pemerintah Kampung bagi Aparatur Kampung se-Kabupaten Raja Ampat  Provinsi Papua Barat  yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.  Setiap kampung mengirimkan tiga pengelola kampung, yang terdiri dari Kepala Kampung, Sekretaris Kampung, dan Bendahara Kampung.

Penyelenggaraan bimbingan teknis ini dibagi dalam dua angkatan. Angkatan pertama diselenggarakan tanggal 28 s.d. 31 Agustus 2017. Angkatan kedua diselenggarakan tanggal 4 s.d. 8 September 2017.  Materi Bimbingan Teknis meliputi pemahaman tentang UU No. 6 tahun 2014 (Undang-Undang Desa), RPJM Kampung, Pengelolaan Keuangan Desa/Kampung, Peraturan Kampung/Desa dan Badan Usaha Milik Desa /Kampung. “Selain pemberian materi di kelas, peserta juga diajak untuk berkunjung ke desa peraih juara pertama lomba desa tingkat nasional, yaitu Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, dan belajar dari best practice  pengelolaan BUMDES di Desa Ponggok, Klaten.” demikian diceritakan oleh Dr. R. Widodo Tri Putro, M.M., selaku ketua penyelenggara, sekaligus Direktur Pasca Sarjana Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Yogyakarta.

“Ini merupakan bentuk lain dari perwujudan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dengan STPMD “APMD”. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten juga telah mengirimkan warga masyarakat dan para pegawai untuk tugas belajar, baik pada jenjang S1 maupun S2 di STPMD. Kami berharap ilmu dan pengelaman yang kami dapatkan dari belajar bersama STPMD akan menginspirasi para pengelola kampung untuk membangun Raja Ampat.” demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Raja Ampat, Ibu Fransica Y. Wanma, S.Hut., M.Ec. Dev di sela-sela pelatihan.

STPMD Lanjutkan Program Pertukaran Budaya Internasional

Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”- Habib Muhsin, S.Sos, M.Si. dan Prof. Elizabeth – Presiden Direktur dari International Center for English Excellent (ICEE) yang berkantor pusat di Singapura,  menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang program pertukaran budaya, pada Senin, 7 Agustus 2017. Program ini melanjutkan program terdahulu, yang sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu.

Dari hasil evaluasi, program pertukaran budaya ini dirasa menguntungkan kedua belah pihak, terutama bagi para mahasiswa dan peserta pertukaran budaya dari berbagai negara di bawah koordinasi ICEE. Bagi mahasiswa STPMD, program ini dirasakan besar manfaatnya untuk bisa mengenal budaya dan kebiasaan yang berbeda dari berbagai Negara, sekaligus bisa memberi pengalaman konkrit berkomunikasi dengan native speaker. “Saya merasa kemampuan berbahasa Inggris saya meningkat pesat setelah sering berbicara dan bersendau-gurau dengan mereka.” kata Galuh, salah satu mahasiswi STPMD asal Klaten.

Bagi para peserta program pertukaran budaya yang dikirim ICEE, program ini memungkinkan mereka mengenal keberagaman budaya Indonesia, melalui kebersamaan mereka dengan mahasiwa STPMD yang berasal dari berbagai daerah dan berbagai suku yang ada di Indonesia. Keberagaman asal mahasiswa ini pulalah yang  menjadi salah satu alasan ICEE memilih STPMD “APMD” untuk menjadi partner dalam program ini. “I love STPMD’S mission!” tambah Prof. Lisa, dalam sambutannya saat penandatanganan MoU di ruang M.Soetopo, STPMD “APMD” Yogyakarta, Jl Timoho 317 Yogyakarta.

KERJASAMA PELATIHAN PENULISAN JURNALISTIK UNTUK MAHASISWA

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan bakat minat mahasiswa dalam penulisan jurnalistik, Redaksi Swara Kampus – Kedaulatan Rakyat mengadakan pelatihan jurnalistik mahasiswa yang diselenggarakan pada tanggal 22 Juli 2017. Pelatihan ini dilakukan di SKH Kedaulatan Rakyat, Jln. Mangkubumi 62 Yogyakarta.

Peserta pelatihan adalah mahasiswa/mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta baik yang berdomisili di Daerah Instimewa Yogyakarta maupun di Provinsi Jawa Tengah. Mahasiswa/mahasiswi ini adalah yang  memiliki minat akan penulisan jurnalistik. Setiap Perguruan Tinggi yang berminat dapat mewakilkan 3 mahasiswanya dalam kegiatan ini. Untuk STPMD “APMD” diwakili oleh Zetynia Purwaningtyas, Susi Karyati dan Andreas Bagas Wicaksono. Mereka bertiga selama ini aktif sebagai tim redaksi majalah dari prodi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial yang bernama LUPOS.

PERINTISAN KERJASAMA TRIDARMA DI TANAH FLORES

STPMD APMD sebagai sebuah institusi yang sudah berusia 51 tahun, kerjasama merupakan kemutlakan untuk institusi ini. Unit Humas dan Kerjasama sebagai sebuah unit kerja yang ada di STPMD APMD , salah satunya memiliki mandat untuk menginisiasi dan memperkuat kerjasama-kerjasama dengan berbagai pihak baik kerjasama dengan pihak pemerintahan maupun non pemerintah, baik di tingkat lokal, nasional ataupun internasional. Oleh karenanya diperlukan agenda yang harus dikerjakan untuk mewujudkan mandat tersebut. Agenda yang dilaksanakan salah satunya adalah dengan perintisan kerjasama dengan beberapa kabupaten di tanah Flores pada bulan Mei 2017.

Perintisan kerjasama di beberapa Kabupaten di Flores ini merupakan perencanaan yang sudah lama ingin diwujudkan mengingat tidak sedikit juga mahasiswa STPMD “APMD” yang berasal dari Nusa Tenggagara Timur terutama dari Pulau Flores. Dengan demikian diharapkan bukan hanya darma pendidikan saja yang dikembangkan dalam proses kerjasama ini namun juga darma penelitian maupun darma pengabdian kepada masyarakat.  Kerjasama Tri Darma ini ditujukan untuk peningkatan profesionalitas sumber daya manusia pada kedua belah pihak. Adapun beberapa Kabupaten yang diharapkan dapat bekerjasama dengan STPMD “APMD” antara lain adalah Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan lain-lain.

ANIMO MAHASISWA BARU DARI PROVINSI KALIMANTAN BARAT MENINGKAT

Beberapa tahun terakhir ini dataran Borneo terutama Provinsi Kalimantan Barat menyumbang cukup besar penerimaan mahasiswa baru di STPMD “APMD”. Dari tahun ke tahun animo generasi muda dari Provinsi Kalimantan Barat ini untuk menempuh studi di STPMD”APMD” meningkat. Mereka berasal dari berbagai Kabupaten antara lain Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Landak, dll.

Peningkatan animo untuk studi ke STPMD”APMD” ini selain dari hasil promosi yang terus menerus dilakukan oleh seluruh stakeholders kampus, namun juga kebutuhan Kalimantan Barat akan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dirasa cukup mendesak. Lebi-lebih dengan adanya UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengelola desa baik pada tataran atau level desa sampai dengan kabupaten dirasa sangat dibutuhkan. Oleh karena itu pilihan studi ke STPMD “APMD” menjadi tepat, karena sejak pendiriannya kampus ini memiliki orientasi untuk kemandirian masyarakat dan desa melalui pembangunan dan pemberdayaan.

SELEKSI PERANGKAT DESA PPK-APD STPMD “APMD” YK

Untuk yang kesekian puluh kali nya STPMD “APMD” melalui Pusat Pengembangan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa (PPK-APD) dipercaya sebagai Tim Penguji Seleksi Perangkat Desa. Alasan desa-desa di beberapa kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan pihak ketiga (PPK-APD “APMD”) antara lain agar Seleksi Perangkat Desa lebih transparan, obyektif serta kapabel dalam penyelenggaraan seleksi perangkat desa untuk memperoleh calon yang memiliki kualifikasi seperti yang diharapkan oleh Desa. Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa yang sejak berdiri konsisten untuk memajukan desa-desa di Indonesia merupakan lembaga yang tepat untuk kegiatan tersebut. Sejak terbitnya UU no 6/2014 tentang Desa, desa diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan seleksi perangkat desa (Sekdes, Kepala Seksi, Kepala Urusan maupun Kepala Dusun). Dari 3 kabupaten yang desa-desanya telah menjalin kerjasama dengan Tim Penguji dijumpai perbedaan persyaratan maupun model seleksi. Setelah calon lolos seleksi administrasi baru diijinkan mengikuti ujian yang model nya juga variatif. Melalui berbagai tahap penyaringan yang sangat ketat ini diharapkan akan diperoleh Perangkat Desa yang berkualitas untuk membawa desa kearah kemajuan yang menyejahterakan warga. Berdasarkan pemaparan Drs. Suharyanto, MM berikut ini disampaikan proses seleksi perangkat desa yang dilakukan di salah satu desa di Kabupaten Bantul DIY.

Seleksi Perangkat Desa Ngestiharjo Bantul

Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul merupakan salah satu desa yang menyelenggarakan seleksi perangkat desa dengan formasi cukup banyak yakni 7 formasi. Seleksi diselenggarakan pada tanggal 6 dan 7 Juli 2017 mulai pagi hingga sore hari. Seleksi diselenggarakan bekerjasama antara Panitia Pengisian Lowongan Pamong Desa Ngestiharjo dengan PPK-  APD STPMD “APMD” dengan personil inti : Drs. Suharyanto, MM; Drs. Hastowiyono, MS; Drs. Triyanto PR, MSi dan Ir. M. Barori, MSi. Seleksi diselenggarakan untuk pengisian lowongan: 1 (satu) orang Calon Carik Desa; 1 (satu) orang Calon Kepala Seksi Pemerintahan; 1 (satu) orang Calon Kepala Seksi Kesejahteraan; 1 (satu) orang Calon Kepala Seksi Pelayanan  dan 3 (tiga) orang Calon Dukuh dengan perincian 1 (satu) orang Dukuh Janten; 1 (satu) orang Dukuh Kadipiro dan 1 (satu) orang Dukuh Sonopakis. Para calon berkompetisi melalui Ujian Tertulis, Tes Psikologi, Ujian Praktik dan Wawancara. Tim Penguji (PPK-APD) berkewajiban untuk menyusun naskah soal Ujian Tertulis, Tes Psikologi, Ujian Praktik serta Panduan Wawancara; melaksanakan ujian dan mengoreksi hasil ujian serta menyerahkan Berita Acara dengan lampiran penilaian hasil ujian. Bahkan beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian, Tim Penguji menyampaikan: tahapan seleksi, ruang lingkup masing-masing yang diujikan, petunjuk mengerjakan soal beserta penilaian. Penyampaian dilakukan di kantor Desa Ngestiharjo yang dihadiri lengkap oleh Camat Kasihan, Kapolsek, Danramil, Pemerintah Desa, Panitia Pengisian Lowongan Pamong Desa Ngestiharjo serta seluruh peserta ujian. Sebagai bukti transparansi dan obyektivitas, pada acara Pembekalan tersebut juga disampaikan terkait dengan penyelenggaraan “koreksi bersama” pasca koreksi yang dilakukan oleh Tim Penguji dengan Panitia Desa. Dengan adanya koreksi bersama ini diharapkan tidak terjadi kekeliruan atas penilaian hasil seleksi. Setelah seleksi, Panitia Desa wajib mengumumkan pada hari yang sama hasil ujian masing-masing bidang beserta pembobotannya. Yang menarik pada seleksi perangkat desa di Kabupaten Bantul yaitu bahwa semua peserta harus mengikuti seluruh bidang ujian (Ujian Tertulis, Tes Psikologi, Ujian Praktik serta Wawancara), karena apabila mengundurkan diri, calon di denda sebesar Rp 25.000.000,-. (dua puluh lima juta rupiah). Sehingga peserta seleksi tidak diperkenankan iseng-iseng/ main-main dalam mengikuti proses seleksi.  Ketentuan ini termuat pada Perda Kabupaten Bantul nomor 5 tahun 2016 tentang Pamong Desa.

PEMBANGUNAN GEDUNG BARU

Sebagai upaya peningkatan sarana dan prasarana bagi mahasiswa, STPMD APMD  membangun gedung baru yang akan digunakan untuk ruang kuliah, ruang HMJ/Prodi,  Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), ruang kantor BAU dan Kantin.  Gedung tiga lantai tersebut  dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 500 meter persegi. Desain ruangan terbagi  atas ruang meeting,  ruang terbuka untuk diskusi,  ruang beraktivitas dan berkreasi, kantin serta klinik kesehatan bagi mahasiswa.  Peletakan batu pertama pembangunan gedung dilakukan oleh Ketua STPMD “APMD” , Bapak Habib Muhsin, SSos., MSi dan Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas, Bapak Ir. M. Barori, M.Si, pada tanggal 21 Juli 2017 dan direncanakan  akan selesai pengerjaannya di awal bulan Oktober. Pembangunan diserahkan kepada CV UNICON PERSADA.

Untuk sementara, selama pembangunan berlangsung ruang HMJ dan UKM dipindahkan di ruang   parkir STPMD APMD.

Harapannya, dengan bertambahnya fasilitas kampus, akan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan akademik dan non akademik, serta akan semakin   meningkatkan kompetensi dan kreativitas mahasiswa

PEMBEKALAN KKN: MENGELOLA POTENSI LOKAL UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA

STPMD “APMD” memiliki komitmen untuk tetap menyelenggarakan KKN sebagai salah satu pemenuhan kurikulumnya. KKN ini selain sebagai perwujudan dari darma pengabdian kepada masyarakat namun lebih dari pada itu KKN juga sebagai komitmen STPMD “APMD” terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Saat ini STPMD “APMD”  meyelenggarakan KKN  pada periode yang ke-50. KKN periode ke-50 ini dilaksanakan di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. KKN kali ini diikuti oleh 150 mahasiswa yang menempati 20 pedukuhan di Desa Pagerharjo. Seratus lima puluh mahasiswa yang akan mengikuti KKN ini berasal dari program studi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial, program studi Ilmu Komunikasi dan program studi Ilmu Pemerintahan.

KKN dilaksanakan selama 50 hari dari tanggal 26 Juli sampai dengan 13 September 2017, dengan ketentuan satu minggu pertama dipergunakan untuk observasi dalam rangkan untuk menemukenali potensi dan masalah yang terdapat di pedukuhan. Selanjutnya 5 minggu berikutnya dipergunakan untuk melaksanakan program kerja bersama masyarakat. Dalam rangka pemetaan potensi dan masalah serta pelaksanaan program  Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) selaku penyelenggara KKN telah melaksanakan pembekalan kepada mahasiswa peserta KKN dari tanggal 17 Juli sampai dengan 24 Juli 2017.  Materi pembekalan antara lain terkait dengan filosofi KKN, siklus  tahunan desa, pengorganisasian dan pengembangan jaringan, administrasi pemerintahan dan kependudukan, pengelolaan sampah, pemetaan isu dan masalah. Diharapkan dengan pembekalan yang sifatnya penyegaran ini mahasiswa akan mampu mengembangkan potensi-potensi lokal baik  yang ada di pedukuhan atau di desa.  Metode pembekalan dilakukan dengan ceramah, diskusi dan praktek. Pembekalan KKN diakhiri dengan general test yang dimaksudkan untuk melihat kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program kerja  KKN di desa.

LAGI, DOKTOR BARU LAHIR DARI KAMPUS STPMD “APMD”

Supardal salah satu dosen Prodi Ilmu Pemerintahan program S1 dan S2 telah berhasil meraih doktor Ilmu Politik di Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam waktu relatif cepat 3 tahun lebih sedikit (kata promotor I lulus tercepat dari ke 39 doktor yang telah dilahirkan UMY).

Supardal dengan bimbingan promotor I Prof. Bambang Cipto, MA dan promotor II Prof. Achmad Nurmandi MSc telah menyelesaikan desertasi berjudul : Transformasi Birokrasi Berbasis ICT di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, dalam waktu kurang dari 9 bulan sudah memasuki tahap Ujian Tertutup akhir Oktobr 2016 dengan Tim Punguji : Prof. Dr.Tulus Warsito, M.Si, Prof Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA,  Dr. Acmad Nurmandi, MSc, Dr. J. Hasse, MA, Dr. Ulung Pribadi, M.Si dan Dr. Mega Hidayati, MA. Dari hasil ujian tertutup yang berlangsung sekitar70 menit dinyatakan lulus dan layak dipromosikan doktor pada ujian terbuka (pengukuhan doktor)

Proses revisi berlangsung sampai akhir Desember dan seharusnya bulan Januari sudah bisa dipromosikan doktor karena sudah memenuhi semua persyaratan. Namun promotor menyarankan untuk melaksanakan publikasi dalam jurnal internasional terlebih dahulu. Untuk memenuhi hal tersebut Supardal mengikuti seminar internasional di Bali dalam : 5th International Conference on Applied Business and Economic Research (ICABER-2017) . Adapun judul makalahnya adalah : “Do Information Communication Tecnology Initiative have Effect on Local Government Bureaucracy Transformation”. Selanjutnya dari hasil seminar internasional itu dipublikasikan dalam  jurnal internasional dengan index Scopus.

Setelah desertasi dipresentasikan dalam forum seminar internasional, pada tanggal 26 Juni 2017 dilaksanakan ujian terbuka atau pengukuhan doktor dengan tim dewan penguji : Dr.Tulus Warsito, M.Si, Prof Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA,  Dr. Acmad Nurmandi, MSc,  , Dr. Ulung Pribadi, M.Si, Dr. Suranto, M.Pol, serta Ketua Dewan Penguji Muhammad Nurul Yamin, M.Si, dengan hasil sangat memuaskan.