MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA!!!

KKN Reguler periode 51 STPMD “APMD”

KKN periode 51 dilakukan bekerjasama dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengusung tema“ Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Lokasi pelaksanaan KKN adalah Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul.Waktu pelaksanaan KKN adalah  50 hari yang akan dimulai tanggal 19 Juli sampai 6 Setember 2018, dan dikuti oleh 173 mahasiswa dari program studi Ilmu Sosiatri, Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi. Sebelum diterjunkan ke lokasi mahasiswa diwajibkan mengikuti pembekalan dikampus selama seminggu. Pembekalan yang diberikan meliputi penjelasan tentang pelaksanaan KKN, tentang Kebijakan pembangunan di Kecamatan Semanu, tentang potensi dan masalah pembangunan desa Dadapayu, tentang kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dan pembuatan rumah data, tentang fasilitasi, pengorganisasian masyarakat dan pengembangan jaringan, tentang pengembangan potensi lokal untuk kesejahteraan keluarga, tentang pemetaan isu dan masalah dalam perencanaan program KKN. Para narasumber yang dihadirkan dalam pembekalan tersebut disamping camat Semanu, kepaladesa Dadapayu, Dosen2 STPMD, juga Kepala Perwakilan BKKBN DIY,  Drs. Bambang Marsudi, MM dan Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat, Prof. Drh. Rizal Damanik M.Rep.Sc, PhD. Pembekalan diakhiri oleh DPL dengan materi pengarahan observasi. Setelah pembekalan mahasiswa juga wajib mengikuti general test untuk mengevaluasi pemahaman dan kesiapan mahasiswa melaksanakan KKN.

Penerjunan KKN regular periode 51 STPMD “APMD” Yogyakarta

Pada hari kamis, tanggal 19 Juli 2018, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) melepas 173 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di desa Dadapayu Kecamatan Semanu Kabupaten Gunung Kidul. KKN kali ini bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN DIY dengan mengambil tema “Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), dengan target utama pembuatan rumah data di kampung KB. Upacara pelepasan dilakukan di depan Hall STPMD “APMD” dandi pimpin oleh Kepala P3M STPMD “APMD” Dra. Widat, lic.rer.reg.

Serah Terima Mahasiswa peserta KKN di Balai Desa Dadapayu

Pukul 10.00, hari kamis, 19 Juli 2018 acara serah terima mahasiswa peserta KKN STPMD “APMD” Yogyakarta dilakukan di Balai Desa Dadapayu. Hadir pada acara tersebut Pimpinan STPMD “APMD”, Perwakilan BKKBN DIY, Camat, Polsek dan Koramil kecamatan semanu, dukuh-dukuh dan perangkat desa dadapayu. Acara dimulai dengan pembukaan dan doa bersama, sambutan selamat datang dari perangkat desa Dadapayu, penyerahan peserta KKN kepada kepala desa oleh ketua STPMD dan kemudian di terima oleh Kasi Pemerintahan desa Dadapayu. Acara diakhiri sambutan-sambutan dari Perwakilan BKKBN DIY dan Sekretaris Camat Semanu.

RISET AKSI, RISET PEMBERDAYAAN

Program studi Ilmu Sosiatri/Pembangunan Sosial menggelar workshop metodologi penelitian yang yang memiliki tujuan pada pemberdayaan masyarakat. Workshop ini dilatarbelakangi dari hasil evaluasi pembelajaran, khususnya tentang model-model penelitian yang dilakukan oleh dosen prodi Ilmu Sosiatri yang selama ini cenderung menggunakan model semi kualitatif, dalam arti model penelitian kualitatif, namun belum murni kualitatif. Model penelitian yang seperti ini memiliki manfaat pada dunia akademisi namun kurang memiliki kemanfaatan untuk masyarakat yang meng menjadi subyek penelitian. Bagi masyarakat lokasi penelitian, nampaklah bahwa penelitian semi kualitatif baru menangkap kulit/baju problematika lapangan, namun kurang membawa manfaat nyata untuk mengatasi problematika masyarakat di lokasai penelitian. Peneliti cenderung datang, tanya, mendengar, tegursapa, dan menganalisnya untuk kepentingan dunia akademik semata. Masyarakat hanya sedikit mendapatkan keuntungan dari publikasi hasil penelitian tersebut.

Oleh karena itu, ke depan model penelitian juga akan menuju pada pola penelitian dengan mengaplikasikan model riset aksi / action research yang menggabungkan antara riset dengan pemberdayaan masyarakat. Dalam kerangka inilah diadakan refreshing, yaitu action research workshop pada hari Rabu, 18 Juli 2018, yang diikuti oleh semua dosen STPMD “APMD”, bukan hanya dosen prodi Ilmu Sosiatri. Pematerinya adalah dosen PSdK Fisipol UGM, yaitu Dr. Krisdyatmiko. Pelatihan mendapat sambutan antusias karena ide-ide/gagasan yang dilontarkan mampu memicu perdebatan akademik dan memecah kebekuan praktek penelitian yang selama ini dilakukan oleh mayoritas dosen. Secara riil, model penelitian ini akan mulai dilakukan pada semester satu, tahun akademik 2018/2019 oleh beberepa dosen prodi IlmuSosiatri/Pembangunan Sosial.

Tempat Belajarnya Para Perangkat Desa Prodi PMD

Prodi PMD STPMD Jogjakarta Upayakan Cetak Lulusan Profesional

Jika biasanya mahasiswa yang tengah menimba ilmu di kampus menggunakan seragam sesuai ketentuan kampus, atau menggunakan pakaian bebas nan rapi. Namun, ada yang berbeda di salah satu ruang kuliah Program Studi (Prodi) Pembangunan Masyarakat Desa Diploma III Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD “APMD”) Jogjakarta, mahasiswanya malah menggunakan seragam PNS. “Di sini khusus mendidik perangkat desa dan penggiat desa demi pembangunan desa yang lebih baik,” ungkap Sekretaris Prodi PMD STPMD Jogjakarta Sri Suminar.

Sehingga tidak heran jika mahasiswa prodi PMD STPMD Jogjakarta sebagian besar merupakan komponen perangkat desa. Seperti kepala dukuh, kepala desa, kepala seksi, bahkan bendahara desa juga kuliah di sini. “Memang mahasiswanya sangat bervariasi sekali. Beberapa diantaranya merupakan Kades Wonokerto, Kades Ngestiharjo, dan Kades Pagerharjo,” jelas Minar sapaannya. Sehingga tidak heran, Prodi ini  membuka kelas sore. Pasalnya mahasiswa setiap pagi harus bekerja terlebih dahulu.

Mata kuliah yang disajikan pun seputar pendampingan desa. Seperti, pengorganisasian masyarakat, pengembangan lembaga kemasyarakatan desa, pengelolaan aset desa, pengelolaan keuangan desa, perencanaan pembangunan desa, metode penelitian pedesaan, dan sosiologi pedesaan. “Semua mata kuliah mengarah kepada semua hal yang berkaitan dengan desa. Semua yang dibutuhkan oleh desa disediakan, terutama desa-desa yang ada di pelosok,” tandasnya.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan prodi ini juga  menerima mahasiswa fresh gareduate dari lulusan SMA yang sebelumnya memang belum pernah punya pengalaman menjadi perangkat desa untuk bergabung.Minar menjelaskan saat ini kebutuhan peningkatan perangkat desa sangat mendesak, sehingga kurikulum yang diterapkan juga menyesuaikan dengan kebutuhan perangkat desa. “Setiap lima tahun sekali kurikulum dievaluasi selaras dengan kebutuhan Desa,” tegasnya.

Peminat Prodi PMD STPMD Jogjakarta dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 peminatnya bahkan sudah meningkat sebanyak 100 persen. Oleh karena itu, khusus tahun ajaran 2017/2018 Prodi PMD STPMD Jogjakarta mampu membuka tiga kelas untuk perangkat desa. Terbagi menjadi dua kelas perangkat desa, dan satu kelas  terdiri dari perangkat desa dan kelas reguler. “Semoga tahun ajaran selanjutnya, peminatnya akan bertambah,” harap Minar.

Keunggulan prodi PMD STPMD Jogjakarta yaitu punya ilmu yang sangat spesifik. Sehingga ke depannya lulusan dicetak untuk betul-betul profesional, tentunya sesuai dengan yang sudah diajarkan di kampus. “Karena diploma III, jadi kami lebih banyak praktik. Setiap mata kuliah, selalu dipraktikkan di desa. Sasaranya memang betul-betul adalah masyarakat,” jelasnya. Minar berharap lulusan nantinya bisa menjadi pendamping desa yang kompeten di bidangnya, serta selalu mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan kebutuhan masyarakat. SUKARNI MEGAWATI/RADAR JOGJA

WISUDA MEI 2018

Pada periode wisuda bulan mei, STPMD “APMD” kembali mewisuda sebanyak 145 lulusan yang terdiri dari 1lulusan Diploma Tiga, 22 lulusan Prodi Ilmu Sosiatri (S1), 20 Lulusan Prodi Ilmu Komunikasi (S1), 72 lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan (S1) dan 30 lulusan Magister Ilmu Pemerintahan (S2). Maka hingga saat ini STPMD “APMD” telah berhasil meluluskan 16.000 lulusan yang tersebar dipenjuru tanah air dengan menekuni berbagai profesi antara lain: Pemimpin Daerah, Anggota Legislatif, PNS, TNI, Polri, Pegawai Swasta, Dosen, Peneliti, Jurnalis, Pelaku Media, LSM, Penggerak/Pemberdaya Masyarakat serta Wirausahawan dll.

Ditahun 2018 ini tahun politik dimana akan dilangsungkan Pilkada serentak di 171 daerah, 17 diantaranya dilaksanakan ditingkat propinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Kita semua berharap agar terwujudnya suasan politik yang menyejukan, bukan politik yang menebar ujaran kebencian, politik yang merusak karakter seseorang. Ini merupakan contoh sistem demokrasi yang tidak dewasa yang akan membuat masyarakat menjadi terpecah belah. Para politisi dapat berkontestasi dengan sehat dan baik berdasarkan program kerja , kompetisi, integritas dan visi misi yang jelas dalam melayani rakyat dan membawa kemajuan negeri ini. Bukan mengandalkan politik SARA, politik uang, politik sembako, perusak figur salah satu calon dan berbagai strategi politik lainya yang tidak mendewasakan rakyat dalam demokrasi.

Pada kesempatan ini mengajak kepada para wisudawan untuk bijak dalam menyikapi situasi politik saat ini. Memilih informasi yang benar maupun yang tidak benar apalagi pada “JAMAN NOW” saat ini juga segala sesuatu mudah tersebar melalui media sosial. Kalau tidak bisa kita sikapi dengan bijak justru berpotensi menimbulkan perpecahan diantara anak bangsa.

Letter of Intent (LoI) antara Kolej Universiti Poly-Tech Mara (KUPTM) dan STPMD “APMD”

Penandatanganan LoI antara KUPTM dengan STPMD “APMD” telah dilaksanakan pada tanggal 12 April 2018 di KUPTM Kuala Lumpur, Malaysia. KUPTM diwakili Prof. Datu DR. Mohamad Nasir Bin Hj. Saludin selaku Deputy Vice Chancellor Student Development & Campus Lifestyle sedangkan STPMD “APMD” diwakili oleh Habib Muhsin, S.Sos., M.Si selaku ketua. LoI ini telah menyepakati bahwa kerjasama yang dilaksanakan adalah dalam bidang pendidikan dan penelitian, perwujudan kerjasama ini antara lain dalam kegiatan pertukaran materi pendidikan, pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa dan penelitian serta publikasi bersama.

Kembali meraih 1 medali perak & 2 medali perunggu

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke- 102, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo UTI Pro Bupati Sleman Cup 3 di GOR Kabupaten Sleman, Paten, Tridadi, Sleman pada Sabtu dan Minggu (21-22/04/2018). Kejuaraan ini diikuti oleh ratusan atlet taekwondo kelas yunior maupun kelas senior dari berbagai perwakilan , selain DIY, tim yang ikut ada dari Papua Barat, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, dan Bangka Belitung.

Perwakilan dari UKM Taekwondo  STPMD “APMD” berhasil meraih 1 medali perak atas nama YOAN, 2 medali perunggu atas nama RIMON MOKIRI dan ARI SURIDA. Selamat dan Sukses!!!

Kerjasama Pemerintah Kabupaten Tambrauw dengan STPMD “APMD”

Pada tanggal 1 Februari 2018 kemarin, telah dilakukan MOU antara Pemerintah Kabupaten Tambrauw dengan STPMD “APMD”. Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM pemerintah Kabupaten Tambrauw, disatu sisi dan disisi lain sebagai perwujudan dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dari STPMD “APMD”.

Sebagai langkah awal telah dikirim sejumlah pegawai untuk melanjutkan Studi Magister Ilmu Pemerintahan. Selain itu dimungkinkan pula dilaksanakan bimtek dalam rangka peningkatan kapasitas SDM ini.

Selamat dan terus berkarya

Iyus Niar Repani Br Sebayang, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi S1 sekaligus Ketua HMJ IMAKO, lolos sebagai semifinalis  dalam kategori Pesenter pada Acara Lomba Presenter dan News Anchor Jambore Nasional Komunikasi ASPIKOM 2018, yang diselenggarakan di Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun Muka Jakarta Selatan pada bulan Maret kemarin.Tetap semangat dan berkarya karena bakat dan kemampuan harus terus dikembangkan.

UKM Taekwondo meraih medali perunggu di Kejurnas Taekwondo Piala Kapolres Semarang ke II

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”  kembali berbangga, karena perwakilan dari UKM Taekwondo dan juga mahasiswa Ilmu Pemerintahan S1,  Yohusoa  Kwalepa meraih medali perunggu, Juara III Senior U-63 KG M pada “KEJUARAAN NASIONAL TAEKWONDO PIALA KAPOLRES SEMARANG ke II” dengan tema “JUJUR, BERANI, SPORTIVITAS, DAN BERPRESTASI DEMI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA” Tanggal 24-dan 25 Maret 2018 bertempat di Gor Pandanaran (Wujil) Kabupaten Semarang. Selamat dan Sukses selalu!!!