“APMD” dan Pemkab. Segai Bekerjasama Pelajari PKK dan POSYANDU

Sekolah Tinggi Pembangunafoton Masyarakat Desa “APMD” (STPMD “APMD”) Yogyakarta bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengadakan kegiatan Training of Trainer (TOT) untuk penguatan PKK dan Posyandu. Kegiatan tersebut dilaksanakan Senin – Sabtu (11-16 Mei 2009) Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sergai Hj. Evi Diana Erry dan diikuti 42 orang kader dan 3 orang pendamping. Hadir pula dalam acara tersebut Sekretaris Umum TP PKK Pusat Suwadiono, Ketua STPMD “APMD” Drs. Sumarjono, M.Si dan Koordinator TOT Drs. Suharyanto, M.M.

Hj. Evi Diana Erry selaku Ketua TP PKK Sergai berharap setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat membawa pulang wawasan baru untuk memajukan PKK dan Posyandu di Sergai. Selama beberapa peserta mengikuti kegiatan indoor dan outdoor. Kegiatan indoor antara lain: ceramah, dialog dan praktik pemotivasian serta pendalaman program PKK. Sedangkan outdoor meliputi senam bugar lansia, outbond serta studi komparasi di Dusun Botokenceng, Wirokerten Bantul.

Dalam studi lapangan peserta TOT melihat langsung pelaksanaan program PKK dan Posyandu tingkat dusun. Peserta kagum melihat para kader begitu semangat untuk menggerakkan warga mengikuti kegiatan PKK dan Posyandu. Mereka berharap semangat yang telah diperlihatkan para kader tersebut dapat menjadi inspirasi untuk memajukan PKK dan Posyandu di Sergai.

Dalam studi komparasi rombongan TP PKK Sergai diterima langsung Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bantul serta Kader PKK dusun dan desa. Para peserta saling bertukar pengalaman dalam mengelola PKK dan Posyandu. Kegiatan berlangsung akrab dan mengesankan.

Koordinator Tim Pelaksana Drs. Suharyanto, M.M menambahkan STPMD “APMD” telah memiliki pengalaman dalam meningkatkan kapasitas perangkat desa, baik pengelolaan pemerintahan maupun keuangan desa. Di samping pelatihan, pihaknya juga mengadakan penelitian dan kajian pemerintahan di beberapa kelurahan di Kota Yogyakarta.

Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sergai sudah terjalin lama, diawali diklat manajemen pemerintahan desa yang diikuti oleh 90 orang kepala desa Maret lalu. Rencananya setelah TOT PKK akan dilanjutkan kerjasama Diklat Manajemen Pemerintahan Desa angkatan II pada akhir Mei mendatang. (Nik)

WALIKOTA BERIKAN KULIAH S2 STPMD APMD Budaya Yogya Ibarat “Bumbu Kacang”

 

(KR) – Walikota Yoryakarta Herry Zudianto mengemukakan budaya Yogya ibarat bumbu kacang pada masakan gado-gado, lotek dan pecel yang memberikan bumbu pada aneka sayuran yang ada.

Hal itu menggambarkan keistimewaan budaya Yogya yang mampu meresap pada semua golongan, kelas sosial bahksn etnis pendatang.

“Itulah multikultur yang tercermin di Yogya. Ini perlu intervensi pemerintah agar perbedaan yang ada dapat dikelola sebagai sebuah kekayaan, ucapnya saat memberi Kuliah Kapita Selekta Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana (S2) STPMD’APMD’ Rabu (8/4) di Gedung Pascasarjana STPMD’APMD’. Kuliah diikuti oleh 35 mahasiswa angkatan I.

Lebih lanjut walikota menyampaikan ide dan gagasannya yasg telah dituangkan pada buku berjudul ‘Kekuasaan sebagai Wakaf Politik’. Pada kesenpatan itu juga disampaikan pengalaman memimpin Kota Yogya lebih dari satu periode jabatan. “Menjadi pemimpin tidak boleh sombong dan harus berani mengambil keputusan walaupun keputusan yang diambil terpaksa tidak dapat memuaskan semua orang” kata Herry.

Di samping dialog mahasiswa yang sebagian besar staf pegawai Pemkot Yogya ini juga mendapatkan informasi menarik dan sharing dari walikota. Kuliah berlangsung hangat dan menarik. Walikota membuka dialog kepada para mahasiswa untuk saling bertukar pikiran.

Sekretaris Program Pascasarjana Drs. Suharyanto, MM menambahkan program S2 STPMD ‘APMD’ memiliki dua konsentrasi yakni Pemerintahan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. Program studi ini masih langka sehingga animo masyarakat untuk belajar cukup besar. “Kami mempunyai komitmen akademik dan sosial untuk memperkuat entitas lokal sebagai pondasi bagi penguatan bangsa dan negara”, kata Suharyanto.

Langkah yang dilakukan antara lain melalui perhatin terhadap dinamika perubahan masyarakat dan kebijakan tentang desa. Hal ini sangat relevan dengan konteks pengembangan otonomi daerah, pembaharuan tata kelola pemerintahan daerah dan pemberdayaan masyarakat. (Nik)