{"id":3890,"date":"2020-03-10T09:59:52","date_gmt":"2020-03-10T02:59:52","guid":{"rendered":"http:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?p=3890"},"modified":"2020-03-10T09:59:52","modified_gmt":"2020-03-10T02:59:52","slug":"diskusi-platform-ilmu-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/diskusi-platform-ilmu-komunikasi\/","title":{"rendered":"Diskusi Platform Ilmu Komunikasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Prodi Ilmu Komunikasi STPMD &#8220;APMD&#8221; Yogyakarta mengadakan diskusi \nterbatas membahas platform Ilmu Komunikasi,  Sabtu (7\/3). Tiga pembicara\n menjadi pemantik diskusi yaitu Dr. JC. Tukiman Taruna (dosen \nPascasarjana Undip dan Unika Soegijapranata,  Semarang ), Nissa Cita \nAdinia (dosen Universitas Indonesia,  Depok),  dan Dr Sutoro Eko (Ketua \nSTPMD &#8220;APMD&#8221; Yogyakarta). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Tukiman Taruna dalam pemaparannya \nbanyak menjelaskan tentang Community Development (CD). Ia mengatakan CD \nmempunyai tiga landasan pikir yaitu educational movement, equally \napplicable,  dan main problem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Pemberdayaan,  kata Tukiman \nTaruna,  adalah salah satu komponen penting dari CD. Dan tolok ukur \nakhir dan inti segala inti CD itu terletak pada Berkembangnya Martabat \nManusia (Human Dignity). Sementara,  lanjutnya, tiga komponen human \ndignity adalah pemberdayaan, partisipasi dan keadilan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Tukiman \nTaruna memberi saran, pertama agar yang punya mimpi Komunikasi \nPemberdayaan itu semakin banyak.  Kedua, perbanyak dan aktifkan interest\n group untuk menguji Komunikasi Pemberdayaan.  Dan ketiga, menentukan \nmemendam paling tepat untuk &#8220;ngepyakke&#8221; Komunikasi Pemberdayaan ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\n Ketua Dewan Penyantun Unika Soegijapranata ini mengingatkan tentang \nfenomena Didi Kempot. Pelajaran dari Didi Kempot adalah jangan pernah \nberhenti dengan cita cita, jika jatuh tetaplah fokus pada mimpi. Didi \nKempot adalah contoh rebranding. &#8220;Lagu sewu kutho itu sudah kita dengar \nsepuluh tahun lalu tapi kini anak muda milenial ikut menyukainya,&#8221; \ntambah Tukiman Taruna. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"540\" height=\"960\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/87448052_10206946880545805_949432980688863232_o.jpg\" alt=\"\" data-id=\"3891\" data-full-url=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/87448052_10206946880545805_949432980688863232_o.jpg\" data-link=\"http:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?attachment_id=3891\" class=\"wp-image-3891\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/87448052_10206946880545805_949432980688863232_o.jpg 540w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/87448052_10206946880545805_949432980688863232_o-169x300.jpg 169w\" sizes=\"auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Nissa yang sedang menempuh kuliah S3 di \nUGM menjelaskan tentang perlunya Prodi Ilmu Komunikasi STPMD meraih anak\n muda perkotaan. Caranya dengan mengubah image prodi ini lebih milenial.\n <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Sutoro Eko menawarkan Komunikasi Nusantara. Melalui \npemaparannya berjudul Komunikasi Emansipatoris: Nusantara, Lokal, &amp; \nRakyat, yang menceritakan enam pengalaman dan pandangan awam terkait \nProdi Ilmu Komunikasi di bawah payung STPMD &#8220;APMD&#8221;. Termasuk pandangan \nNovel Ali (2001), &#8220;Komunikasi tidak akan berkembang di APMD karena wadah\n dan isi tidak kompatibel.&#8221;                                       <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"540\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/89220229_10206946880905814_7819692620472385536_o.jpg\" alt=\"\" data-id=\"3892\" data-full-url=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/89220229_10206946880905814_7819692620472385536_o.jpg\" data-link=\"http:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?attachment_id=3892\" class=\"wp-image-3892\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/89220229_10206946880905814_7819692620472385536_o.jpg 960w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/89220229_10206946880905814_7819692620472385536_o-300x169.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/89220229_10206946880905814_7819692620472385536_o-768x432.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/89220229_10206946880905814_7819692620472385536_o-400x225.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\n Ketua APMD itu menjelaskan genealogi dan posisi antara \nKonformis-Modernis dengan Kritis-Postmodernis. Pada sisi yang pertama \nada Komunikasi Developmental dan Komunikasi Global &#8211; Neoliberal. Di sisi\n lain ada Komunikasi Post-Kolonial dan Komunikasi Lokal-Kultural. Ia \nmengingatkan bahwa program studi adalah institusi akademik sekaligus \nacademic enterprise yang mengandung keilmuan, kelembagaan dan \nkemakmuran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Sutoro Eko merekomendasikan PSIK mengambil posisi \nepistimologis yang melampaui perspektif konformis-modernis, sekaligus \nmelaju pada mazhab kritis, posmodernis, dan emansipatoris. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> \nPemberdayaan lanjut Sutoro Eko, akan memperoleh tenaga-kuasa lebih besar\n ketika berdiri dengan mazhab yang kritis, posmodernis, dan \nemansipatoris. PSIK sebaiknya mengutamakan komunikasi masyarakat \nmeskipun tidak meninggalkan komunikasi negara dan komunikasi korporasi. \nBisa juga dengan urutan: komunikasi masyarakat, komunikasi negara, dan \nkomunikasi korporasi, yang dipandang-disentuh dengan mazhab kritis, \nposmodernis, dan emansipatoris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Komunikasi Nusantara<br> Pada 18 \nNovember 2019 lalu, Sutoro Eko sempat menyampaikan gagasan Komunikasi \nNusantara, yang diilhami oleh Arsitektur Nusantara. Arsitektur selama \nini dikenal sebagai ilmu dan seni modern dan industrial, tetapi hari ini\n juga berkembang kuat arsitektur posmodern, bahwa arsitektur tidak \nmelulu berkiblat pada gedung-gedung menjulang tinggi di kota-kota \nmegapolitan yang modern dan kejam itu,  tetapi arsitektur juga menjadi \nkekuasaan, budaya dan pengetahuan lokal yang tersebar di ruang kehidupan\n lokal, di seluruh penjuru Nusantara. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"540\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/88360942_10206946881225822_936051846869417984_o.jpg\" alt=\"\" data-id=\"3894\" data-full-url=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/88360942_10206946881225822_936051846869417984_o.jpg\" data-link=\"http:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?attachment_id=3894\" class=\"wp-image-3894\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/88360942_10206946881225822_936051846869417984_o.jpg 960w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/88360942_10206946881225822_936051846869417984_o-300x169.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/88360942_10206946881225822_936051846869417984_o-768x432.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/88360942_10206946881225822_936051846869417984_o-400x225.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Komunikasi Nusantara:  \nUrat-nadi komunikasi dan darah informasi tidak hanya terjadi di \nruang-ruang modern dan global, tetapi juga menyebar ke ruang kehidupan \nlokal di seluruh penjuru negeri dan desa, di Nusantara. \nKomunikasi-informasi sebagai representasi kekuasaan dan kedaulatan tidak\n hanya dimonopoli oleh kaum gedongan dan kelas menengah kota, tetapi \njuga harus disebar kepada kaum pinggiran di pelosok negeri. Dari hari ke\n hari, semakin banyak desa maupun komunitas budaya, secara emansipatoris\n menghadirkan dan mengkapitalisasi beragam khazanah lokal, yang membuka \nisolasi, masuk ke ranah global dengan memanfaatkan teknologi komunikasi \ndan informasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prodi Ilmu Komunikasi STPMD &#8220;APMD&#8221; Yogyakarta mengadakan diskusi terbatas membahas platform Ilmu Komunikasi, Sabtu (7\/3). Tiga pembicara menjadi pemantik diskusi yaitu Dr. JC. Tukiman Taruna (dosen Pascasarjana Undip dan Unika Soegijapranata, Semarang ), Nissa Cita Adinia (dosen Universitas Indonesia, Depok), dan Dr Sutoro Eko (Ketua STPMD &#8220;APMD&#8221; Yogyakarta). Tukiman Taruna dalam pemaparannya banyak menjelaskan tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3893,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[23,4,5],"tags":[],"class_list":["post-3890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-kampus","category-berita-pendidikan"],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-28 17:27:53","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3890\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}