{"id":3693,"date":"2019-09-23T08:43:18","date_gmt":"2019-09-23T01:43:18","guid":{"rendered":"http:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?p=3693"},"modified":"2019-09-23T08:43:18","modified_gmt":"2019-09-23T01:43:18","slug":"empat-pesan-ketua-kepada-mahasiswa-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/empat-pesan-ketua-kepada-mahasiswa-baru\/","title":{"rendered":"Empat Pesan Ketua Kepada Mahasiswa Baru"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Yogyakarta kemarin (17\/9) membuat sejarah, menggelar \nsidang senat terbuka dengan acara tunggal penetapan mahasiswa baru tahun\n 2019\/2020.  Sidang senat terbuka diadakan di gedung audiotorium Ganesha\n dihadiri seluruh anggota senat, para dosen dan mahasiswa baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> \nKetua STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Dr. Sutoro Eko Yunanto dalam sambutannya mengatakan, \n\u00e2\u20ac\u0153Kita menciptakan tradisi baru menggelar sidang senat terbuka untuk \nmenetapkan mahasiswa baru tahun akademik 2019\/2020 bersamaan dengan \npermulaan Sosialisasi Internal Kampus tahun 2019\/2020.\u00e2\u20ac\u009d  Sidang senat \nterbuka kemarin dilaksanakan dengan khidmad dan bermartabat menyambut \nkehadiran mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi seluruh tanah \nair. \u00e2\u20ac\u0153Ini adalah sebuah keberagaman. Sebuah perbedaan yang selalu kita \nrayakan. Bersatu dalam keberagaman,\u00e2\u20ac\u009d ujar Sutoro Eko.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Ketua \nmenjelaskan, APMD menggelar sidang senat terbuka  ingin meneguhkan \nkomitmen sebagai lembaga akademik untuk mendidik dengan melayani \nmahasiswa dan melayani dengan mendidik. Agar mahasiswa menjadi manusia \nyang utuh. Sesuai dengan  amanat Yayasan Pengembangan Pendidikan 17 dan \njuga statuta STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d. \u00e2\u20ac\u0153Melayani menjadi tradisi yang kita utamakan.\n Sekolah tinggi berkomitmen untuk mendidik dan melayani mahasiswa dengan\n prinsip humanism dan kasih sayang,\u00e2\u20ac\u009d tambah Sutoro Eko. Acara kemarin \nuntuk memastikan kepatuhan dan penghormatan  kepada kaidah kepada \nkebajikan kepada institusi dan tradisi akademi yang disimbolisasi dengan\n adanya senat yang mengenakan toga. Toga adalah simbol kebajikan dan \ntradisi akademik. Kelak tiga atau empat tahun mahasiswa baru juga akan \nmemakai toga karena telah melewati proses dan tradisi akademik selama \nproses belajar mengajar. Kepada mahasiswa baru Ketua menyampaikan empat \npesan penting. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" sizes=\"auto, (max-width: 4000px) 100vw, 4000px\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3986-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3696\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3986-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3986-300x200.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3986-768x511.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3986-400x266.jpg 400w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3986-272x182.jpg 272w\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Pertama, sesuai  hymne Yayasan Pengembangan  \nPendidikan 17 dan mars APMD,  Keilmuan yang berkembang dalam  Tri Dharma\n Perguruan Tinggi bersumber secara ideologis pada Pancasila dan UUD \n1945. Konstitusi bukan sekadar pasal demi pasal dan bukan sekadar norma \ntetapi di dalamnya ada ideologi  dan sumber pengetahuan yang kita \njadikan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan bagi sekolah tinggi.  \nKetuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan adalah nilai \nsekaligus keberpihakan pada tujuan bagi  sekolah tinggi. Indonesia \nadalah negara hukum yang berkedaulatan rakyat dan berkeadilan social, \nitu adalah sumber ilmu pengetahuan yang akan kita kembangkan dan kita \njadikan pijakan dalam penyelenggaraan  sekolah tinggi karena kita rumpun\n ilmu  sosial, ilmu politik dan humaniora.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Kedua sesuai sumber \nPancasila dan UUD 1945, sekolah tinggi meneguhkan mendedikasikan jiwa \nrara  untuk  memuliakan desa sekaligus mempersatukan Indonesia. \u00e2\u20ac\u0153Desa \ndan Indonesia adalah dua entitas yang berbeda  tapi keduanya ditunjukkan\n pada keberpihakan sekolah tinggi melalui Tri Dharma . Ada satu benang \nmerah yang mempertemukan desa dan  Indonesia yaitu perubahan,\u00e2\u20ac\u009d tegas \nSutoro Eko yang sering dipanggil Guru Desa itu.  Artinya, tambahnya, \nkita tak hanya bersatu dalam perbedaan tetapi juga bersatu dalam \nperubahan. Bersatu dalam perubahan itu artinya kita akan merajut gotong \nroyong sesuai yang ditekankan oleh pendiri bangsa Soekarno. Gotong \nroyong adalah satu nilai kita anti individualisme, kita anti \nkolonialisme. Kita sepakat pada kolektivisme menuju perubahan. Baik \nperubahan pada desa, pada sekolah tinggi maupun perubahan pada \nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Lebih jauh dikatakan, dalam memuliakan desa itu ada \nsemangat mempercayai desa dan semangat menghormati desa. Bukan sekadar \nsebagai wilayah, bukan sekadar satuan administratif tetapi desa adalah \nbasis kehidupan dan penghidupan. Spirit memuliakan desa dan \nmempersatukan Indonesia menjadi bagian tak bisa dipisahkan dari ideologi\n Pancasila dan konstitusi UUD 1945.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Ketiga, Ketua menegaskan, \nsekolah tinggi dengan jiwa raga, dengan kasih sayang, mendidik, \nmelayani, mempersiapkan sarjana yang sujana.Sujana itu artinya cerdas \ndan kritis. Serta berpihak dan bermanfaat bagi orang banyak. Sarjana \nyang tak hanya menuntut untuk kepentingan sendiri tetapi kepentingan  \norang banyak.  Cerdas itu tak hanya ip yang bagus, tak hanya menghapal \ndiktat, tak hanya menghapal rumus, tetapi mampu memaksimalkan lima otak \ndalam kepala kita. Otak pertama otak atas, otak spiritual, patuh kepada \nTuhan cinta kepada manusia. Otak depan itu untuk kecerdasan sosial.  Itu\n artinya kita santun dan rendah hati dalam pergaulan sosial.  Punya \nkepedulian terhadap orang banyak. Terutama rakyat jelata yang tak \nberuntung secara politik dan ekonomi.  Otak kiri adalah kecerdasan \nintelektual. Kecerdasan kita memahami ilmu pengetahuan dan kritis, kaya \nperpektif dan kritis terhadap situasi sosial dan politik. Otak kanan \nadalah kecerdasal kultural, kecerdasan budaya. Selain kita toleran \nterhadap perbedaan kita punya kreasi yang berbeda dari kecerdasan \nteknokratik yang hanya berhitung tentang rumus maupun hitung-hitungan  \ndalam analisis kwantitatif atau dalam analisis statistik.  Terakhir Otak\n belakang adalah  kecerdasan ekonomo politik. Ekonomi dan politik \nsesuatu yang normal namun jika ekonomi politik yang ditaruh di depan \nakan melahirkan para bandit, parasit  cukung, dan para tengkulang yang \nmerugikan rakyat jelata.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" sizes=\"auto, (max-width: 4000px) 100vw, 4000px\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3980-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3697\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3980-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3980-300x200.jpg 300w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3980-768x511.jpg 768w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3980-400x266.jpg 400w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/IMG_3980-272x182.jpg 272w\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Pesan keempat Ketua, jadilah mahasiswa \nyang berprestasi, jangan jadi mahasiswa bermasalah. Ada mahasiswa biasa,\n mahasiswa bermasalah dan mahasiswa berprestasi. Mahasiswa biasa itu \nrutin. kampung, kost dan kampus.  Indeks Prestasinya bagus, selesai 3,5 \nsampai 4 tahun, tetapi tak punya kesempatan meraih dunia luar. Karena \nitu raihlah kesempatan menjadi mahasiswa berprestasi.  Berprestasi itu \nartinya tak hanya IP yang bagus. IP bukan ukuran kecerdasan. IP adalah \nukuran apakah mahasiswa malas atau tidak. IP bagus belum tentu mahasiswa\n itu hebat  Tetapi mahasiswa yang mempunyai IP jelek pasti orangnya \npemalas.  Mahasiswa yang bermasalah itu hanya punya dua K. Kampung dan \nkampus, tak punya kost. Tidurnya di kampus, artinya tak punya kesempatan\n belajar yang baik. Jika sekian tahun IPnya di bawah 2. Itu mahasiswa \nbermasalah.Kita ingin mahasiswa baru semua menjadi mahasiswa berprestasi\n dan sukses  menjadi sarjana yg sujana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Sebelumnya Wakil Ketua I \n  Dra. Chandra Rusmala, M.Si melaporkan mahasiswa baru tahun 2019\/2010 \ndatang dari 28 provinsi. Ada enam provinsi dengan mahasiswa terbesar \nyaitu Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta,\n Papua, Papua Barat dan Sumatera Barat. Selain itu sumber biaya studi \nmahasiswa datang dari biaya mandiri, Beasiswa Bidik Misi, Program \nAfirrmasi Pendidikan Tinggi, Beasiswa Yayasan Binter Busi dan Beasiswa \nTugas belajar Non PNS dari Pemkab Kepulauan Mentawai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Yogyakarta kemarin (17\/9) membuat sejarah, menggelar sidang senat terbuka dengan acara tunggal penetapan mahasiswa baru tahun 2019\/2020. Sidang senat terbuka diadakan di gedung audiotorium Ganesha dihadiri seluruh anggota senat, para dosen dan mahasiswa baru. Ketua STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Dr. Sutoro Eko Yunanto dalam sambutannya mengatakan, \u00e2\u20ac\u0153Kita menciptakan tradisi baru menggelar sidang senat terbuka untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3694,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[4,5],"tags":[47],"class_list":["post-3693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kampus","category-berita-pendidikan","tag-mahasiswa-baru"],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-24 20:16:25","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}