TIDAK LULUS SBMPTN? DAFTAR SAJA di STPMD “APMD” JOGJA

Hari Selasa (3/7/2018) telah diumumkan peserta seleksi yang lulus SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Jumlah pendaftar SBMPTN sebanyak 860.001 orang terdiri dari Pendaftar Reguler sebanyak 672.816 dan Pendaftar Bidik Misi sebanyak 187.185 orang. Ada 3 pilihan dalam memilih program studi yang dapat dikategorikan: 1) Saintek sebanyak 341.290 pendaftar; 2) Soshum sebanyak 359.140 pendaftar; dan 3) Campuran sebanyak 159.571 pendaftar. PTN di Yogyakarta (5 PTN) menyediakan quota 6.644 kursi atau 40%, kecuali UNY yang hanya menyediakan 35% dengan rincian sebagai berikut: UGM= 2842 kursi, UNY=1648 kursi, UIN=526 kursi, ISI= 414 kursi dan UPN= 1214 kursi.

Dari total pendaftar secara nasional, yang dinyatakan lulus sebanyak 165.831 orang (19,3%). Ketatnya persaingan ini membuat banyak pendaftar yang tidak tertampung di PTN sehingga harus mencari alternatif ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kepada para peserta SBMPTN yang tidak diterima, sebaiknya jangan berkecil hati, barangkali Tuhan sedang merencanakan sukses melalui jalur lain. Ada banyak pilihan PTS yang sangat dan cukup bagus apabila mendasarkan dari akreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN PT). Salah satunya adalah Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” (STPMD “APMD”) Yogyakarta.

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ”APMD” merupakan perguruan tinggi yang sejak awal konsisten menaruh perhatian pada pemberdayaan masyarakat desa. Terbitnya Undang-undang 6/2014 tentang Desa membuat eksistensi desa ke depan makin diperhitungkan dan diperhatikan pemerintah. Untuk ini peningkatan kapasitas aktor dan pelaku desa mutlak diperlukan demi tercapainya kemandirian desa. STPMD “APMD” yang terakreditasi institusi B menyelenggarakan 5 Program Studi: 1) Pembangunan Masyarakat Desa (D-3) Akreditasi – B; 2) Ilmu Sosiatri/ Pembangunan Sosial (S-1) Akreditasi – A; 3) Ilmu Komunikasi (S-1) Akreditasi – B; 4) Ilmu Pemerintahan (S-1) Akreditasi – A; 5) Ilmu Pemerintahan (S-2) Akreditasi – B. Informasi lebih lengkap kunjungi website: www.apmd.ac.id (Har-P&PMB)

Tempat Belajarnya Para Perangkat Desa Prodi PMD

Prodi PMD STPMD Jogjakarta Upayakan Cetak Lulusan Profesional

Jika biasanya mahasiswa yang tengah menimba ilmu di kampus menggunakan seragam sesuai ketentuan kampus, atau menggunakan pakaian bebas nan rapi. Namun, ada yang berbeda di salah satu ruang kuliah Program Studi (Prodi) Pembangunan Masyarakat Desa Diploma III Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD “APMD”) Jogjakarta, mahasiswanya malah menggunakan seragam PNS. “Di sini khusus mendidik perangkat desa dan penggiat desa demi pembangunan desa yang lebih baik,” ungkap Sekretaris Prodi PMD STPMD Jogjakarta Sri Suminar.

Sehingga tidak heran jika mahasiswa prodi PMD STPMD Jogjakarta sebagian besar merupakan komponen perangkat desa. Seperti kepala dukuh, kepala desa, kepala seksi, bahkan bendahara desa juga kuliah di sini. “Memang mahasiswanya sangat bervariasi sekali. Beberapa diantaranya merupakan Kades Wonokerto, Kades Ngestiharjo, dan Kades Pagerharjo,” jelas Minar sapaannya. Sehingga tidak heran, Prodi ini  membuka kelas sore. Pasalnya mahasiswa setiap pagi harus bekerja terlebih dahulu.

Mata kuliah yang disajikan pun seputar pendampingan desa. Seperti, pengorganisasian masyarakat, pengembangan lembaga kemasyarakatan desa, pengelolaan aset desa, pengelolaan keuangan desa, perencanaan pembangunan desa, metode penelitian pedesaan, dan sosiologi pedesaan. “Semua mata kuliah mengarah kepada semua hal yang berkaitan dengan desa. Semua yang dibutuhkan oleh desa disediakan, terutama desa-desa yang ada di pelosok,” tandasnya.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan prodi ini juga  menerima mahasiswa fresh gareduate dari lulusan SMA yang sebelumnya memang belum pernah punya pengalaman menjadi perangkat desa untuk bergabung.Minar menjelaskan saat ini kebutuhan peningkatan perangkat desa sangat mendesak, sehingga kurikulum yang diterapkan juga menyesuaikan dengan kebutuhan perangkat desa. “Setiap lima tahun sekali kurikulum dievaluasi selaras dengan kebutuhan Desa,” tegasnya.

Peminat Prodi PMD STPMD Jogjakarta dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 peminatnya bahkan sudah meningkat sebanyak 100 persen. Oleh karena itu, khusus tahun ajaran 2017/2018 Prodi PMD STPMD Jogjakarta mampu membuka tiga kelas untuk perangkat desa. Terbagi menjadi dua kelas perangkat desa, dan satu kelas  terdiri dari perangkat desa dan kelas reguler. “Semoga tahun ajaran selanjutnya, peminatnya akan bertambah,” harap Minar.

Keunggulan prodi PMD STPMD Jogjakarta yaitu punya ilmu yang sangat spesifik. Sehingga ke depannya lulusan dicetak untuk betul-betul profesional, tentunya sesuai dengan yang sudah diajarkan di kampus. “Karena diploma III, jadi kami lebih banyak praktik. Setiap mata kuliah, selalu dipraktikkan di desa. Sasaranya memang betul-betul adalah masyarakat,” jelasnya. Minar berharap lulusan nantinya bisa menjadi pendamping desa yang kompeten di bidangnya, serta selalu mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan kebutuhan masyarakat. SUKARNI MEGAWATI/RADAR JOGJA

WISUDA MEI 2018

Pada periode wisuda bulan mei, STPMD “APMD” kembali mewisuda sebanyak 145 lulusan yang terdiri dari 1lulusan Diploma Tiga, 22 lulusan Prodi Ilmu Sosiatri (S1), 20 Lulusan Prodi Ilmu Komunikasi (S1), 72 lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan (S1) dan 30 lulusan Magister Ilmu Pemerintahan (S2). Maka hingga saat ini STPMD “APMD” telah berhasil meluluskan 16.000 lulusan yang tersebar dipenjuru tanah air dengan menekuni berbagai profesi antara lain: Pemimpin Daerah, Anggota Legislatif, PNS, TNI, Polri, Pegawai Swasta, Dosen, Peneliti, Jurnalis, Pelaku Media, LSM, Penggerak/Pemberdaya Masyarakat serta Wirausahawan dll.

Ditahun 2018 ini tahun politik dimana akan dilangsungkan Pilkada serentak di 171 daerah, 17 diantaranya dilaksanakan ditingkat propinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Kita semua berharap agar terwujudnya suasan politik yang menyejukan, bukan politik yang menebar ujaran kebencian, politik yang merusak karakter seseorang. Ini merupakan contoh sistem demokrasi yang tidak dewasa yang akan membuat masyarakat menjadi terpecah belah. Para politisi dapat berkontestasi dengan sehat dan baik berdasarkan program kerja , kompetisi, integritas dan visi misi yang jelas dalam melayani rakyat dan membawa kemajuan negeri ini. Bukan mengandalkan politik SARA, politik uang, politik sembako, perusak figur salah satu calon dan berbagai strategi politik lainya yang tidak mendewasakan rakyat dalam demokrasi.

Pada kesempatan ini mengajak kepada para wisudawan untuk bijak dalam menyikapi situasi politik saat ini. Memilih informasi yang benar maupun yang tidak benar apalagi pada “JAMAN NOW” saat ini juga segala sesuatu mudah tersebar melalui media sosial. Kalau tidak bisa kita sikapi dengan bijak justru berpotensi menimbulkan perpecahan diantara anak bangsa.

Letter of Intent (LoI) antara Kolej Universiti Poly-Tech Mara (KUPTM) dan STPMD “APMD”

Penandatanganan LoI antara KUPTM dengan STPMD “APMD” telah dilaksanakan pada tanggal 12 April 2018 di KUPTM Kuala Lumpur, Malaysia. KUPTM diwakili Prof. Datu DR. Mohamad Nasir Bin Hj. Saludin selaku Deputy Vice Chancellor Student Development & Campus Lifestyle sedangkan STPMD “APMD” diwakili oleh Habib Muhsin, S.Sos., M.Si selaku ketua. LoI ini telah menyepakati bahwa kerjasama yang dilaksanakan adalah dalam bidang pendidikan dan penelitian, perwujudan kerjasama ini antara lain dalam kegiatan pertukaran materi pendidikan, pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa dan penelitian serta publikasi bersama.

Kembali meraih 1 medali perak & 2 medali perunggu

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke- 102, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo UTI Pro Bupati Sleman Cup 3 di GOR Kabupaten Sleman, Paten, Tridadi, Sleman pada Sabtu dan Minggu (21-22/04/2018). Kejuaraan ini diikuti oleh ratusan atlet taekwondo kelas yunior maupun kelas senior dari berbagai perwakilan , selain DIY, tim yang ikut ada dari Papua Barat, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, dan Bangka Belitung.

Perwakilan dari UKM Taekwondo  STPMD “APMD” berhasil meraih 1 medali perak atas nama YOAN, 2 medali perunggu atas nama RIMON MOKIRI dan ARI SURIDA. Selamat dan Sukses!!!

Kerjasama Pemerintah Kabupaten Tambrauw dengan STPMD “APMD”

Pada tanggal 1 Februari 2018 kemarin, telah dilakukan MOU antara Pemerintah Kabupaten Tambrauw dengan STPMD “APMD”. Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM pemerintah Kabupaten Tambrauw, disatu sisi dan disisi lain sebagai perwujudan dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dari STPMD “APMD”.

Sebagai langkah awal telah dikirim sejumlah pegawai untuk melanjutkan Studi Magister Ilmu Pemerintahan. Selain itu dimungkinkan pula dilaksanakan bimtek dalam rangka peningkatan kapasitas SDM ini.

Selamat dan terus berkarya

Iyus Niar Repani Br Sebayang, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi S1 sekaligus Ketua HMJ IMAKO, lolos sebagai semifinalis  dalam kategori Pesenter pada Acara Lomba Presenter dan News Anchor Jambore Nasional Komunikasi ASPIKOM 2018, yang diselenggarakan di Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun Muka Jakarta Selatan pada bulan Maret kemarin.Tetap semangat dan berkarya karena bakat dan kemampuan harus terus dikembangkan.

UKM Taekwondo meraih medali perunggu di Kejurnas Taekwondo Piala Kapolres Semarang ke II

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”  kembali berbangga, karena perwakilan dari UKM Taekwondo dan juga mahasiswa Ilmu Pemerintahan S1,  Yohusoa  Kwalepa meraih medali perunggu, Juara III Senior U-63 KG M pada “KEJUARAAN NASIONAL TAEKWONDO PIALA KAPOLRES SEMARANG ke II” dengan tema “JUJUR, BERANI, SPORTIVITAS, DAN BERPRESTASI DEMI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA” Tanggal 24-dan 25 Maret 2018 bertempat di Gor Pandanaran (Wujil) Kabupaten Semarang. Selamat dan Sukses selalu!!!

WORKSHOP MENYUSUN ROADMAP DAN METODOLOGI PENELITIAN

Workshop menyusun roadmap dan metodologi penelitian yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), merupakan upaya menambah dan menyegarkan wawasan metodologi penelitian kepada para dosen STPMD “APMD” dalam rangka pelaksanaan Tridarma khususnya darma penelitian. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat wacana metodologi penelitian dan membangun roadmap penelitian bagi setiap dosen sehingga dapat memberikan arah yang kuat bagi pembangunan keilmuan di STPMD “APMD”. P3M menghadirkan dua narasumber yaitu narsumber yang pertama Dr. Surwandono (Dosen UMY) berpengalaman dalam kompetisi penelitian berbagai skim penelitian Kemenristek. Narasumber kedua Muhammad Djindan, S.IP., M.Sc (Dosen UGM) memiliki keahlian dalam membangun desain penelitian yang compatible.

STPMD TERIMA KUNJUNGAN DARI FISIPOL UNIVERSITAS SABURAI BANDAR LAMPUNG

Selasa, 20 Februari 2018, STPMD “APMD” kedatangan tamu dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Bandar Lampung. Rombongan Dosen dan Mahasiswa yang dipimpin oleh Dekan FISIPOL Universitas SABURAI, Dra. Henni Kusumastuti, M.IP,  ini bermaksud studi banding tentang pengelolaan Perguruan Tinggi dan pembangunan masyarakat desa terutama dalam hal proses pembangunan, pengelolaan, penilitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam sambutan Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan awal yang baik untuk kerjasama lebih lanjut dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Setelah mendengarkan pemaparan dan tanya jawab, rombongan dari Universitas SABURAI melakukan kunjungan ke unit P3M, BAAK dan Perpustakaan. Diakhir kunjungan mereka meyampikan kesannya “Saya sungguh terkesan, banyak inspirasi yang saya dapatkan” demikian diungkapkan oleh salah satu peserta kunjunganya.