{"id":10871,"date":"2025-06-08T13:25:32","date_gmt":"2025-06-08T06:25:32","guid":{"rendered":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?p=10871"},"modified":"2025-10-28T13:31:05","modified_gmt":"2025-10-28T06:31:05","slug":"webinar-empowerment-vs-disempowerment-mengkaji-ulang-arah-pemberdayaan-masyarakat-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/webinar-empowerment-vs-disempowerment-mengkaji-ulang-arah-pemberdayaan-masyarakat-desa\/","title":{"rendered":"Webinar &#8220;Empowerment VS Disempowerment: Mengkaji Ulang Arah Pemberdayaan Masyarakat Desa"},"content":{"rendered":"<p>HUMAS APMD, YOGYAKARTA \u00e2\u20ac\u201c (Selasa, 08\/06\/25) Webinar \u00e2\u20ac\u0153Empowerment VS Disempowerment: Mengkaji Ulang Arah Pemberdayaan Masyarakat Desa\u00e2\u20ac\u009d. Diadakan oleh Prodi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Yogyakarta.<\/p>\n<p>Apa yang terbenak dari makna dan pelaksanaan \u00e2\u20ac\u0153Pemberdayaan\u00e2\u20ac\u009d, apakah selama ini sudah tepat dan benar-benar keberpihakan untuk masyarakat, maka dari itu bersama Prodi PMD STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Yogyakarta dilaksanakan secara online sebuah Webinar yang mengkaji ulang arah pemberdayaan sejauh ini, apakah bentuk dari memberdayakan atau justru menciptakan ketidakberdayaan. Diskusi menarik bersama keynote Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si., (Ketua STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d), Dr. Sri Widayanti, S.Pd.I, M.A., (Dosen STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d), lalu pihak eksternal yakni Ahmad Musyaddad (Sanggar Inovasi Desa) dan Gandang Hardjanata (Lurah Tamanmartani). Melalui kegiatan ini tidak hanya Sivitas Akademik STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d yang dapat berdiskusi secara online, tetapi mahasiswa kampus lain dan perangkat desa juga dapat mengikuti diskusi ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-2.webp\"><img data-dominant-color=\"9b5c60\" data-has-transparency=\"true\" style=\"--dominant-color: #9b5c60;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10873 has-transparency\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-2.webp\" alt=\"\" width=\"491\" height=\"277\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-2.webp 491w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-2-300x169.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 491px) 100vw, 491px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keseluruhan diskusi webinar ini mengenai pemberdayaan terutama dengan fokus &#8220;pemberdayaan\u00c2\u00a0 masyarakat\u00c2\u00a0 desa&#8221;.\u00c2\u00a0 Dibuka\u00c2\u00a0 dengan\u00c2\u00a0 pernyataan\u00c2\u00a0 Siti\u00c2\u00a0 Sumaryatiningsih, S.Si.,M.I.P selaku dosen Prodi Pembangunan Masyarakat Desa yang menekankan pentingnya kemandirian desa, bagaimana desa bersama pemerintah benar-benar menghidupkan pemberdayaan yang berdaya dan desa mampu berkata &#8220;kami berdaya karena kami ini bisa menentukan nasib kami sendiri&#8221;. Dijelaskaan evolusi konsep &#8220;empowerment&#8221; dari gerakan feminis dan marxisme hingga menjadi jargon neoliberalisme lalu ditekankan bahwa pemberdayaan sejati adalah tentang merebut kekuasaan dan melawan penindasan oleh Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si. Selanjutnya Dr. Sri Widayanti, S.Pd.I, M.A. merefleksikan pemberdayaan masyarakat desa dari perspektif akademis, mengkritik bagaimana pemberdayaan seringkali menjadi program rutin tanpa makna dan melahirkan ketidakberdayaan dengan kata lain makna &#8220;empowerment&#8221; yang terpeleset menjadi &#8220;disempowerment&#8221;. Pembicara ketiga Bapak Gandang Hardjanata berbagi pengalaman sebagai Lurah Tamamartani dalam memberdayakan masyarakat, beliau menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat desa harus berfokus pada aspirasi dan kebutuhan nyata warga. Menurutnya, transparansi dan kepercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan partisipasi aktif. Beliau juga mengingatkan bahwa program pemberdayaan sering kurang tepat sasaran jika hanya bersifat top-down tanpa melibatkan warga secara langsung. Oleh karena itu, pendekatan yang holistik dan partisipatif menjadi kunci sukses pemberdayaan agar masyarakat benar-benar merasa memiliki dan mampu mengelola sumber daya serta potensi desa mereka sendiri. Terakhir pernyataan Ahmad Muhsyahdad dari Yayasan Sanggar Inovasi Desa, beliau menyoroti pentingnya inovasi dalam proses pemberdayaan masyarakat desa, bahwasannya pemberdayaan tidak hanya soal memberikan bantuan atau program, tetapi bagaimana menciptakan solusi kreatif yang sesuai dengan kondisi lokal desa serta mengingatkan agar pendekatan pemberdayaan lebih mengedepankan kemandirian dan kapasitas warga desa, bukan hanya ketergantungan pada pihak luar. Menurut beliau, peran organisasi seperti Yayasan Sanggar Inovasi Desa dibutuhkan karena memfasilitasi proses belajar dan berbagi inovasi agar desa bisa berkembang secara berkelanjutan dan mandiri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-3.webp\"><img data-dominant-color=\"282828\" data-has-transparency=\"true\" style=\"--dominant-color: #282828;\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10874 has-transparency\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-3.webp\" alt=\"\" width=\"487\" height=\"277\" srcset=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-3.webp 487w, https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/web-3-300x171.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 487px) 100vw, 487px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Diskusi ini menegaskan bahwa pemberdayaan sejati harus berakar pada kemandirian, partisipasi aktif, serta penyesuaian dengan kebutuhan dan potensi lokal desa. Selain itu, pentingnya transparansi, kepercayaan, dan inovasi menjadi kunci agar program pemberdayaan tidak hanya sekedar rutinitas administratif, melainkan benar-benar memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat desa harus terus dikaji ulang dan dikembangkan agar mampu memberdayakan warga secara nyata dan berkelanjutan, sekaligus menghindari jebakan disempowerment yang justru melemahkan masyarakat itu sendiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMAS APMD, YOGYAKARTA \u00e2\u20ac\u201c (Selasa, 08\/06\/25) Webinar \u00e2\u20ac\u0153Empowerment VS Disempowerment: Mengkaji Ulang Arah Pemberdayaan Masyarakat Desa\u00e2\u20ac\u009d. Diadakan oleh Prodi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Yogyakarta. Apa yang terbenak dari makna dan pelaksanaan \u00e2\u20ac\u0153Pemberdayaan\u00e2\u20ac\u009d, apakah selama ini sudah tepat dan benar-benar keberpihakan untuk masyarakat, maka dari itu bersama Prodi PMD STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d Yogyakarta dilaksanakan secara online [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":10872,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-10871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-25 00:52:01","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10871"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10877,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10871\/revisions\/10877"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}