Bantuan Buku Perpustakaan dari Alumni

Salah satu kekuatan Perguruan Tinggi terletak pada alumninya. Alumni ini akan memberikan sumbangan yang tidak sedikit bagi pengembangan perguruan tinggi. STPMD “APMD” sampai saat ini telah meluluskan lebih dari 15.000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan yang dibentuk antara Sekolah Tinggi dengan alumni telah membuahkan berbagai kerjasama.

Pada hari Jumat, 13 Oktober 2017, kampus mendapatkan kunjungan alumni dari angkatan 80-an. Kedatangan alumni ini disambut oleh Ketua beserta jajarannya. Dalam sambutannya  Seno Kusumoarjo yang memimpin para alumni mengungkapkan rasa cinta pada almamater telah mendorong alumnus untuk ikut serta dalam program pengembangan kampus. Pada kesempatan ini, Senokusumoarjo mewakili para alumnus menyerahkan uang 200 juta untuk pembelian buku dan pengembangan perpustakaan. Diungkapkan pula ke depannya akan membiayai 3 dosen untuk kuliah S3.

KERJASAMA ANTARA KEPALA PERWAKILAN BKKBN DIY & STPMD “APMD”

PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI KERJA SAMA BIDANG PENDIDIKAN, PENELITIAN, DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

SUSUR KAMPUNG (Proses Interaksi Mahasiswa Baru dengan Lingkungan Kampus)

Masa orientasi mahasiswa baru adalah gerbang penyambutan secara kelembagaan bagi segenap peserta didik yang akan memasuki lingkungan baru, yakni lingkungan akademik dengan segala tugas dan tanggung jawabnya. Masa orentasi mahasiswa yang sering dikenal dengan orientasi pengenalan kampus (OSPEK), atau di STPMD”APMD” dikenal dengan Sosialisasi Internal Kampus (SIKam), di mana momentum ini mengantarkan mahasiswa baru ke suasana kampus yang sebenarnya, penuh dinamika, dialektika, dan pembentukan jatidiri supaya mahasiswa baru dapat memahami dan mengaktualisasikan diri dengan baik.

Merespon perkembangan saat ini, khususnya yang berhubungan langsung dengan misi kampus STPMD “APMD’ sebagai kampus terkemuka membela Desa dan bergerak dalam kerangka besar UU Desa, Maka SIKam kali ini juga dirancang untuk lebih mendekatkan mahasiswa baru pada isu-isu dan gerakan berdesa secara substantif. Sehingga dipandang perlu untuk sebanyak mungkin memperlihatkan bentuk-bentuk upaya dan gerakan di desa, mengenal para pelaku di desa yang didominasi oleh kaum muda, serta menyajikan teladan mengenai bentuk-bentuk kewirausahaan sosial yang tumbuh dan berkembang di Desa. Harapanya tentu saja suaya sejak dini mahasiswa baru STPMD “APMD” dikenalkan dan diberi pemahaman mengenai ruang-ruang kreasi dan inovasi yang bisa digagas kelak selama menempuh pendidikan dan dapat diterapkan di desa mereka.

Berdasakan hal tersebut, banyak agenda telah disusun dan disiapkan secara matang oleh Panitia SIKam Tahun 2017. Salah satu agenda yang sangat penting adalah SUSUR KAMPUNG. Susur Kampung ini memiliki tujuan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan dan persoalan-persoalan lingkungan/ kampung di sekitar kampus yang menjadi basis dari STPMD “APMD” ini berada.

SERTIFIKAT AKREDITASI ILMU PEMERINTAHAN S2

SERTIFIKAT IP S-2 2013

SERTIFIKAT AKREDITASI PRODI ILMU PEMERINTAHAN S1

SERTIFIKAT IP S-1 2015

SERTIFIKAT AKREDITASI PRODI PMD DIII

SERTIFIKAT PMD D.III 2014

SERTIFIKAT AKREDITASI PRODI ILMU SOSIATRI S1

SERTIFIKAT IS S-1 2013

SERTIFIKAT AKREDITASI PRODI ILMU KOMUNIKASI S1

SERTIFIKAT IK S-1 2013

SERTIFIKAT AKREDITASI INSTITUSI

SERTIFIKAT AIPT 2016

Selamat Datang Doktor Pemberdayaan Masyarakat di Kampus Pembangunan

Sejak Kamis, 31 September 2017, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ”APMD” Yogyakarta secara resmi telah memiliki  satu lagi  dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dengan gelar Doktor, yaitu Dr. Yuli Setyowati, M.Si. Bu Yuli, demikian beliau biasa disapa, menyusul Dr. R. Widodo Tri Putro, M.Si., Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si., dan Dr. Supardal, M.Si. , yang telah terlebih dahulu menyelesaikan studi S3-nya. Berbeda dari tiga doktor sebelumnya yang menekuni bidang Administrasi Publik dan Ilmu Pemerintahan, Dr. Yuli Setyowati menyelesaikan studi S3 di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Studi S1 Ilmu Komunikasi diselesaikannya di Kampus UGM, jentang S2  Ilmu Komunikasi diselesaikannya di Kampus UNS Solo, dan dilanjutkan dengan jenjang studi S3 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat juga di Kampus UNS Solo dengan mengambil minat utama Corporate Social Responsibility (CSR).

Doktor Yuli Setyowati menyelesaikan Studi S3 dengan disertasi berjudul “Model Pemberdayaan Masyarakat “Kampung Preman” dalam Masyarakat Komunikatif Guyub Rukun (Program CSR PT. Sarihusada di Yogyakarta) ”.

Penelitiannya dilakukan di Kampung Badran Yogyakarta, yang telah lama dikenal dengan stigma “kampung preman”. Ketertarikan Dr. Yuli Setyowati melakukan penelitian tersebut dikarenakan adanya perubahan sangat signifikan yang terjadi di “kampung preman” tersebut. Situasi paradoks itulah sebagai pemantik untuk melakukan penelitian dalam rangka penyelesaian studi S3nya.

Disertasi tersebut telah dipertahankan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Universitas Sebelas Maret pada tanggal 31 Agustus 2017, di hadapan 9 orang Dewan Penguji, dengan predikat Cumlaude (dengan pujian). Predikat cumlaude dapat diraih karena IPK 4,00 dan waktu studi empat tahun. Disertasi tersebut dapat diselesaikan dalam bimbingan Prof. Dr. Widodo Muktiyo (promotor), Prof. Dr. Mahendra Wijaya, MS (co-promotor 1), dan Dr. Rum Handayani, M.Hum (co- promotor 2).

Disertasi ini juga telah menghasilkan enam tulisan, yaitu dua tulisan di jurnal internasional terindeks Copernicus, satu jurnal nasional terakreditasi, dan tiga prosiding seminar internasional. Adapun tulisan-tulisan tersebut sebagai berikut:

  1. The Agent of Change’s Communication Role in “kampong preman” Community Empowerment, di Academic Research International Journal.
  2. “Kampung Preman” Community Empowerment in Communicative Action Theoretical Study, di Advances in Social Sciences Research Journal.
  3. Tindakan Komunikatif Masyarakat “kampong preman” dalam Proses Pemberdayaan di Jurnal Nasional Terakreditasi ASPIKOM
  4. The Empowerment and Change of Public Stigma, prosiding Seminar Internasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2016.
  5. Participation Dynamics of The “kampong preman” Society in The Empowerment Process, prosiding Seminar Internasional Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
  6. Participative Leadership in “kampong preman” Community Empowerment, prosiding Seminar Internasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2017.

Waktu studi empat tahun diawali dengan  proses kuliah selama dua semester dengan menempuh 12 mata kuliah. Sebagai lanjutannya, ada tujuh tahap yang harus dilalui Dr. Yuli Setyowati untuk dapat meraih gelar doktornya. Tujuh tahapan tersebut meliputi Ujian Kualifikasi tulis, Ujian Kualifikasi lisan, Ujian Kelayakan proposal (ujian komprehensif), Ujian Seminar Proposal, Ujian kelayakan hasil disertasi, Ujian Tertutup, dan terakhir Ujian Terbuka Promosi Doktor.

IPK yang telah diraih dalam dua semester awal dapat dipertahankan oleh Dr. Yuli Setyowati dalam tahap-tahap selanjutnya hingga tahap terakhir di Ujian Terbuka Promosi Doktor.

Dengan telah selesainya studi S3, Dr. Yuli akan bisa segera kembali ke Kampus Pembangunan, untuk memperkuat barisan “Pembela Desa” di STPMD”APMD”pada umumnya dan di Program Studi Ilmu Komunikasi pada khususnya. Bidang studi pemberdayaan masyarakat ini sangat sesuai dan mendukung visi dan misi, baik Program Studi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” maupun STPMD “APMD”.

 

 

”Selamat Datang Doktor Pemberdayaan Masyarakat di Kampus Pembangunan!”