Spiritualisme, Cinta dan Dies Natalis Ke-54 Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”

Ibu bapak dan para mahasiswa yang berbahagia. Hari ini, dan secara khusus malam ini, kita menggelar tasyakuran dalam rangka menyambut dan memuliakan Dies Natalis yang ke-54 Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”, rumah besar kita ini. Apa makna 54?

Sebenarnya angka 54 sama dengan 53 atau 52. Kalau kita mengikuti jalan lurus, 54 itu usia yang matang, kalau santan tentu sangat kental. Kalau karier orang, itu karier orang yang sudah berkuasa, sehingga jadi tidak perlu berjuang lagi.

Tetapi kalau mengikuti makna usia dari Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris Raya pada era Perang Dunia II, hidup itu dimulai umur 40, hidup yang sebenarnya itu umur 40. Sebelum 40 tahun itu disebut berjuang. Orang yang berusia antara 20-40 tahun itu adalah usia berjuang dan harus jalan di tepi kiri (belok kiri) bukan jalan di kanan, jadi harus kritis dan radikal. Begitu masuk 40, orang harus belok kanan, tidak boleh di kiri lagi karena kata Churchill, sebelah kanan itu hidup yang nikmat, hidup yang enak dan hidup yang tinggal menikmati perjuangan selama 20 tahun.

Artinya kalau kita menapaki jalan hidup itu, berarti hidup Sekolah Tinggi 14 tahun. Tapi sangat masuk akal, 14 tahun ini adalah angka yang penting. Selama 14 tahun terakhir, kita Sekolah Tinggi naik kelas dari survival ke developing, dari bertahan ke berkembang. Sebelum itu adalah era bertahan yang penuh perjuangan dan selama 14 tahun ini kita mengalami kenaikan signifikan, sehingga itulah yang harus kita syukuri secara bersama. Tahap kita sekarang ini adalah developing, tentu kita harus berjuang lebih keras lagi supaya kita lebih unggul, matang, lebih mature, advanced, dan seterusnya.

Tetapi saya juga sedikit kritik dan nakal, apa makna 54 tahun, jangan-jangan ini hanya pengalaman 1 tahun yang diulang-ulang 54 kali. Oleh karena itu setiap ulang tahun seperti ini, harus diberi makna. Bukan rutinitas yang rutin tapi harus rutinitas yang bermakna.

Maknanya begini, saya mengajukan 54 diksi, 54 kosa kata, yang itu mengiringi perjalanan 54 tahun APMD. Diksi yang biasa kita ungkapkan atau praktik yang biasa kita lakukan termasuk praktek diksi diskursus, wacana yang kita hadirkan beberapa hari terakhir termasuk hari hari yang akan datang.

54 diksi itu saya beri awalan ber menjadi: bertunduk, bersujud, bersyukur, berdoa, berkuasa, bertemu, berkumpul, berkeluarga,
bersatu, bermain, berlomba, bernostalgia, bergembira, berbahagia, bersahaja, berbagi, berkaca, berdiri, bersejarah, berkembang, berusia, berkomitmen, berbakti, berkarya, berilmu, bergaul, bersahabat, bermitra, berjuang, berpihak, bermasyarakat, berdesa, berbangsa, bernegara, bersama, berkhidmat, berteguh, bertekat, berniat, bersemangat, berpidato, berdialog, bergotong royong, bervisi, bergerak, berbenah, bermakna, berubah, berhasil, bermartabat, berkepribadian, berkemajuan, berjaya dan berkelanjutan.

Kalau 54 diksi kita kelompokkan, ada 5 gugus. Gugus yang pertama adalah eksistensi Tuhan yang berkuasa atas semesta alam. Yang kedua kita berkumpul termasuk pada malam hari ini keluarga besar, termasuk para sahabat. Yang ketiga adalah eksistensi Sekolah Tinggi yang berumur 54 Tahun. Yang keempat adalah tindakan kita hari ini dan hari esok. Dan yang kelima adalah visi hari esok dan masa depan.

54 diksi, dan kalau lima itu diperas dan dirangkai menjadi satu kalimat panjang, melahirkan rangkaian kalimat begini:
“Dengan bertunduk bersyukur bersujud dan berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Maha Agung
yang berkuasa atas alam semesta, kita berkumpul, berkeluarga, bersatu, bermain, berlomba, bernostalgia, bergembira, berbahagia, secara bersahaja, sekaligus berbagi kepada sesama dan juga berkaca atau refleksi atas Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” yang berdiri, bersejarah, berkembang, dan berusia 54 tahun dalam berbakti, berkarya, berilmu, bergaul, bersahabat, bermitra, berjuang, berpihak, bermasyarakat, berdesa, berbangsa dan bernegara untuk bersama kita berkhidmat, berteguh, bertekad, berniat, bersemangat, berpidato, berdialog, dan bergotong royong agar kampus besar ini bervisi, bergerak, berbenah, bermakna, berubah, berhasil, bermartabat, berkepribadian, berkemajuan, dan berjaya secara berkelanjutan di masa depan.

Kalau serangkaian kalimat diperas lagi menjadi satu kata, itu namanya spiritualisme. Spiritualisme itu adalah cinta tanpa syarat: cinta pada Tuhan, cinta pada alam semesta, cinta pada manusia, dan cinta pada APMD. Cinta itu akan menggerakkan passion dan vocation, sehingga kita punya darma bakti yang lebih dalam kepada Sekolah Tinggi ini. Sebab Sekolah Tinggi ini adalah payung di kala panas dan di kala hujan untuk kita semua.

Pertemuan pada hari ini, malam ini, kita berlomba dengan penuh gembira, dengan penuh bahagia, kita bersatu. Tidak ada jarak antara dosen, pegawai, dan mahasiswa bersatu. Ini bagian dari bukti kita itu cinta. Cinta itu akan melahirkan makna “mendidik dengan melayani” dan “melayani dengan mendidik” Dan ini harus kita sepuh terus menerus, kita kembangkan menjadi nilai, menjadi tradisi untuk kita semuanya.

Hari-hari ini termasuk malam ini, kita juga mengisi kembali atau rujuvenasi, meremanjakan. Para sesepuh berkumpul bernostalgia supaya sel-selnya hidup kembali, mengingat masa lalu, sejarah masa silam itu menjadi perekat termasuk para kangmas dan mbakyu alumni berkumpul, pulang ke kampus ini dalam rangka untuk mengingat sejarah. Tetapi juga ada mahasiswa yang muda, yang punya harapan masa depan.

Nah saya berdiri di sini melakukan connecting antara sejarah masa lalu dan harapan masa depan. Ada banyak hal yang harus kita remajakan. Terutama paling dasar itu kita harus meremajakan dan menyuntikkan cinta kepada sesama dan kepada Sekolah Tinggi. Cinta menjadi kekuatan yang dahsyat untuk melangkah ke depan seperti pesan mars: APMD JAYA.

Demikian yang bisa saya sampaikan, terima kasih kepada para pihak, pada semuanya, kepada para dosen para pegawai yang telah mendedikasikan loyalitas, dan secara khusus pada hari hari ini kepada Bu Sri Suminar dan tim yang menyiapkan segala sesuatunya dalam kegiatan Dies Natalis yang ke 54.

Dirgahayu APMD…..APMD JAYA

Dr. Sutoro Eko Yunanto
Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta