{"id":3866,"date":"2020-02-28T10:26:32","date_gmt":"2020-02-28T03:26:32","guid":{"rendered":"http:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?p=3866"},"modified":"2020-02-28T10:27:12","modified_gmt":"2020-02-28T03:27:12","slug":"negara-beradat-adat-bernegara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/negara-beradat-adat-bernegara\/","title":{"rendered":"Negara Beradat, Adat Bernegara"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Negara Beradat, Adat Bernegara:<br>\nKetua STPMD &#8220;APMD&#8221; Yogyakarta <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100013229619715&amp;__tn__=K-R&amp;eid=ARC2k7YfIoUgGVrMcdfv9YLf59YoJ_uKJ9s7mifWChA8M8IgWsL8W-HB3B08T-T3tMWifrk-k7Biv-RN&amp;fref=mentions&amp;__xts__%5B0%5D=68.ARB0t5C27CokOYI_EWQxg_HOqg-QkwIU5aCGMXxOq2k0A1wAwRmxLVuacNBR1D_1_ZUYLctSzBof3doqLZYVVBT6I-_U4OVfnyQk9xbiUim7qwZCizPLAQXBk9eJiA3-rhJYAP-iXXRNCGj9owzbmj8UWvolxFFMNAbxMrzUFTyUN86lynDArRL9mBh_L7uNyqx3lLe3ujxaNVwhcYHG4-xoX2dkZYCJVMtmyFP0MGhAKgzcciJtrQZOyz9XJtmngyU2PANhuxTs5uPovzxAeMDRcGLfPXw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sutoro Eko<\/a> menjadi narasumber\npada FGD &#8220;Pengembangan kapasitas lembaga Saniri yang aspiratif pada\npembangunan masyarakat desa adat di Kota Ambon,&#8221; di Jogja (23\/1). FGD yang\ndiselenggarakan oleh Unika Soegijapranata Semarang didukung LPDP itu dihadiri\nsepuluh orang ahli diantaranya dua profesor dari Universitas Pattimura Ambon. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sutoro Eko menyampaikan materi berjudul Negara Beradat, Adat Bernegara.\nBagaimana memandang dan menempatkan Indonesia\nsebagai negara bangsa modern dan negeri bangsa yang memiliki keragaman adat,\nsuku dan masyarakat lokal. Bisakah hal-hal baik berjalan bersama? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Sutoro Eko, salah satu prinsip normatif penghormatan dan pengakuan\nadat pada Pasal 18 UUD 1945. Bahwa negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat\nhukum adat beserta hak hak tradisional. Pasal 28i: &#8220;Identitas budaya dan\nhak masyarakat dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.&#8221;\n<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"960\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sds.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3867\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sds.jpg 960w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sds-300x300.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sds-150x150.jpg 150w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sds-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia adalah negara semesta yang mengenal kerakyatan dan kewargaan\nsekaligus mengakui-menghormati (rekognisi) terhadap adat. Namun, lanjut Sutoro\nEko, negara semesta tidak pernah hadir, yang hadir adalah negara\ndevelopmentalis-modernis yang mewarisi negara kolonial dan disepuh dengan\nneoliberalisme. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam diskursus desa dan adat, Sutoro Eko mencatat ada empat mazhab. Pertama\nromantis-esensialis (membela dan mempertahankan), kedua revisionis-radikal\n(melawan), ketiga orientalis-modernis (mengubah tapi memanfaatkan) dan keempat\nkonstruktivis-transformatif (memuliakan dan memperkuat). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu contoh UU atau peraturan kaku di kertas tapi lentur di lapangan,\nterkait kepala desa yang jadi tersangka korupsi dana desa. Dari 2000an kasus\nhanya 900an yang benar-benar korupsi. Sisanya karena laporan keuangan yang\ntidak beres. Ada juga Kades yang nekat membangun kantor desa dengan dana desa\nmeskipun dilarang. Karena itu kebutuhan dan tak ada dana yang dikorupsi maka\nKemendagri dan Kemendesa membela Kades itu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentang lembaga adat Saniri, di Kota Ambon ada 22 Negeri Adat yang dipimpin\nseorang Raja atau Kepala Desa. Badan Saniri Negeri merupakan jantung dari\nkesatuan masyarakat adat suatu negeri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah sesi diskusi yang cukup mendalam, Sutoro Eko yang pada 2010\nmengadakan penelitian di Ambon itu menggarisbawahi &#8220;Hukum positif menjerat\nmanusia, hukum liberal bisa menjerumuskan manusia. Maka dibutuhkan hukum\ndeliberatif yang memuliakan manusia.&#8221; @ Sekolah Tinggi Pembangunan\nMasyarakat Desa &#8220;APMD&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Negara Beradat, Adat Bernegara: Ketua STPMD &#8220;APMD&#8221; Yogyakarta Sutoro Eko menjadi narasumber pada FGD &#8220;Pengembangan kapasitas lembaga Saniri yang aspiratif pada pembangunan masyarakat desa adat di Kota Ambon,&#8221; di Jogja (23\/1). FGD yang diselenggarakan oleh Unika Soegijapranata Semarang didukung LPDP itu dihadiri sepuluh orang ahli diantaranya dua profesor dari Universitas Pattimura Ambon. Sutoro Eko menyampaikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3868,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[23,4,5],"tags":[],"class_list":["post-3866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-kampus","category-berita-pendidikan"],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-28 17:10:22","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}