{"id":3870,"date":"2020-02-28T10:32:16","date_gmt":"2020-02-28T03:32:16","guid":{"rendered":"http:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?p=3870"},"modified":"2020-02-28T10:32:16","modified_gmt":"2020-02-28T03:32:16","slug":"rapat-anggota-tahunan-rat-kopkar-apmd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/rapat-anggota-tahunan-rat-kopkar-apmd\/","title":{"rendered":"Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopkar \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memanfaatkan Sambil Membesarkan, Membesarkan Sambil Memanfaatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Karyawan \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d hari ini (29\/1) dibuka\ndengan \u00e2\u20ac\u0153Kuliah Pendek\u00e2\u20ac\u009d tentang sejarah dan ideologi koperasi oleh Ketua STPMD\n\u00e2\u20ac\u02dcAPMD\u00e2\u20ac\u2122 Yogyakarta Sutoro Eko. RAT ke XVIII kali ini dihadiri sekitar 108\nanggota juga perwakilan dari Dinas Koperasi Kota Yogyakarta. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua APMD mengatakan, koperasi tak lepas dari sosok Robert Owen, orang\nInggris anak juragan kapas yang diperoleh dari tanah jajahan, India. Ia juga\njuragan, besi, kuda. \u00e2\u20ac\u0153Pokoknya kaya raya,\u00e2\u20ac\u009d ujar Sutoro Eko. Meskipun kaya tapi\nOwen humanis. Pada 1913 ia menulis buku \u00e2\u20ac\u0153A New View of Society, an Essay on the\nFormation of Human Character.\u00e2\u20ac\u009d Pandangan baru tentang masyarakat. Owen termasuk\npencetus Sosialisme Utopis. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3871\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-300x200.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-768x511.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-2048x1364.jpg 2048w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-400x266.jpg 400w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1232-272x182.jpg 272w\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sutoro Eko melanjutkan, dalam buku itu beberapa argumen ia kemukakan.\nPertama, Owen menyatakan bahwa lingkungan sosial berpengaruh pada pembentukan\nkarakter manusia. Saat itu Inggris dalam era revolusi industri, di mana banyak\nmelahirkan orang serakah. Kedua, ia berbeda dengan orang liberalisme yang\nsemata mata mengejar kekayaan dan kekuasaan. Ia liberalis yang sosialis. Bahwa\nmanusia itu mempunyai kehendak mewujudkan kebebasan dengan cara mengorganisir\ndiri. Kebebasannya bukan semata-mata individu tetapi juga kebebasan dari\npenindasan dan kemiskinan. Owen tak hanya menulis buku tapi juga bergerak. Ia\nmemelopori membentuk desa koperasi. Ia menggabungkan spirit berdesa dan spirit\nberkoperasi. Itu sebuah komunitas di desa, koperasi itu digunakan untuk berproduksi\nsecara mandiri. Produksi pangan, produksi pakaian. Dan kedua, desa koperasi itu\ndijadikan landasan untuk self governing. Untuk memerintah dirinya sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang kedua, papar Sutoro Eko, Owen memanusiakan buruhnya. Mensejahterakan\nburuhnya dengan prinsip-prinsip kemanuisaan, bahwa buruh itu bukan alat\nproduksi tetapi sebagai manusia semesta. Dan buruh itu menjadi bagian dari\nbasis gerakan ekonomi masyarakat. Ketiga, pendidik dengan kekayaan ia gunakan\nuntuk mendidik termasuk untuk anak-anak buruh Supaya menjadi manusia merdeka\ndan tidak ditindas. Keempat, ia memelopori gerakan buruh. Serikat Buruh baik\nsebagai komunitas yang mendirikan koperasi juga sebagai civil society untuk\nbernegosiasi dengan juragan. Oleh karena itu di satu sisi ia sebagai\nGemeinschaft sebagai juragan, di sisi lain ia berperan sebagai gesellschaft,\nyang ikut bernegosiasi dengan kapitalisme. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelima, gerakan koperasi, oleh karena itu Robert Owen dijuluki sebagai Bapak\nKoperasi. Perjuangan Owen kemudian dilanjutkan oleh seorang dokter bernama\nWilliam King. Ia seorang dokter tetapi rajin membaca. Membaca literatur\nfilsafat, politik, ekonomi termasuk buku legendaris yang ditulis oleh Adam\nSmith \u00e2\u20ac\u02dcThe Wealth of Nations\u00e2\u20ac\u2122. King kemudian memperluas gerakan Owen. Koperasi\nlalu mempunyai toko-toko untuk melayani masyarakat. Seperti di Kulonprogo\nberkembang Tomira (Toko Milik Rakyat). Itu namanya ekspansi koperasi. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3874\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-300x200.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-768x511.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-2048x1364.jpg 2048w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-400x266.jpg 400w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1175-272x182.jpg 272w\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koperasi ideologinya sosialisme tetapi dalam perjalanannya yang namanya\nsosialisme itu berkembang sedemikian rupa. Kita mengenal di dunia sekarang ada\narisan, ada koperasi, ada korporasi. Arisan itu orang berkumpul karena kesamaan\nkeluarga atau hobi. Arisan itu menolong dirinya sendiri. Itu sangat\nkomunitarian. Kalau koperasi itu basisnya sosialisme. Kalau korporasi itu\nkapitalisme. Perusahaan itu mengejar kekayaan. Kaya dengan cara meningkatkan\npertumbuhan. Kalau koperasi mengutamakan social benefit. Mengutamakan\npemerataan. Semangant kemakmurannya antara pemerataan dan pertumbuhan. Dalam\nperjalanannya koperasi itu irisan antara kapitalisme dan sosialisme. Sehingga\nia tumbuh menjadi korporasi. Tetapi korporasinya rakyat. Bukan korporasinya\njuragan. Karena menjadi korporasi lalu koperasi harus tumbuh, kaya dan\nekspansi. Selain tetap watak dasarnya memberi manfaat untuk para anggotanya.\nTetapi pemiliknya adalah rakyat, para anggotanya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3872\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-300x200.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-768x511.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-2048x1364.jpg 2048w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-400x266.jpg 400w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_1135-272x182.jpg 272w\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sutoro Eko mengingatkan, karena koperasi memupuk kekayaan maka ada orang\nmenyampaikan kritik. \u00e2\u20ac\u0153Ini kalau pinjam di koperasi bukan dipotong gaji tapi\ndipotong leher.\u00e2\u20ac\u009d Itulah dilema koperasi. &#8220;Saya ingin memberi fakta di\nsini. Kita berkoperasi itu artinya memanfaatkan sambil membesarkan, membesarkan\nsambil memanfaatkan,&#8221; tegas Sutoro Eko.. Kalau kita mengikuti jalan\nsosialis, maka koperasi bisa bangkrut. Bangkrut itu bukan semata-mata manajemen\nsalah urus. Tetapi karena ideologinya semata-mata pemerataan, social benefit.\nTanpa memperhatikan pertumbuhan. Tanpa memperhatikan peningkatan aset. Semangat\nkita berkoperasi adalah memanfaatkan sambil membesarkan, membesarkan sambil\nmemanfaatkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakta yang kedua, lanjut Ketua APMD, koperasi itu tak hanya mengandung\nkonsumsi tetapi juga edukasi dan investasi. Selama ini banyak dari kita yang\nhanya memanfaatkan koperasi untuk konsumsi. Mari kita tingkatkan menjadi\nproduksi dan investasi. Kita meminjam uang di koperasi untuk membeli laptop\nlalu dengan laptop baru kita semangat dan produktif menulis. Atau kita meminjam\nuang di koperasi untuk membeli handycam lalu menjadi youtuber. Itu artinya\nmenjadi alat produksi untuk investasi. Investasi lain ya untuk sekolah baik\nsekolah diri sendiri maupun anaknya. Itulah Kopkar Foundation, tetapi untuk\ninvestasi pendidikan. Kalau untuk konsusmsi biasanya gali lubang tutup lubang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3873\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-300x200.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-768x511.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-2048x1364.jpg 2048w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-400x266.jpg 400w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/gg-272x182.jpg 272w\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari Dinas Koperasi Kota Yogyakarta menginformasikan di Kota Yogyakarta ada\n45 koperasi sangat berkualitas, 122 koperasi cukup berkualitas dan 17 koperasi\ntidak berkualitas. Kopkar APMD, menurut bu Probo, masuk dalam kategori cukup\nberkualitas. Kopkar APMD juga mendapat skor 79,1 atau cukup sehat..<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memanfaatkan Sambil Membesarkan, Membesarkan Sambil Memanfaatkan. Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Karyawan \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d hari ini (29\/1) dibuka dengan \u00e2\u20ac\u0153Kuliah Pendek\u00e2\u20ac\u009d tentang sejarah dan ideologi koperasi oleh Ketua STPMD \u00e2\u20ac\u02dcAPMD\u00e2\u20ac\u2122 Yogyakarta Sutoro Eko. RAT ke XVIII kali ini dihadiri sekitar 108 anggota juga perwakilan dari Dinas Koperasi Kota Yogyakarta. Ketua APMD mengatakan, koperasi tak lepas dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3876,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[23,4],"tags":[],"class_list":["post-3870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-kampus"],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-28 17:28:25","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3870"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3870\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}