Aneka Kegiatan Memeriahkan DIES NATALIS Ke-47

festival kuliner daerah
festival kuliner daerah

Tahun 2012 ini, STPMD “APMD” genap berusia 47 tahun. Puncak perayaan ulang tahun digelar Sabtu, 17 November 2012, dengan agenda utama Laporan Tahunan Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin, S.Sos., M.Si. dan Pidato Dies oleh Prof. Slamet PH., MA., M.Ed., MA., MLHR., Ph.D. Dalam Pidatonya, Prof. Slamet menyampaikan harapannya agar STPMD “APMD” mulai merencanakan pengembangan kelembagaan, untuk menjadi Institut atau Universitas. Ketua STPMD “APMD” menyambut baik harapan yang disampaikan oleh Prof. Slamet ini, “Iya, kita memang harus mulai memikirkan program pengembangan itu!” demikian dikatakannya seusai acara.
Sebelum acara puncak, serangkaian kegiatan telah digelar, antara lain : Bakti Sosial berupa pembagian sembako dan pengobatan gratis, Lomba pidato Bahasa Inggris, Lomba Debat dan Lomba Stand Up Comedy, Ziarah ke makam para pendiri, jalan sehat, lomba tenis meja, lomba bakiak, lomba egrang, Lomba memindahkan belut, Lomba Teka Teki Silang Bahasa Jawa, Festival Kuliner Daerah, Pelatihan Sistem Informasi Desa dan Siklus Tahunan Desa, Seminar Nasional dan Launching Buku, Serta Malam Tirakatan.
Kegiatan-kegiatan tersebut digelar dengan melibatkan segenap Dosen, Karyawan dan mahasiswa STPMD “APMD”. Kemeriahan mewarnai suasana Dies Natalis ke-47 di tahun 2012 ini.

POSDAYA Binaan “APMD”: Produksi Tempat Sampah dari Bambu secara Massal

Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) Binangun Sejahtera di Kecamatan Sentolo Kulonprogo, salah satu POSDAYA yang didampingi oleh Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta akan segera memproduksi tempat sampah dari bambu secara massal. Menurut rencana, akan diproduksi sebanyak 12.000 – 15.000 keranjang sampah, yang akan dibagikan kepada setiap kepala keluarga di Kecamatan Wates Kulonprogo. Hal ini untuk memenuhi permintaan Bupati Kulonprogo yang ingin menyukseskan gerakan kota bersih, sekaligus untuk mengapresiasi  karya-karya warga masyarakatnya.

Selain usaha produktif membuat barang kerajinan, POSDAYA Binangun Sejahtera juga sudah merintis terbentuknya Taman Bacaan Masyarakat, PAUD, Bimbingan Belajar, Majalah Dinding, Jamban Keluarga, pembuatan pupuk organik, dan berbagai bentuk usaha pemberdayaan yang lain.

Selain di Kecamatan Sentolo, STPMD “APMD” juga melakukan pendampingan POSDAYA di Kecamatan Lendah (Kulonprogo), Kecamatan Tepus dan Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunung Kidul. Dalam waktu dekat, APMD juga akan melakukan pendampingan POSDAYA di Kecamatan Kraton dan Kecamatan Pakualaman wilayah Kota Yogyakarta.

Gerakan pembentukan POSDAYA yang dimotori oleh Yayasan DAMANDIRI digalakkan untuk membantu pengentasan kemiskinan dan untuk mendukung pencapaian MDG’S 2015. POSDAYA berfokus pada empat pilar pemberdayaan, yaitu pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan hidup, meskipun bisa juga dikembangkan di bidang-bidang lain seperti bidang keagamaan dan seni-budaya.

Gerakan POSDAYA mengajak peran serta Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Keuangan atau Bank. Dengan upaya sinergis ini, diharapkan masyarakat yang mandiri, melalui keluarga-keluarga yang mandiri akan  segera terwujud.

“Sebagai perguruan tinggi yang konsisten menaruh perhatian pada pembangunan masyarakat desa dan ingin menjadi perguruan tinggi yang terpercaya sebagai pelopor pembangunan masyarakat desa, APMD Jogja berkepentingan untuk mendukung sepenuhnya program POSDAYA ini!” ungkap Drs. Hardjono, M.Si., Penanggungjawab pendamping POSDAYA  yang sekaligus Kepala P3M di STPMD “APMD” Yogyakarta.

“APMD” Semakin Dipercaya Pemerintah Daerah

Semakin banyak pemerintah daerah yang mengirimkan aparat dan anggota masyarakatnya untuk belajar di STPMD “APMD” Yogyakarta. Belum lama ini, Pemda Sarolangun Prov. Jambi mengirimkan para camat dari kabupaten tersebut untuk mengikuti paket bintek kepemimpinan lokal dengan tema “Revitalisasi Kecamatan di Era Otonomi dan Desentralisasi”. Bintek ini digelar sejak tanggal 7 s.d. 11 Maret 2012 , di Hotel Whiz, Jl Dagen No.8 Malioboro, Yogyakarta. Para pemateri dalam acara tersebut ialah dosen-dosen STPMD “APMD”, antara lain : Drs. Jaka Tri Widaryanta, M.Si.; Drs. Sutoro Eko Yunanto, M.Si.; Drs. Y.B. Widyohari Murdiyanto, M.Si. dan Drs. Hardjono, M.Si. Acara bintek ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang diselenggarakan oleh STPMD “APMD” bagi para kepala desa se-Kabupaten Sarolangun  pada bulan November 2011 yang lalu.

Selain pemerintah Kab. Sarolangun, beberapa pemerintah daerah lainnya, yaitu : Kabupaten Dairi SUMUT, Serdang Bedagai SUMUT, Batubara SUMUT, Muaro Jambi, Sangasanga Kaltim, Paser Kaltim, Minahasa Tenggara, Polewali Mandar dan Polewali Mamasa Sulawesi Barat juga pernah mengirim aparat pemerintah dan masyarakatnya untuk mengikuti pelatihan di STPMD “APMD”. “Kabupaten Polewali Mandar sudah sepuluh kali mengirimkan aparatnya mengikuti pelatihan di STPMD ‘APMD’,” demikian dikatakan Wakil Ketua III sekaligus Kepala Pusat Pembaharuan Desa Berkelanjutan (PPDB), Drs. YB. Widyohari Murdiyanto, M.Si.

“Berbagai pelatihan tersebut merupakan manifestasi dari perhatian khusus STPMD “APMD” pada pembangunan masyarakat desa. Concern ini dikedepankan sebagai standing position dalam rangka merespon perkembangan sosial, budaya, dan politik yang semakin meminggirkan masyarakat desa.” demikian dikatakan Habib Muhsin, S.Sos., M.Si., Ketua STPMD “APMD”.

Program pendidikan formal jenjang studi D3,S1 dan S2 yang diselenggarakan oleh STPMD “APMD” juga diminati oleh masyarakat daerah. Pemerintah daerah Kabupaten Paser-Kalimantan Timur, pada tahun 2011 yang lalu , memfasilitasi pengiriman 54 putra-putri daerah. Demikian juga pemerintah Kab. MAPPI-Papua, mengirimkan 19 putra-putri daerah. Bahkan pemerintah Negara Timor Leste juga telah menandatangani MoU kerjasama dengan STPMD “APMD” dan telah mengirimkan mahasiswa tugas belajar. Pihak swasta pun ternyata juga menaruh kepercayaan kepada STPMD “APMD”. PT. KALTIM PRIMA COAL, misalnya,  mengirimkan putra-putri daerah Kutai Timur dan memberikan beasiswa penuh untuk belajar di STPMD “APMD”.

“Semakin maraknya pembangunan di daerah, otonomi daerah, dan pemekaran daerah merupakan faktor utama banyaknya peminat putra-putri daerah untuk kuliah di APMD. Selain itu,   biaya kuliah di STPMD “APMD” masih sangat terjangkau sehingga mahasiswa daerah masih berkesempatan mendapatkan proses pembelajaran yang berkualitas, dengan biaya yang tidak mahal,” ujar  Theodorus Wuryantono, Kepala HUMAS sekaligus Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru.***

“APMD” Kembangkan Kerjasama Luar Negeri

Baru-baru ini, ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Habib Muhsin, S.Sos., M.Si. menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan salah satu universitas swasta terkemuka di USA, Brigham Young University (BYU). Kerjasama yang dijalin meliputi program pertukaran pengajar dan peneliti antar kedua perguruan tinggi, sharing ilmu dan pengetahuan yang dikembangkan oleh masing-masing perguruan tinggi, dan pengembangan program-program pelatihan di kedua perguruan tinggi. Mengawali kerjasama, di tahun 2012 ini, kedua perguruan tinggi melakukan penelitian bersama di lereng Merapi, tentang dampak erupsi Merapi di bidang sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Bukan hanya kali ini saja, STPMD “APMD” menjalin kerjasama dengan luar negeri. Kerja sama dengan pemerintah Timor Leste bahkan sudah dirintis  sejak tahun  2009 yang lalu. Hampir setiap tahun, pemerintah Timor Leste mengirimkan mahasiswa tugas belajar. Untuk mempermudah pengurusan dokumen keimigrasian bagi mahasiswa yang berasal dari luar negeri, APMD membuka unit pelayanan khusus dokumen keimigrasian.

Selain kerjasama luar negeri, kerjasama dengan berbagai pihak di dalam negeri juga terus dikembangkan. Berbagai pemerintah daerah di Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan STPMD “APMD”. Kerjasama yang dikembangkan antara lain dalam bentuk pengiriman mahasiswa tugas belajar, penyelenggaraan pelatihan pengembangan SDM daerah, dan penelitian pengembangan potensi daerah. Tahun 2012 ini, pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang-Papua, mengirimkan lima mahasiswa tugas belajar. Hal yang sama pernah dilakukan pemerintah Kabupaten Mappi-Papua dan Kabupaten Paser-Kaltim, yang masing-masing mengirimkan 19 dan 54 putra-putri daerah untuk belajar di APMD di tahun 2011 yang lalu.

Beberapa pemerintah daerah yang lain mengirimkan aparatnya untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SDM di APMD. Beberapa pemerintah daerah tersebut antara lain : Kab. Sarolangun-Jambi, Kab. Dairi SUMUT, Serdang Bedagai SUMUT, Batubara SUMUT, Muaro Jambi, Sangasanga Kaltim, Paser Kaltim, Minahasa Tenggara, Polewali Mandar dan Polewali Mamasa Sulawesi Barat.

Kerjasama dengan pihak swasta juga dijalin, antara lain dengan PT. KALTIM PRIMA COAL, sebuah perusahaan tambang terkemuka di Kalimantan Timur, yang setiap tahunnya mengirimkan beasiswa bagi mahasiswa APMD yang berasal dari wilayah sekitar tambang.

“Ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan di STPMD sangat khas, dan sangat berpihak kepada kelompok masyarakat marginal, terutama masyarakat desa. hal inilah mengundang minat berbagai pihak yang memiliki visi-misi serupa, untuk menjalin kerjasama dengan kami!” demikian diungkapkan oleh Theodorus Wuryantono, kepala Humas dan kerjasama STPMD “APMD” Yogyakarta.

Ilmu Komunikasi STPMD Latih Jurnalis Muda Temanggung

SEJUMLAH pengurus majalah dinding dan buletin SMA di Temanggung berkumpul di arena “Temanggung Book Fair 3”, di Pendopo Pengayoman, rumah dinas Bupati Temanggung, Selasa, 19 Juni 2012. Mereka secara khusus mendapat pelatihan dari Prodi Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.

Kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Ilmu Komunikasi kali ini menurunkan tiga dosen dan seorang mahasiswa, dengan materi antara lain: menulis berita, teknik wawancara, fotografi jurnalistik, dan manajemen media. Dosen yang mengisi materi pelatihan yang berlangsung di luar ruangan, di bawah pohon rindang tersebut, antara lain, Ade Chandra, S.Sos, M.Si, Habib Muhsin, S. Sos, M.Si, dan Drs Tri Agus Susanto. Sementara seorang mahasiswi, Stara yang sudah sering menulis di media massa di Yogyakarta, juga menceritakan pengalaman dan trik-trik menjadi penulis artikel.

Ade Chandra mengawali dengan teknik menulis berita dan pengantar tentang fotografi jurnalistik. Dijelaskan secara sederhana bagaimana ‘senjata’ para wartawan menulis berita yaitu menggunakan 5W dan 1 H. Habib Muhsin melanjutkan dengan materi teknik wawancara. Beberapa tips diberikan kepada siswa bagaimana persiapan, pelaksanaan dan setelah wawancara. Sementara Tri Agus Susanto menjelaskan tentang manajemen media. Awak redaksi dan usaha dalam sebuah media tak boleh saling merasa paling penting. Semua penting demi kemajuan media yang bersangkutan.

Peserta, sebanyak 37 siswa, datang dari berbagai SMA, SMK, STM, dan MAN di seluruh Temanggung. Mereka umumnya pengurus penerbitan sekolah, namun ada juga siswa yang belum mempunyai penerbitan apapun di sekolah mereka. Mereka sangat antusias bertanya dan menyampaikan pengalaman mereka menerbitkan media. Salah seorang peserta dari STM Pembangunan Maron, yang sudah menerbitkan buletin STEMBA, menanyakan mengenai bagaimana menggairahkan dunia jurnalistik bagi siswa SMA.

Pertanyaan peserta ini menjadi diskusi menarik. Salah satu tujuan dari pelatihan jurnalistik untuk siswa SMA ini adalah agar pelajar di Temanggung mengenal dan menyenangi dunia jurnalistik. Kurangnya gairah masyarakat Temanggung dalam dunia membaca dan menulis, salah satunya ditandai dengan minimnya toko buku dan penerbitan dari kota tembakau ini. Bahkan grup-grup media besar di Indonesia belum berani membuat koran semacam radar atau tribun seperti di kota-kota lain.

Pelatihan Jurnalistik untuk SMA, diyakini menjadi awal dari bergairahnya dunia jurnalistik di Temanggung. Mohamad Saadi, seorang jurnalis, panitia “Temanggung Book Fair 3” yang bekerjasama dengan Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” menyelenggarakan pelatihan jurnalistik, mengaku senang dengan kegiatan ini. Diharapkan tahun depan bisa diadakan lagi, dan di Temanggung tentunya sudah muncul para jurnalis muda dan penerbitan baru, entah koran, majalah atau tabloid. (*)

Drs. Tri Agus Susanto, M.Si
Sekretaris Prodi Ilmunkomunikasi
STPMD “APMD” Yogyakarta
Sumber.

Lulusan STPMD Sampai Timor Leste

Pada Sabtu, 26 Mei 2012 lalu, STPMD “APMD” Yogyakarta mewisuda 129 lulusan yang terdiri dari 8 lulusan Diploma tiga, 102 Sarjana (S1), dan 19 lulusan Pascasarjana (S2). Hingga saat ini STPMD “APMD” telah berhasil meluluskan 14.633 lulusan. Para lulusan ini tersebar di seluruh penjuru tanah air dan negeri tetangga (Timor Leste). Mereka menekuni berbagai profesi seperti: PNS, Anggota legislatif, TNI, Polri, Pegawai swasta, Dosen, Peneliti, Jurnalis, Pelaku Media, LSM, Penggerak/ pemberdaya masyarakat serta wiraswasta, dll.

Dalam sambutannya, Ketua STPMD ‘APMD’, Habib Muhsin, S.Sos, M.Si mengatakan wisuda bukanlah puncak dari perjuangan. “Di hadapan saudara terbentang berbagai persoalan bangsa yang berat dan kompleks, seperti lapangan pekerjaan, korupsi, kemiskinan, ketidakberdayaan masyarakat, menurunnya nilai–nilai kebangsaan dan lain sebagainya. Di tangan saudara sebagai agen perubahan, diharapkan mampu memberikan solusi terbaik bagi bangsa,” tambah Habib Muhsin.

Habib Muhsin juga menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis, seperti tindak kekerasan terhadap diskusi di kampus. Ia yakin pendidikan mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar. STPMD “APMD” diharapkan mampu membentuk pola pikir dan perilakumahasiswa yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman.

Lulusan STPMD “APMD” dengan profesi apapun yang ditekuni tidak sekadar menekankan dimensi pikiran (intelektual), mengabaikan dimensi yang menyangkut budi pekerti (kekuatan batin, karakter). Selain itu, wisudawan diharapkan bukan generasi yang mengidap split personality (kepribadian yang pecah), lemah dalam mensikapi persoalan dan mudah terombang ambing.Untuk itu mandat sebagai “pelopor pembangunan masyarakat desa” harus melekat dalam diri alumni kampus ini di manapun berada.

Secara khusus Ketua STPMD ‘APMD’ memberikan langsung ijazah dan penghargaan kepada lima wisudawan dengan IPK tertinggi. Mereka adalah Exwan Novianto Shut, M.Si pascasarjana Ilmu Pemerintahan (3,79), Minardi SIP dari Ilmu Pemerintahan (3,88), Johan Nasruddin Firdaus SIKom dari Ilmu Komunikasi (3,68), Sr. Sebastian S S.Sos dari Ilmu Sosiatri (3,65), dan Melkisedek Tapehen Amd dari D3 Pembangunan Masyarakat Desa (3,84)

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas, Ir. M. Barori M.Si, mengingatkan sivitas akademika STPMD “APMD” bahwa pada tahun 2015 mendatang kampus tercinta akan berusia lima puluh tahun atau setengah abad yang biasa disebut ulang tahun emas. “Sehubungan dengan ulang tahun emas STPMD “APMD” tiga tahun mendatang, saya ingin mengingatkan dan mengajak kita semua, marilah kita jadikan ulang tahun emas STPMD “APMD” sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Tentu saja, perubahan demi meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan di kampus kita,” tambah Barori.

Drs. Tri Agus Susanto, M.Si
Ketua Panitia Wisuda STPMD “APMD” TA 2011/2012

 

PELUNCURAN BUKU KARYA MAHASISWA DI ACARA WISUDA

Buku berjudul “DINAMIKA POLITIK LOKAL dalam TEORI DAN PRAKTEK”, yang merupakan hasil karya mahasiswa APMD diluncurkan di acara wisuda, Sabtu 26 Mei 2012. Buku ini berisi hasil riset mahasiswa terhadap dinamika pelaksanaan otonomi daerah dan pemekaran daerah di beberapa kabupaten di Indonesia, yaitu Kab. Sintang, Kab. Maybrat, Kab.Nunukan, Kab.Ketapang, dan Kota Jogjakarta.

“Buku ini kami persembahkan kepada almamater, sebagai bentuk cinta dan terima kasih kami!” demikian dikatakan oleh Titus Umbu Jawa Ray, editor dari buku tersebut, sesaat sebelum menyerahkan buku kepada Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin, S.Sos., M.Si.

Periode ini, STPMD “APMD” mewisuda 129 lulusan, terdiri dari 8 orang lulusan D3 Prodi Pembangunan Masyarakat, 44 orang lulusan S1 Prodi Ilmu Pemerintahan, 35 orang lulusan S1 Prodi Ilmu Komunikasi,  23 orang lulusan Prodi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Masyarakat. dan  19 orang lulusan S2 Prodi Ilmu Pemerintahan.   Lulusan terbaik Prodi Pembangunan Masyarakat Desa (D3) disandang oleh  Melkisedek Tapehen, dengan IPK 3,84.  Lulusan terbaik Prodi Ilmu Sosiatri  (S1) dissandang oleh  Sr. Sebastian,  dengan IPK 3,68. Lulusan terbaik Prodi Ilmu Komunikasi (S1) disandang oleh  Johan Nasrudin Firdaus, dengan IPK 3,84.  Lulusan terbaik Prodi Ilmu Pemerintahan (S1) disandang oleh  Minardi, dengan IPK 3,88.  Sedangkan lulusan terbaik Prodi Ilmu Pemerintahan (S2) disandang oleh Exwan Novianto, S.Hut., dengan IPK 3,79.

PEMILU 2014, PEMILIH KEMBALI “MENCOBLOS”

Berbeda dengan pemilu yang lalu, pemilu yang akan datang ini pemberian suara oleh pemilih akan kembali dilakukan dengan “mencoblos”, bukan mencontreng. Hal ini dikemukakan oleh Muhammad Najib, anggota KPU Provinsi DIY, dalam Stadium General yang digelar oleh Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Yogyakarta, Rabu, 23 Mei 2012. Acara yang diselenggarakan di ruang seminar STPMD “APMD” ini mengangkat tema “Membedah Undang-Undang Pemilu Baru”.

Hadir juga dalam acara tersebut Sosiolog UGM, Ari Sujito, SIP., M.Si. sebagai pembicara. Dalam presentasinya, Ari Sujito menyampaikan kritiknya terhadap penyelenggaraan pemilu selama ini, yang dinilainya mewah secara teknis, tetapi murahan dari segi kualitas dan moral.  “Money Politics secara tegas dilarang, tetapi dalam prakteknya, betapa kita dengan mudah menemukan permakluman terhadap praktek-praktek money politics ini !”demikian dikatakan Ari Sujito.

Stadium general yang dimoderatori oleh Drs. Jaka Triwidaryanto, M.Si ini dihadiri lebih dari 125 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Tim Futsal STPMD”APMD” Kedatangan Tamu Istimewa

Senin 14 Mei 2012, tim Futsal STPMD”APMD” kedatangan tamu istimewa, tim futsal IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan bermain dalam laga persahabatan antar tim kedua kampus,  Laga persahabatan tersebut merupakan kelanjutan dari serangkaian kegiatan Studi Komparatif Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi di Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD”APMD”.

Tim futsal STPMD”APMD” yang mengenakan rompi hijau mengirimkan jagoannya yang dipimpin Andri selaku kapten. Sedangkan IAIN Sulthan Thaha selaku tim tamu mengenakan kostum abu-abu dengan garis-garis hitam yang dipimpin Sudarman selaku Kapten. Laga yang berlangsung di Jogja Futsal Land tersebut dimenangi tim tuan rumah dengan skor telak 14-2. Namun skor bukanlah tujuan utama, persahabatan antar pemain dan kedua kampuslah yang lebih utama. “Ini adalah laga untuk mempererat ikatan kekeluargaan antar pemain, terlebih antar kedua kampus, jadi berapa pun skor akhir dari pertandingan bukan menjadi prioritas”, tutur sang kapten yang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan di STPMD”APMD”.

Laga yang dipimpin Hengky, mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan STPMD”APMD” selaku pengadil memberikan arahan kepada kedua tim sebelum pertandingan dimulai. Setelah berfoto bersama, pertandingan dimulai. Tampil di depan para supporter dari kedua tim, tim futsal APMD mendominasi sepanjang pertandingan, dengan gaya permainan sentuhan dari kaki ke kaki antar pemain (one-two) ditambah skill individu yang mumpuni membuat kesulitan bagi tim tamu untuk mengembangkan permainannya. Deva, selaku penjaga gawang IAIN Sulthan Thaha berjibaku menahan gempuran dari para pemain tuan rumah. Tepat jam 14.00 pertandingan usai, para pemain dan supporter kedua tim saling berjabat tangan. Semoga ini awal yang baik untuk kedua institusi maupun mahasiswa kedua kampus.

 

Sundario

Staff Humas STPMD”APMD”

MOU Pemkab Kulon Progo -Yayasan Damandiri – STPMD “APMD”

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” bersama beberapa Perguruan Tinggi Negeri Negeri/Swasta mengadakan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Yayasan Damandiri. MoU tersebut dilaksanakan dalam rangka pengembangan POSDAYA dalam rangka pengentasan kemiskinan. Berita selengkapnya ada di sini.