{"id":10393,"date":"2025-03-11T22:23:42","date_gmt":"2025-03-11T15:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/?page_id=10393"},"modified":"2025-06-01T19:44:23","modified_gmt":"2025-06-01T12:44:23","slug":"portofolio-program-studi-pembangunan-masyarakat-desa","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/portofolio-program-studi-pembangunan-masyarakat-desa\/","title":{"rendered":"Portofolio Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa"},"content":{"rendered":"\r\n<!DOCTYPE html>\r\n<html lang=\"id\">\r\n<head>\r\n    <meta charset=\"UTF-8\">\r\n    <meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1.0\">\r\n    <title>Portofolio Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)<\/title>\r\n    <link rel=\"stylesheet\" href=\"https:\/\/cdnjs.cloudflare.com\/ajax\/libs\/font-awesome\/6.4.2\/css\/all.min.css\">\r\n    <style>\r\n.entry-title {\r\n    display: none;\r\n}\r\n\r\n        body {\r\n            font-family: 'Arial', sans-serif;\r\n            margin: 0;\r\n            padding: 0;\r\n            background-color: #f8f9fa;\r\n        }\r\n        .container {\r\n            width: 90%;\r\n            max-width: 1200px;\r\n            margin: auto;\r\n            overflow: hidden;\r\n            background: white;\r\n            padding: 20px;\r\n            border-radius: 10px;\r\n            box-shadow: 0px 0px 10px rgba(0, 0, 0, 0.1);\r\n        }\r\n        header {\r\n            background: #004d40;\r\n            color: white;\r\n            padding: 20px 0;\r\n            text-align: center;\r\n            font-size: 24px;\r\n            font-weight: bold;\r\n        }\r\n        h2 {\r\n            color: #004d40;\r\n            border-bottom: 2px solid #004d40;\r\n            padding-bottom: 5px;\r\n        }\r\n        .section {\r\n            padding: 20px 0;\r\n        }\r\n        .content {\r\n            line-height: 1.8;\r\n            text-align: justify;\r\n        }\r\n        .highlight {\r\n            background: #e0f2f1;\r\n            padding: 10px;\r\n            border-left: 5px solid #004d40;\r\n        }\r\n        .grid {\r\n            display: grid;\r\n            grid-template-columns: repeat(auto-fit, minmax(300px, 1fr));\r\n            gap: 20px;\r\n        }\r\n        .card {\r\n            background: white;\r\n            padding: 15px;\r\n            border-radius: 10px;\r\n            box-shadow: 0px 0px 10px rgba(0, 0, 0, 0.1);\r\n        }\r\n.btn-link {\r\n            display: inline-block;\r\n            background: linear-gradient(45deg, #ff7b00, #ffcc00);\r\n            color: white;\r\n            font-size: 18px;\r\n            font-weight: bold;\r\n            padding: 12px 24px;\r\n            text-decoration: none;\r\n            border-radius: 30px;\r\n            transition: all 0.3s ease-in-out;\r\n            box-shadow: 0px 5px 15px rgba(0, 0, 0, 0.2);\r\n        }\r\n        .btn-link:hover {\r\n            transform: scale(1.1);\r\n            box-shadow: 0px 8px 20px rgba(0, 0, 0, 0.3);\r\n        }\r\n        a {\r\n            text-decoration: none;\r\n            color: inherit;\r\n        }\r\n        footer {\r\n            text-align: center;\r\n            padding: 20px;\r\n            background: #004d40;\r\n            color: white;\r\n            margin-top: 20px;\r\n        }\r\n@media (max-width: 768px) {\r\n            .content, .card {\r\n                font-size: 14px;\r\n            }\r\n            header {\r\n                font-size: 18px;\r\n                padding: 10px;\r\n            }\r\n            h2 {\r\n                font-size: 18px;\r\n            }\r\n.grid {\r\n        display: flex;\r\n        flex-direction: column;\r\n        gap: 10px; \/* Jarak antar elemen *\/\r\n    }\r\n\r\n    .card {\r\n        padding: 12px;\r\n        font-size: 14px;\r\n        word-wrap: break-word;\r\n    }\r\n\r\n    .list-group-numbered {\r\n        padding-left: 20px; \/* Pastikan numbering tidak tertutup *\/\r\n    }\r\n\r\n    .list-group-item {\r\n        font-size: 14px; \/* Ukuran font lebih kecil tapi masih terbaca *\/\r\n        padding: 8px; \/* Padding untuk ruang antar teks *\/\r\n        white-space: normal; \/* Izinkan teks berpindah baris *\/\r\n        overflow-wrap: break-word; \/* Pecah kata panjang *\/\r\n        word-break: break-word; \/* Pisahkan kata panjang jika perlu *\/\r\n        line-height: 1.4; \/* Tambah tinggi baris untuk keterbacaan *\/\r\n    }\r\n\r\n    .fa-solid {\r\n        margin-right: 5px; \/* Jarak ikon dengan teks *\/\r\n    }\r\n}\r\n    <\/style>\r\n<\/head>\r\n<body>\r\n    <header>Portofolio Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)<\/header>\r\n    <div class=\"container\">\r\n        <section class=\"section\">\r\n            <h2>Identitas diri\/profil<\/h2>\r\n            <p class=\"content\">Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) merupakan salah satu program studi yang menjadi titik awal (embrio) perkembangan STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d yang konsisten menaruh  perhatian pada pembangunan masyarakat desa. Perhatian ini dikedepankan sebagai  standing position serta respon akademik dan sosial  terhadap ketidakberdayaan (powerless) masyarakat dalam menghadapi negara, pasar dan globalisasi.  Kini keberadaan Prodi PMD  sangat relevan dengan konteks pengembangan otonomi daerah, local governance reform, pembaharuan desa dan pemberdayaan masyarakat lokal.\r\nProdi PMD membawa spirit \u00e2\u20ac\u0153Mainstream Desa\u00e2\u20ac\u009d. Pembangunan masyarakat desa merupakan sebuah konsep dimana ada dua kosakata yaitu pembangunan sebagai kata benda dan masyarakat desa sebagai kata keterangan. Pembangunan masyarakat desa kemudian dipahami sebagai suatu proses perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat desa dari kondisi yang sudah ada  menjadi lebih baik. Pembangunan masyarakat desa memang tidak lepas dari teori pembangunan masyarakat dimana menitikberatkan pada masyarakat yakni menunjuk pada kualitas pembangunan masyarakat yang menempatkan pentingnya suatu hubungan sosial dalam masyarakat dan pembangunan yakni menunjuk pada arah kegerakan komunitas dari masyarakat yang terencana dan berproses menuju ke arah suatu pembangunan.\r\nPembeda dari pembangunan masyarakat ini adalah mainstream desa. Dimana upaya gerakan sosial masyarakat dalam upaya pembangunan menitikberatkan pada desa. Desa tidak hanya dianggap sebagai suatu bentuk kewilayahan tetapi sebagai ruang hidup yang epistemik dimana terdapat nilai-nilai lokal, moral, dan kehidupan bertumbuh. Mainstream desa ditempatkan sebagai fondasi dasar pembangunan masyarakat dijalankan. Setiap upaya perubahan sosial yang terjadi harus memiliki mindset desa.\r\nSpirit mainstream desa kemudian diturunkan menjadi tiga komponen utama yaitu kepemimpinan, kemampuan mengorganisir masyarakat, dan keterampilan praktik pemberdayaan. Kepemimpinan merupakan  suatu kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Seorang pemimpin mampu menggerakkan orang atau kelompok dengan visi, misi, nilai-nilai, dan arah  yang jelas. Nilai niai   kepemimpinan tersebut  diantaranya  keteladanan, keunggulan , dan pantang menyerah. Mahasiswa Prodi PMD diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam hal kepemimpinan tentang desa. Hal ini didasarkan masih lemahnya pengetahuan dan praktik memimpin yang memahami tugas pokok dan fungsi seorang pemimpin di bidang apapun khususnya memimpin di desa. Kemampuan mengorganisir  masyarakat (community organizer) merupakan suatu seni\/kemampuan untuk menggerakkan masyarakat untuk mencapai tujuan terterntu. Kemampuan menggerakkan masyarakat mulai dari tahap identifikasi permasalahan, analisis, dan strategi menggerakkan masyarakat, Untuk mencapai hal tersebut meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang selalu berubah dan dinamis membutuhkan  perubahan cara berfikir mahasiswa untuk cepat tanggap terhadap permasalahan yang muncul di masyarakat dan cara mengatasinya. Komponen ketiga keterampilan praktik pemberdayaan  mengingat karakteristik masyarakat disetiap wilayah, maupun kelompok tidak sama, maka bentuk-bentuk praktik pemberdayaan yang dilakukan dalam menggerakkan pembangunan menyesuaikan kondisi dan situasi yang ada di masyarakat . \r\nKetiga komponen utama yang dikembangkan di Prodi PMD kemudian diharapkan mampu menumbuhkan \u00e2\u20ac\u0153Jawara Desa\u00e2\u20ac\u009d. Jawara Desa adalah insan manusia yang secara sadar, bebas,  dan memiliki nalar berpikir dalam melakukan suatu perubahan menuju ke arah lebih baik dimana dibekali pengetahuan dan keterampilan berdasarkan fondasi pada mainstream desa. Jawara desa diharapkan mampu berkiprah di bidang pemerintahan baik sebagai aparatur sipil negara, kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, di bidang kemasyarakat baik sebagai pegiat desa, pengelola usaha desa, di bidang swasta baik sebagai wirausaha desa, pekerja dibidang jasa.\r\n<\/p>\r\n        <\/section>\r\n        <section class=\"section\">\r\n            <h2>Pengalaman kerja\/organisasi<\/h2>\r\n            <p class=\"content\">Perwujudan dalam menumbuhkan Jawara Desa kemudian di aplikasikan dalam bentuk visi dan misi prodi. Visi Prodi PMD adalah menjadi prodi yang unggul dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan terpercaya sebagai penyelenggara desa dan pengelola aset penghidupan lokal secara professional dan berkeadilan. Kemudian misi yang dijalankan adalah mewujudkan prodi yang tangguh dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengedepankan kepentingan masyarakat; mengembnagkan ilmu terapan melalui model-model pemberdayaan masyarakat dengan prinsip partisipatif, kemitraan, dan kemandirian dalam mengelola sumber daya desa; mengembangkan sumber daya manusia yang profesioanl sebagai penyelenggara desa berbasis pada IPTEK; mengembangkan dan menguatkan jejaring dengan akademisi, dunia usaha, komunitas, dan pemerintah baik lokal, nasional, maupun internasional.  \r\nKompetensi lulusan yang diharapkan oleh Prodi PMD yaitu memiliki kemampuan dan keterampilan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, dan pembinaan masyarakat; memiliki kemampuan dan keterampilan memetakan potensi, menginventarisasi masalah, dan kebutuhan desa dalam mengelola usaha desa; memiliki kemampuan dan keterampilan fasilitasi, advokasi, dan mengorganisasi komunitas untuk pemberdayaan masyarakat; memiliki kemampuan berinovasi, berkreasi, berani menghadapi resiko dan menjalin hubungan; memiliki kemampuan dan keterampilan memimpin, mengelola, mengambil inisiatif serta mengambil keputusan dalam komunitas dan organisasi.\r\nGuna mencapai kompetensi lulusan, Prodi PMD menyiapkan kurikulum yaitu kurikulum 2021 dengan seksama dan sistematis. Kurikulum 2021 merupakan penguatan dari kurikulum 2016. Perancangan kurikulum baru dilakukan agar kurikulum yang sudah ada dapat semakin kuat dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains, serta kebutuhan masyarakat. \r\nPerubahan yang signifikan terjadi dalam perkembangan sosial politik di negara kita, tentu membutuhkan penyesuaian. Penyesuaian yang dilakukan bukan berarti prodi \u00e2\u20ac\u0153latah\u00e2\u20ac\u009d ataupun  takut tertinggal, tetapi penyesuaian ini berdasarkan landasan yang jelas terkait dengan regulasi yang ada. Prodi PMD memang tetap \u00e2\u20ac\u0153compliance\u00e2\u20ac\u009d terhadap rezim Dikti, tetapi spirit prodi mengarah pada \u00e2\u20ac\u0153beyond\u00e2\u20ac\u009d dimana Prodi PMD bisa melakukan terobosan dan inovasi dalam pembangunan masyarakat desa. Undang-Undang Desa menjadi pijakan prodi dalam penyusunan kurikulum baik 2016 maupun 2021, tetapi hal yang utama bagaimana menerjamahkan dan mengejawantahkan spirit dan roh undang-undang tersebut ke dalam kurikulum prodi. Keberadaan kurikulum 2021 tidak serta merta berubah drastis. Lokus dan fokus Prodi PMD tetap desa dimana Prodi PMD memaknai bahwa pengetahuan dan keterampilan yang di angkat terkait desa adalah keterampilan pada bidang penyelenggaraan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. \r\nKeterampilan dan kemampuan dalam bidang penyelenggaraan dan pemberdayaan masyarakat  desa menjadi kompetensi yang harus di miliki dalam aktivitas berdesa. Penyelenggaraan desa merupakan bagian dari penguatan institusi desa dan tata pemerintahan penyelenggaraan desa. Pemberdayaan masyarakat desa, bukan berarti masyarakat tidak memiliki daya, tetapi bagaimana daya yang dimiliki dapat diasah dan dikelola menjadi sebuah kekuatan untuk kemaslahatan dan kemakmuran desa. Kedua aspek bidang ini tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi seiring sejalan dan saling bertautan, sehingga jelas bahwa Prodi PMD mengutamakan desa, dengan ciri khas yaitu bagaimana menyiapkan lulusan mampu dan terampil dalam berdesa. Menurut Sutoro Eko, tradisi berdesa mengandung unsur bermasyarakat dan bernegara di ranah desa. Desa di Indonesia menjadi wadah kolektif dalam bernegara dan bermasyarakat. Pertama, desa menjadi basis sosial atau menjadi basis memupuk modal sosial, yakni memupuk tradisi solidaritas, kerjasama, swadaya, gotong royong secara inklusif yang melampaui batas-batas eksklusif seperti kekerabatan, suku, agama, aliran atau sejenisnya. Kedua, desa memiliki kekuasaan dan berpemerintahan, yang di dalamnya mengandung otoritas (kewenangan) dan akuntabilitas untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat . \r\nKurikulum Prodi PMD 2021 disusun secara sistematis berdasarkan roadmap prodi PMD. Roadmap ini merupakan petunjuk teknis yang menjadi mengarah untuk mencapai komptensi lulusan. <br>Berikut roadmap kurikulum Prodi PMD:<\/br>\r\n\r\n    <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/roadmap-prodi.webp\" alt=\"Prodi PMD\" style=\"width: 100%; height: auto; display: block; margin: 0 auto;\">\r\n\r\nGambar roadmap diatas menunjukkan bahwa terdapat 6 tahapan dalam kurikulum baru Prodi PMD untuk mahasiswa dari awal masuk hingga menyelesaikan Studi. Tahap 1, tahap ini mahasiswa diharapkan dapat memiliki kemampuan dan keterampilan dasar untuk berkomunikasi dan memahami desa. Kemampuan berkomunikasi dianggap penting guna mahasiswa bergaul dan belajar di desa. Etika berkomunikasi dan dalam pergaulan  dapat mengantarkan mahasiswa diterima di berbagai pihak dan meningkatkan rasa percaya diri. Memahami desa dimaknai bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan dan wawasan tentang desa, baik segala aspek yang ada didesa maupun sejarah dan perkembangan desa. Tahap 2, tahap ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengidentikasi potensi desa. Identifikasi potensi desa sebagai dasar memperoleh profil desa dan potret desa, karena berkolerasi dengan penyelenggaraan dan pemberdayaan masyarakat desa, \r\nTahap 3, tahap ini mahasiswa di harapkan memiliki kemampuan dalam menginventarisasi permasalahan dan kebutuhan masyarakat desa. Inventarisasi permasalahn dan kebutuhan masyarakat desa tentu berkaitan dengan bidang penyelenggaraan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Tahap 4, mahasiswa mampu dan terampil dalam menyusun strategi dan penyelesaian masalah. Tahap ini membutuhkan pendalaman terkait dengan strategi dan alternatif pemecahan masalah. Tahap 5, mahasiswa diharapkan mampu dan terampil dalam penyelenggaraan desa. Keterampilan dan kemampuan dalam penyelenggaraan desa terkait dengan 4 hal yaitu perencanaan, penganggaran, regulasi, dan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintah desa. Tahap 6, mahasiswa terampil dalam bidang penyelenggaraan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Tahap terakhir ini mahasiswa melaksanakan magang dan menyusun laporan tugas akhir.<\/br>\r\nGambar Kurikulum Prodi PMD<\/br>\r\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/kurikulum-prodi1-png.webp\" alt=\"Prodi PMD\" style=\"width: 100%; height: auto; display: block; margin: 0 auto;\"><\/br>\r\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/kurikulum-prodi2-png.webp\" alt=\"Prodi PMD\" style=\"width: 70%; height: auto; display: block; margin: 0 auto;\">\r\nProdi PMD dalam menguatkan jejaring dan eksistensi sebagai prodi vokasi melalukan kerjasama dengan berbagai pihak baik dari pemerintahan dan dunia usaha. Kerjasama dengan pemerintah yaitu dengan desa\/kalurahan yang  ada di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kulon Progo, kemudian beberapa bumdes yang ada di Kabupaten Gunung Kidul dan Kulonprogo. Kerjasama dengan industry yang terjalin yaitu dengan PT Jala yang bergerak dalam budidaya udang, PT JKP yang bergerak di bidang konveksi, PT Karya Anak Yogya yang bergerak dibidang jasa fasilitas pasar, Industri Konveksi Joho. Beberapa pihak yang berasal dari industry ini memiliki kriteria dimana perusahaan yang berdiri menerapkan prinsip pemberdayaan masyarakat.\r\n<\/p>\r\n        <\/section>\r\n<section class=\"section\">\r\n            <h2>Karya karya dosen dan Mahasiswa<\/h2>\r\n            <div class=\"grid\">\r\n                <div class=\"card\">\r\n                    <p><i class=\"fa-solid fa-users\"><\/i> Penelitian Dosen<\/p>\r\n<ol class=\"list-group list-group-numbered\">\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Penyusunan Naskah Akademik Keolahragaan<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Efektivitas Bantuan Pangan Non Tunai Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Kelurahan Prawirodirjan Gondomanan Yogyakarta<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Model pelayanan air bersih perdesaan<\/li>\r\n<li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Model Pemberdayaan Masyarakat Bangunjiwo dalam implementasi Kebijakan Padat Karya Tunai Desa dimasa Pandemi Covid 19. Tahun 2022<\/li>\r\n<li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Pemanfaatan Potensi Unggulan Lokal untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta  Tahun  2023.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n                <\/div>\r\n                <div class=\"card\">\r\n                    <p><i class=\"fa-solid fa-users\"><\/i> Karya Pengabdian dan Publikasi  Dosen<\/p>\r\n<ol class=\"list-group list-group-numbered\">\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Tim seleksi pengisian  pamong desa\/kalurahan  di wilayah DIY<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Pemberdayaan UMKM Permata Batik Di Kalurahan Bimomartani Kapanewon Ngemplak Kabupaten Sleman<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Pendampingan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga  Bagi Warga Di   RT 07,  Perumahan Kunden Astini,  Kalurahan Jambidan,  Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul<\/li>\r\n<li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Sosialisasi pemanfaatan lahan sempit untuk warung hidup di perumahan Griya Kunden Astini, Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul<\/li>\r\n<\/ol>\r\n                <\/div>\r\n                <div class=\"card\">\r\n                    <p><i class=\"fa-solid fa-users\"><\/i> Kegiatan Himpunan Mahasiswa PMD<\/p>\r\n<ol class=\"list-group list-group-numbered\">\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Merekat<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Bakti sosial peduli kebersihan lingkungan Pantai<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Bakti Sosial : Buka Bersama anak panti asuhan Madaniah<\/li>\r\n<li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Mengikuti kompetisi PKM Belmawa Kemendikbudristek<\/li>\r\n<\/ol>\r\n                <\/div>\r\n<div class=\"card\">\r\n                    <p><i class=\"fa-solid fa-users\"><\/i> Karya laporan Tugas Akhir<\/p>\r\n<ol class=\"list-group list-group-numbered\">\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Ebriel Jabrina Sinuhaji : Penerapan Peningkatan Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Mugi Raharjo : Pendampingan Penguatan Lembaga Keuangan Desa Suko Rahayu di Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Magdalena    Jeju : Pendampingan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Relawan Mengajar Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Wirogunan Kemantren Mergangsan Kota Yogyakrta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakrta<\/li>\r\n<li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Armensya : Pendampingan Pengelolaan Pasar Desa di Desa Banyuroto Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta<\/li>\r\n<\/ol>\r\n                <\/div>\r\n<div class=\"card\">\r\n                    <p><i class=\"fa-solid fa-users\"><\/i> Prestasi Kompetsisi  Mahasiswa Prodi PMD<\/p>\r\n<ol class=\"list-group list-group-numbered\">\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Mendapat Hibah Kompetisi P2MD Kemendikbudristek<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Mengikuti Kapal pemuda<\/li>\r\n    <li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Retnaningsih sebagai Perempuan Berprestasi Tingkat Nasional<\/li>\r\n<li class=\"list-group-item\"><i><\/i> Story telling <\/li>\r\n<\/ol>\r\n                <\/div>\r\n            <\/div>\r\n        <\/section>\r\n        <section class=\"section\">\r\n            <h2>Testimoni  Alumni PMD<\/h2>\r\n            <div class=\"highlight\">\r\n                <p class=\"content\">1.\tArnoldus Iyonde, A.Md Angkatan tahun  2017,  Lulus tahun:2020<\/br>\r\nPekerjaan: Staf  Seksi Pemerintahan  Kantor Distrik Kimaam, Kab Merauke, Papua <\/br>\r\n Testimoni : <\/br>\r\nSebelumnya saya tidak paham tentang desa, pemerintahan desa dan tidak  peka terhadap persoalan desa. Di Prodi PMD, STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d saya tidak hanya mendapatkan teori namun praktek langsung di desa melalui tugas \u00e2\u20ac\u201c tugas yang di berikan oleh dosen, antara lain cara mengelola sumberdaya alam , mengelola aset desa, mengelola sumberdaya manusia,  pembuatan rancangan peraturan desa, dan  rencana pembangunan desa Setelah bekerja saya tidak mengalami kendala karena ilmu yang saya peroleh membuat saya mampu bekerja dengan baik dan lancar, Tugas saya saat ini adalah  memberi pemahaman kepada perangkat desa tentang tugas pokok  mereka dan tentang pemerintahan desa.\r\n<\/p>\r\n<p class=\"content\">\r\n2.Felixius Mula, A.Md,  Angkatan  tahun 2016 <\/br>\r\nPekerjaan: pegawai Bank NTT<\/br>  \r\nTestimoni:<\/br>\r\nSaya mengetahui Prodi PMD  dari mahasiswa Sumba yang belajar di STPMD APMD. Keunggulan  Prodi PMD adalah memberikan ilmu ilmu  bidang sosial dan  pembangunan masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas kehidupan masyarakat desa khususnya di daerah tertinggal. Hasil pembelajaran, saya memiliki keterampilan dalam menyusun suatu kegiatan atau program; dan mampu menyusun teknik wawancara  yang baik.Tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa selalu  berinteraksi langsung  dikehidupan masyarakat.  Hubungan dosen dgn masiswa terjalin akrab dan baik , komunikasi dan relasinya di dukung dgn KBM  yg profesional. Manfaat bagi pekerjaan saya sekarang adalah saya  banyak mempunyai wawasan di bidang ilmu bermasyarakat sehingga saya diterima sebagai  fasilitator desa\/Fasdes dan akhirnya diterima di Bank NTT.\r\n<\/p>\r\n<p class=\"content\">\r\n3. Siti Yuningsih, A.Md,  Angkatan  Tahun: 2017 <\/br>\r\nPekerjaan : <\/br>1. Badan Permusyawaran Kalurahan Wonokerto  2020 \u00e2\u20ac\u201c 2026<\/br>\r\n            2. Tenaga Bantu di Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman<\/br>\r\nTestimoni: <\/br>\r\nSaya Aktivis di Kalurahan, namun tidak memiliki pengetahuan tentang Ilmu Pemerintahan, dan Pemberdayaan Di Prodi PMD, banyak hal yang saya dapatkan berupa teori dan praktik tentang desa dan pengalaman non akademik. Saya menjadi paham  tentang Pemerintahan Kalurahan, Penggalian potensi dan pengembangannya, Penganggaran dan  Penyusunan Laporan pertanggungjawaban, Ilmu kewirausahaan  yang diberikan memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan bakat wirausaha. Suasana Perkuliahan yang sangat menyenangkan,Dosen selalu mengedepankan diskusi dan selalu merespon dengan baik sehingga sering terjadi adu argument yang sehat . menjadikan mahasiswa terlatih untuk berkomunikasi secara public. Sebagai BPKal maupun selama menjadi tenaga Bantu di Dinas Pariwisata, saya menjadi percaya diri dalam mengemban tugas di masyarakat.  Di Prodi PMD kita bisa mengembangkan diri  baik soft skill maupun hard skill karena tidak hanya ilmu akademik yang di dapat tetapi juga non akademik. \r\n\r\n<\/p>\r\n<p class=\"content\">\r\n4. Nama : Widayat, A.Md,  Angkatan Tahun : 2015 <\/br>\r\nLurah  Kalurahan Pagerharjo ,Samigaluh,Kulon Ptogio  DIY  2014-2020 dan 2020-2028) <\/br> \r\nTestimoni : <\/br>\r\nMengemban amanah sebagai Kepala desa kesehariannya melaksanakan pekerjaan sesuai  perintah\/intruks. Perasaan  minder dalam menghadapi  warga yg  berpendidikan lebih tinggi dan latarbelakang yg berbeda-beda. Mengikuti proses pembelajaran di prodi PMD,  pengetahuan tentang pemerintahan semakin jelas dasar2\/teori desa dan pemerintahan sampai strategi dalam memajukan desa  maupun mencari solusi persoalan  di masyarakat Peningkatan pengetahuan non akademik semakin membuka wawasan tentang masyarakat Indonesia, banyak  belajar berbagi  dan berdiskusi dengan  mahasiswa dari sabang sampai Marauke, yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja. Di masyarakat saya semakin percaya diri, bijak dalam menghadapi dan, mensikapi persoalan.Solusi tentang  masalah tidak  mnjadi beban tettapi menjadi seni yg menarik utk diselesaikan Akhirnya memadukan ilmu pengetahuan dengan  wawasan yg saya peroleh dari Prodi Pembangunan Masyarakat Desa, maka pekerjaan yang sudah biasa dilakukan cuikup  membawa prestasi di tingkat daerah maupun nasional.\r\n<\/p>\r\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/retnaningsih-png.webp\" alt=\"Prodi PMD\" style=\"width: 100%; height: auto; display: block; margin: 0 auto;\"><\/br>\r\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/andriono-png.webp\" alt=\"Prodi PMD\" style=\"width: 100%; height: auto; display: block; margin: 0 auto;\"><\/br>\r\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/andriono2-png.webp\" alt=\"Prodi PMD\" style=\"width: 100%; height: auto; display: block; margin: 0 auto;\"><\/br>\r\n            <\/div>\r\n        <\/section>\r\n    <a href=\"https:\/\/pmd.apmd.ac.id\/\" class=\"btn-link\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Kunjungi Website<\/a>\r\n    <footer>\r\n        \r\n    <\/footer>\r\n<\/body>\r\n<\/html>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Portofolio Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3) Portofolio Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3) Identitas diri\/profil Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) merupakan salah satu program studi yang menjadi titik awal (embrio) perkembangan STPMD \u00e2\u20ac\u0153APMD\u00e2\u20ac\u009d yang konsisten menaruh perhatian pada pembangunan masyarakat desa. Perhatian ini dikedepankan sebagai standing position serta respon akademik dan sosial terhadap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"class_list":["post-10393","page","type-page","status-publish","hentry"],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-12 12:17:51","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10393"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10771,"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10393\/revisions\/10771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stpmd.apmd.ac.id\/st\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}